- Mengurangi nyeri otot. Seiring pertumbuhan janin, tubuh Mama harus menyesuaikan diri dengan perubahan—dan itu dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Biasanya, Mama mengalami ketidaknyamanan di punggung bawah, pinggul, leher, dan kaki. Area-area tersebut paling terpengaruh oleh peningkatan berat badan dan pembengkakan yang terjadi selama kehamilan. Pijat saat hamil juga dapat membantu meredakan nyeri leher dan bahu, serta linu panggul, keluhan umum di antara calon ibu, karena panggul melebar untuk mengakomodasi janin yang sedang tumbuh.
- Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Menjaga kesehatan menjadi lebih penting saat hamil, tetapi kehamilan secara alami menurunkan pertahanan kekebalan tubuh Mama. Perlu dicatat, dalam penelitian pada hewan, tikus yang dipijat dengan tangan, dibandingkan dengan yang dipijat dengan kuas, memiliki respons sistem kekebalan tubuh yang lebih baik. Penelitian juga menunjukkan peningkatan kekebalan tubuh bagi pasien kemoterapi dan gangguan imunodefisiensi yang menjalani terapi pijat. Secara fisiologis, pijat meningkatkan sirkulasi dan membantu tubuh mengeluarkan racun melalui sistem limfatik.
- Menurunkan risiko depresi prenatal. Tekanan dan sentuhan sedang merangsang kulit, yang pada gilirannya mengaktifkan reseptor saraf untuk menenangkan pikiran. Saraf vagus, khususnya, berfungsi untuk mengatur fungsi organ internal, termasuk detak jantung dan laju pernapasan. Peningkatan aktivitas vagal memperlambat sistem saraf; mengurangi hormon stres seperti kortisol; meningkatkan hormon cinta, oksitosin dan meningkatkan serotonin, neurotransmiter antidepresan dan anti-nyeri alami tubuh. Dalam sebuah studi, yang diterbitkan dalam Journal of Bodyworks and Movement Therapies, mendapatkan pijat kehamilan selama 20 menit dua kali seminggu selama 3 bulan menunjukkan penurunan depresi dan kecemasan.
- Dapat membantu mencegah persalinan prematur. Depresi prenatal juga dikaitkan dengan kelahiran prematur antara 32 dan 36 minggu kehamilan, serta berat badan lahir rendah untuk bayi, menurut penelitian. Hormon stres yang meningkat, seperti kortisol, dapat menyebabkan komplikasi pada plasenta. Pijat prenatal dapat menyeimbangkan perubahan biokimia ini, menjaga lingkungan dalam rahim yang sehat untuk janin.
Apakah Ibu Hamil Boleh Menggunakan Alat Pijat Elektrik?

- Pijat prenatal dapat dilakukan sesuai kondisi individu dan anjuran dokter, termasuk trimester pertama, serta dapat membantu relaksasi, ketegangan otot, kecemasan, dan ketidaknyamanan kehamilan.
- Alat pijat elektrik umumnya aman untuk kehamilan tanpa komplikasi bila berintensitas rendah, tetapi tidak boleh digunakan pada perut atau punggung bawah.
- Ibu hamil berisiko tinggi, memiliki DVT, atau pembengkakan parah perlu berkonsultasi dengan dokter; pilih posisi miring setelah trimester kedua dan hindari pijat ekstrem.
Kehamilan memang bisa sangat melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Tubuh mama lelah dan pegal, dan pikiran pun mungkin dipenuhi kecemasan. Tidak ada yang tidak bisa diatasi dengan pijat yang menenangkan.
Tetapi bisakah Mama mendapatkan pijat saat hamil? Jawabannya adalah ya. Jika dilakukan dengan benar, pijat memiliki banyak manfaat bagi calon ibu.
Selain mendapatkan pijat dari terapis, apakah ibu hamil boleh menggunakan alat pijat elektrik? Bila Mama berencana untuk menggunakan alat pijat elektrik, simak dulu penjelasannya pada ulasan Popmama berikut ini.
Kapan Ibu Hamil Bisa Mendapatkan Pijat?

