Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Belum Hamil setelah Lama Menikah, Kapan Perlu Mempertimbangkan IVF?

3 min read
Belum Hamil setelah Lama Menikah, Kapan Perlu Mempertimbangkan IVF?
Pinterest.com/Vanity Fair Italia
  • Pasangan umumnya disarankan mencoba hamil alami melalui hubungan tanpa pengaman selama 12 bulan sebelum berkonsultasi untuk pemeriksaan kesuburan dan kemungkinan IVF.

  • Perempuan dengan PCOS/PMOS, menstruasi tidak teratur, atau endometriosis dianjurkan memeriksakan kesuburan lebih awal tanpa menunggu setahun.

  • Usia perempuan memengaruhi keberhasilan IVF; peluang cenderung lebih tinggi sebelum 35 tahun, sehingga pasangan yang membutuhkan prosedur ini disarankan tidak menundanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belum hamil setelah menikah bisa membuat sebagian pasangan mulai khawatir, ya. Apalagi kalau kehamilan sudah direncanakan sejak awal. Nah, ada lho, salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk membantu mendapatkan kehamilan, yaitu program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Program ini dilakukan dengan bantuan teknologi reproduksi untuk mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh sebelum embrio dipindahkan ke rahim.

Penasaran kapan waktu yang tepat untuk pasangan perlu mulai mempertimbangkan IVF? Berikut sudah Popmama.com rangkum penjelasan menurut dr. M. Haekal, Sp.OG, Subsp. FER, FICS, MIGS, saat dijumpai dalam interview di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan. Simak, ya!

  1. Belum Hamil setelah 12 Bulan Berhubungan Intim

    Belum Hamil setelah 12 Bulan Berhubungan Intim
    Magnific.com/Drazen Zigic

    Pasangan yang belum mendapatkan kehamilan setelah menikah tidak selalu harus langsung menjalani IVF. dr. Haekal menjelaskan bahwa pasangan umumnya disarankan mencoba kehamilan secara alami selama 12 bulan atau satu tahun terlebih dahulu. 

    “Setelah menikah berhubungan seks tanpa pengaman waktu 12 bulan,” jelas dr. M. Haekal, Sp.OG, Subsp. FER, FICS, MIGS, saat dijumpai dalam interview, Rabu (28/10/2026) di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan.

    Jika sudah mencoba selama satu tahun tetapi belum juga hamil, pasangan disarankan berkonsultasi untuk mengetahui kondisi kesuburan masing-masing. Pemeriksaan ini bisa membantu dokter menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah perlu bantuan teknologi reproduksi seperti IVF.

  2. Tidak Perlu Menunggu Setahun Kalau Punya Kondisi Tertentu

    Tidak Perlu Menunggu Setahun Kalau Punya Kondisi Tertentu
    repromed.co.nz

    dr. Haekal menjelaskan kalau perempuan dengan PCOS/PMOS, siklus menstruasi tidak teratur, atau endometriosis sebaiknya tidak menunggu hingga satu tahun untuk memeriksakan kesuburan.

    “Pada kondisi-kondisi tertentu yang sudah diketahui, nggak perlu menunggu setahun. Contohnya orang-orang yang mengalami PCOS/PMOS atau menstruasinya tidak teratur. Dari awal sudah bisa merencanakan untuk IVF. Atau pasien yang punya penyakit endometriosis, nggak perlu menunggu setahun,” jelasnya.

  3. Sebaiknya Pertimbangkan IVF Sebelum Usia 35 Tahun

    Sebaiknya Pertimbangkan IVF Sebelum Usia 35 Tahun
    Magnific.com

    Usia perempuan jadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program bayi tabung, lho. Menurut dr. Haekal, peluang keberhasilan IVF cenderung lebih tinggi pada perempuan berusia di bawah 35 tahun.

    “Pasangan yang menjalani IVF itu yang paling utama adalah usia wanitanya,” jelasnya, setelah menyinggung persoalan kesuburan wanita yang baik adalah di usia sebelum 35 tahun.

    Ia juga menyarankan pasangan yang memang membutuhkan IVF untuk tidak menunda terlalu lama jika ingin mencoba prosedur ini. 

    “Jadi kalau memang bayi tabung, sarannya adalah sesegera mungkin. Jangan sampai usianya 35 tahun,” tambah dr. Haekal.

    Pada akhirnya, keputusan untuk menjalani program bayi tabung perlu disesuaikan dengan kondisi kesuburan masing-masing pasangan, nih. Karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika kehamilan belum kunjung datang. 

    Pemeriksaan sejak dini bisa membantu Mama dan Papa mengetahui pilihan program hamil yang paling sesuai, tanpa harus menunda penanganan terlalu lama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More