Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Ciri-Ciri Plasenta Tidak Normal yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

5 Ciri-Ciri Plasenta Tidak Normal yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil
Magnific
  • Pendarahan vagina tanpa penyebab pada trimester kedua atau ketiga, baik disertai nyeri maupun tidak, dapat berkaitan dengan plasenta previa atau vasa previa.

  • Nyeri perut atau kram hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak membaik setelah istirahat dapat menandakan solusio plasenta, yakni plasenta terlepas sebelum bayi lahir.

  • Gerakan janin yang melemah atau berkurang, mudah lelah dan pucat saat pendarahan, serta kelainan posisi atau bentuk plasenta saat USG perlu diperhatikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama kehamilan, tubuh mama mengalami banyak perubahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Salah satu bagian yang memiliki peran penting dalam proses tersebut adalah plasenta. Organ ini terbentuk selama kehamilan dan menempel pada dinding rahim.

Plasenta menjadi penghubung antara tubuh mama dan janin. Oksigen serta nutrisi dari tubuh mama disalurkan kepada janin melalui plasenta dan tali pusar. Di sisi lain, plasenta juga membantu membawa zat sisa metabolisme dari tubuh janin kembali ke aliran darah mama.

Karena memiliki berbagai fungsi penting, kondisi plasenta juga perlu diperhatikan selama kehamilan. Beberapa gangguan dapat menimbulkan tanda yang bisa Mama rasakan, sedangkan kelainan lainnya baru diketahui melalui pemeriksaan USG.

Lalu, seperti apa ciri-ciri plasenta tidak normal? Berikut Popmama.com telah merangkum ciri-ciri yang perlu Mama waspadai di bawah ini.

  1. 1. Pendarahan dari vagina

    Ciri-ciri plasenta tidak normal
    Magnific

    Pendarahan dari vagina menjadi salah satu tanda yang perlu Mama waspadai, terutama jika terjadi pada trimester kedua atau ketiga dan tidak diketahui penyebabnya.

    Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan plasenta previa atau vasa previa. Pendarahan bisa terjadi ketika kehamilan masih berlangsung maupun menjelang persalinan.

    Mama juga perlu mengetahui bahwa pendarahan akibat kondisi tersebut tidak selalu disertai rasa sakit. Pada sebagian kondisi, pendarahan dapat muncul bersama nyeri, sedangkan pada kondisi lainnya bisa terjadi tanpa nyeri.

  2. 2. Nyeri perut atau kram terasa sangat hebat

    Ciri-ciri plasenta tidak normal.
    Magnific

    Perubahan lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya nyeri perut atau kram yang terasa sangat kuat. Terlebih jika rasa sakit datang secara tiba-tiba dan tidak membaik setelah Mama beristirahat.

    Keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada plasenta, salah satunya solusio plasenta. Kondisi ini terjadi ketika plasenta terlepas sebagian atau seluruhnya dari dinding rahim sebelum bayi lahir.

    Oleh karena itu, nyeri perut yang terasa berbeda dari keluhan kehamilan yang biasanya Mama alami perlu diperhatikan, terutama jika intensitasnya kuat dan tidak kunjung membaik.

  3. 3. Gerakan janin berkurang dari biasanya

    Ciri-ciri plasenta tidak normal.
    Magnific

    Saat usia kehamilan bertambah, Mama biasanya mulai mengenali pola gerakan janin. Mama dapat mengetahui kapan janin biasanya aktif dan bagaimana gerakannya terasa.

    Jika janin tiba-tiba terasa lebih jarang bergerak, gerakannya menjadi lebih lemah, atau frekuensinya jauh berkurang dari biasanya, kondisi ini perlu diperhatikan.

    Salah satu penyebabnya dapat berkaitan dengan gangguan pada plasenta. Ketika plasenta tidak dapat menyalurkan oksigen dan nutrisi dengan baik, kondisi tersebut dapat membuat janin menjadi kurang aktif.

  4. 4. Mudah lelah dan tampak pucat

    Ciri-ciri plasenta tidak normal.
    Magnific

    Mama juga perlu memperhatikan kondisi tubuh, terutama jika merasa lebih mudah lelah dan terlihat pucat bersamaan dengan pendarahan dari vagina.

    Pendarahan dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah. Ketika jumlah darah berkurang, pasokan oksigen ke seluruh tubuh juga dapat berkurang. Hal ini dapat membuat Mama merasa lebih mudah lelah dan tampak pucat.

    Keluhan tersebut perlu diperhatikan, terutama jika muncul bersamaan dengan tanda lain yang berkaitan dengan gangguan pada plasenta.

  5. 5. Kelainan plasenta ditemukan saat pemeriksaan USG

    Ciri-ciri plasenta tidak normal.
    Magnific

    Tidak semua kelainan plasenta dapat dikenali melalui gejala yang dirasakan Mama. Beberapa kondisi justru dapat diketahui ketika Mama menjalani pemeriksaan USG kehamilan.

    Melalui pemeriksaan tersebut, dapat ditemukan beberapa bentuk atau posisi plasenta yang tidak normal. Misalnya, plasenta bilobed, yaitu plasenta yang terbagi menjadi dua lobus.

    Selain itu, dokter juga dapat menemukan plasenta yang menempel terlalu rendah. Kelainan lainnya dapat berupa tali pusat yang menempel pada bagian tepi plasenta atau justru pada selaput ketuban, yang disebut juga velamentous cord insertion.

    Nah, itulah lima ciri-ciri plasenta tidak normal yang perlu Mama kenali selama kehamilan. Dengan mengetahuinya, Mama bisa lebih waspada terhadap perubahan yang terjadi dan segera memeriksakannya jika menemukan tanda yang mencurigakan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More