POI merupakan kondisi ketika fungsi ovarium mengalami penurunan lebih awal dari seharusnya. Kondisi ini bukan sekadar masalah telat haid, karena dapat memengaruhi produksi hormon, ovulasi, kesuburan, hingga kesehatan perempuan dalam jangka panjang.
“Faktanya, sebagian perempuan itu mengalaminya jauh lebih muda. Kondisi ini kita sebutnya adalah Premature Ovarian Insufficiency atau POI. Jadi POI itu bukan cuma sekedar telat haid doang nih, ini adalah kondisi ketika fungsi ovarium turun sebelum umur 40,” kata dr. Amir Fahad, Sp.OG selaku Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi melansir dari penjelasan videonya di akun Instagram @amirfahad.spog.
Premature Ovarian Insufficiency atau POI terjadi ketika fungsi ovarium mulai menurun sebelum seorang perempuan memasuki usia 40 tahun.
Kondisi ini membuat ovarium tidak lagi bekerja secara optimal, termasuk dalam menghasilkan hormon estrogen dan melepaskan sel telur secara teratur.
“POI terjadi ketika fungsi ovarium menurun sebelum usia 40 tahun. Gejalanya bisa berupa haid yang semakin jarang, berhenti berbulan-bulan, sulit hamil, hot flush, hingga vagina kering. Namun, sebagian wanita hampir tidak memiliki gejala sehingga diagnosis sering terlambat,” ujar dr. Amir Fahad, Sp.OG.
Ketika produksi estrogen berkurang dan ovulasi menjadi tidak teratur, kesuburan perempuan juga dapat mengalami penurunan. Dalam jangka panjang, POI juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti osteoporosis dan penyakit jantung.
“Artinya apa? Ovarium menghasilkan estrogen lebih sedikit, ovulasi menjadi nggak teratur, bahkan bisa berhenti. Akibatnya kesuburan turun, resiko osteoporosis naik, resiko penyakit jantung juga nambah dalam jangka panjang,” lanjutnya.