Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa itu Retroverted Uterus atau Rahim Terbalik?
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Retroverted uterus adalah posisi rahim yang condong ke arah tulang belakang, dialami sekitar 1 dari 5 perempuan, dan umumnya merupakan variasi anatomi alami tanpa keluhan.
  • Sebagian perempuan dapat mengalami nyeri saat berhubungan intim, nyeri menstruasi berat, kesulitan memakai tampon, atau gangguan buang air kecil; pemeriksaan dokter diperlukan bila keluhan mengganggu.
  • Kondisi ini umumnya tidak memengaruhi kesuburan, risiko keguguran, maupun persalinan; penyebabnya bisa bawaan, jaringan parut, endometriosis, fibroid, menopause, atau perubahan pascapersalinan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengenal anatomi organ reproduksi sendiri penting bagi setiap perempuan. Salah satu istilah medis yang cukup sering memicu kekhawatiran adalah kondisi rahim terbalik atau retroverted uterus.

Melansir dari Cleveland Clinic, rahim terbalik atau retroverted uterus merupakan posisi rahim yang condong miring ke arah tulang belakang. Kondisi ini tergolong alami dan dialami oleh sekitar 1 dari 5 perempuan di dunia.

Kondisi anatomi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak mengganggu kesuburan Mama. Berikut Popmama.com bagikan hal penting mengenai apa itu retroverted uterus atau rahim terbalik yang perlu Mama ketahui!

1. Pemahaman dasar mengenai posisi rahim terbalik

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Posisi rahim normal umumnya condong ke depan menuju perut (anteverted uterus). Namun pada rahim terbalik, bagian atas organ justru mengarah ke punggung bawah.

Kebanyakan perempuan yang memiliki kondisi ini tidak menyadari posisinya karena jarang memicu keluhan. Kondisi ini murni merupakan variasi bentuk atau letak anatomi tubuh semata.

Mama biasanya baru mengetahui posisi rahim ini saat menjalani pemeriksaan rutin ke dokter. Selama tidak ada keluhan, kondisi ini tergolong sangat normal.

2. Gejala khas yang kerap dirasakan sebagian perempuan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Meski umumnya tidak menimbulkan keluhan, sebagian perempuan dapat merasakan ketidaknyamanan fisik. Gejala yang paling sering muncul adalah rasa nyeri saat berhubungan intim.

Selain itu, rasa mulas berlebih atau nyeri hebat saat menstruasi juga kerap dikeluhkan. Sebagian Mama juga mungkin merasa sulit memasang tampon atau mengalami gangguan buang air kecil.

Jika rasa nyeri mulai mengganggu aktivitas harian, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan membantu mencari tahu pemicu utama dari rasa tidak nyaman tersebut.

3. Berbagai pemicu terjadinya rahim terbalik

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Posisi rahim terbalik bisa terjadi secara alami sejak lahir karena faktor pembawaan. Namun, kondisi ini juga bisa berkembang di kemudian hari akibat masalah kesehatan tertentu.

Munculnya jaringan parut bekas operasi panggul atau infeksi radang panggul bisa menarik rahim ke belakang. Kondisi seperti endometriosis, fibroid, serta perubahan hormon menopause juga turut memengaruhi.

Selain itu, proses persalinan dapat melemahkan otot dasar panggul yang menopang rahim. Hal ini membuat rahim menjadi lebih mudah miring ke arah belakang.

4. Pengaruh rahim terbalik terhadap tingkat kesuburan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Banyak Mama khawatir posisi rahim miring ke belakang akan mempersulit peluang untuk hamil. Nyatanya, retroverted uterus secara umum tidak memengaruhi tingkat kesuburan perempuan.

Sperma tetap bisa menjangkau rahim dan melakukan pembuahan secara normal tanpa hambatan. Jika mengalami kesulitan hamil, biasanya ada faktor kesehatan reproduksi lain pemicunya.

Mama tidak perlu berkecil hati jika memiliki posisi rahim miring. Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan organ reproduksi tetap berfungsi secara optimal.

5. Kondisi kehamilan dan persalinan dengan rahim terbalik

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Rahim terbalik umumnya tidak meningkatkan risiko keguguran maupun menyulitkan proses persalinan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim biasanya akan terangkat dan membetulkan posisinya sendiri.

Namun pada kasus sangat jarang, rahim bisa tersangkut di area panggul (uterine incarceration). Dokter kandungan akan terus memantau posisi rahim selama kehamilan secara berkala.

Saat melahirkan, posisi rahim terbalik juga tidak memengaruhi kekuatan kontraksi. Mama tetap memiliki peluang sama besarnya untuk melahirkan secara normal dan lancar.

Setiap tubuh memiliki keunikannya masing-masing, jadi tetap jaga kesehatan organ reproduksi dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter spesialis untuk memastikan pemulihan berjalan nyaman ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article