Pexels/Anete Lusina Kapan ibu hamil boleh dipijat? Jawabannya kemungkinan besar akan bergantung pada keadaan individu Mama. Mama bisa mendapatkan pijat prenatal kapan saja selama kehamilan, bahkan di awal kehamilan. Bahkan, pijat di trimester pertama mungkin sangat membantu jika Mama mengalami mual di pagi hari.
Meskipun tidak ada penelitian langsung yang menghubungkan pijat dengan pengurangan mual terkait kehamilan, sebuah studi menemukan bahwa pijat selama 20 menit secara signifikan mengurangi mual pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.
Namun demikian, American Pregnancy Association (APA) mencatat bahwa beberapa fasilitas mungkin menolak untuk menawarkan pijat kehamilan bagi calon ibu yang masih berada di trimester pertama.
Hal ini disebabkan oleh peningkatan risiko keguguran, yang secara statistik lebih mungkin terjadi selama 12 minggu pertama kehamilan, dan keinginan untuk menghindari masalah tanggung jawab hukum.
Meskipun penelitian belum menemukan korelasi antara pijat prenatal di trimester pertama dan keguguran, berdasarkan kehamilan mama, dokter kandungan mungkin tidak merekomendasikan untuk melakukannya sampai Mama mendekati usia kehamilan 23 atau 24 minggu untuk memastikan kelangsungan hidup janin.
Mama mungkin berpikir Mama akan kehilangan kesempatan untuk menikmati pijat saat memasuki trimester ketiga (lagipula, Mama hampir tidak dapat menemukan posisi yang nyaman, apalagi diam selama satu jam penuh). Sebaliknya, pijat dapat membantu Mama rileks; bahkan dapat berfungsi sebagai latihan persiapan untuk persalinan.
Pijat memungkinkan ibu hamil untuk berlatih bernapas melalui intensitas fisik untuk melepaskan otot, melunak alih-alih menahan rasa sakit. Ini juga merupakan reaksi ideal terhadap kontraksi. Hanya ada sedikit hal yang dapat Mama lakukan untuk melatih penyerahan fisik dan mental semacam itu.
Pijat bahkan dapat membantu Mama pada awal persalinan—tetapi jangan mengandalkannya sebagai alternatif pengganti epidural. Meskipun beberapa penelitian menemukan bahwa pijat secara berkala selama persalinan dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan nyeri, penelitian lain gagal menunjukkan efektivitas pijat dalam mengurangi nyeri persalinan.
Jadi, kapan Mama bisa mendapatkan pijat? Sayangnya, tidak ada jawaban pasti di sini—dan kemungkinan akan berbeda-beda untuk setiap orang. Hubungi dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kehamilan mama, ya.
Manfaat Pijat saat Hamil

Pexels/Pixabay Stimulasi fisik dari pijat untuk ibu hamil dapat mengurangi kekakuan dan ketidaknyamanan serta melepaskan ketegangan dan stres. Namun sebenarnya, penelitian menunjukkan banyak manfaat pijat saat hamil yang luas selain menghilangkan rasa sakit, nyeri, dan kekakuan otot.
Berikut beberapa manfaat pijat untuk ibu hamil:
Apakah Ibu Hamil Boleh Menggunakan Alat Pijat Elektrik?

ilustrasi massage gun (magnific.com/freepik) Selain mendapatkan pijat dengan terapis, Mama juga bisa menggunakan alat pijat elektrik. Namun, apakah ibu hamil boleh menggunakan alat pijat elektrik?
Alat pijat elektrik umumnya aman digunakan selama kehamilan tanpa komplikasi jika digunakan dengan intensitas rendah, tetapi ibu hamil harus benar-benar menghindari meletakkannya di perut atau punggung bawah.
Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika Mama memiliki kehamilan berisiko tinggi, trombosis vena dalam (DVT), atau pembengkakan parah.
Tips Keamanan Pijat saat Hamil

ilustrasi roller foot massage (freepik.com/freepik) Pijat saat hamil dimaksudkan untuk menenangkan Mama, jadi untuk menikmatinya sepenuhnya, Mama perlu merasa tenang karena mengetahui bahwa Mama dan janin aman.
Pijat selama kehamilan tidak jauh berbeda dari pijat biasa, tetapi ada beberapa tips keamanan yang perlu diingat saat Mama sedang hamil, yaitu:
- Ambil posisi yang aman. Mulai trimester kedua (dan seterusnya), berbaring miring—mungkin ditopang bantal—adalah posisi ideal selama pijat kehamilan. Berbaring tengkurap bukan lagi pilihan yang nyaman atau aman, dan meja pijat yang memiliki lubang untuk perut masih dapat memberi tekanan pada perut. Selain itu, perut yang menggantung juga dapat menyebabkan ligamen rahim meregang dengan tidak nyaman. Berbaring telentang setelah memasuki trimester kedua juga bisa tidak aman, karena berat perut yang membesar dapat menekan pembuluh darah penting di punggung Mama dan mengganggu aliran darah ke janin. Jika Mama merasa sesak napas selama pijat, cobalah mengubah posisi dan berhenti sejenak untuk minum air.
- Hindari hal-hal yang ekstrem. Sebagian besar terapis pijat tidak akan menawarkan pijat batu panas untuk klien hamil mereka, karena meningkatkan suhu inti tubuh tidak disarankan selama kehamilan. Banyak juga yang menolak melakukan pijat jaringan dalam, karena tekanan yang terlalu besar—terutama di dekat pembuluh darah di kaki—berpotensi melepaskan gumpalan darah, yang berisiko lebih tinggi dialami oleh ibu hamil. Tekanan sedang yang menggerakkan kulit adalah yang optimal.
- Cari informasi sebelum mendapatkan pijat. Saat mendapatkan pijat kehamilan, selalu cari terapis pijat bersertifikat yang terlatih khusus dalam pijat prenatal, dan dapatkan persetujuan dari dokter sebelum membuat janji temu.
Itu penjelasan tentang apakah ibu hamil boleh menggunakan alat pijat elektrik. Pada umumnya boleh, ya, Ma. Namun Mama juga harus lebih berhati-hati saat menggunakan alat pijat elektrik dan hindari area yang tidak boleh dipijat seperti perut, pinggang bawah, panggul, dada, serta titik akupresur tertentu di pergelangan dan jari kaki.
Apakah Mama juga suka dipijat?

-AawRNnwl3bj14IHTUaum3SuDdNsQeLkL.jpg)




















