Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cara Mengatasi Wajah Beruntusan saat Hamil, Pilih Skincare yang Aman

5 Cara Mengatasi Wajah Beruntusan saat Hamil, Pilih Skincare yang Aman
Pexels/Yan Krukau
Intinya Sih
  • Perubahan hormon saat hamil dapat memicu bruntusan, namun kondisi ini bisa diatasi dengan skincare aman seperti azelaic acid dan glycolic acid dalam kadar rendah.

  • Menjaga kebersihan kulit serta menghindari retinol menjadi langkah penting agar kulit tetap sehat tanpa membahayakan janin selama kehamilan.

  • Bahan alami seperti madu dan lidah buaya dapat membantu menenangkan kulit, tetapi penggunaannya harus bijak dan disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama kehamilan, perubahan hormon kerap memicu berbagai masalah kulit, salah satunya beruntusan. Kondisi ini wajar terjadi, namun tetap bisa diatasi dengan cara yang aman tanpa membahayakan ibu hamil maupun janin.

Meski banyak produk skincare di pasaran, ibu hamil perlu lebih selektif dalam memilih kandungan. Beberapa bahan memang aman digunakan, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

Berikut Popmama.com rangkum cara mengatasi beruntusan saat hamil secara lebih detail.

Deretan Cara Mengatasi Wajah Beruntusan saat Hamil

1. Eksfoliasi aman dengan azelaic acid

Freepik
Freepik

Azelaic acid menjadi salah satu bahan yang sering direkomendasikan untuk ibu hamil dalam mengatasi jerawat dan beruntusan. Kandungan ini dikenal membantu melawan bakteri penyebab jerawat sekaligus mencerahkan kulit dan meratakan warna kulit akibat melasma.

Dalam dermatologi, azelaic acid tergolong relatif aman digunakan selama kehamilan. Hal ini juga didukung oleh publikasi dalam Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD) serta panduan dari American Academy of Dermatology yang menyebutkan bahwa bahan ini umum digunakan untuk ibu hamil dalam konsentrasi tertentu. 

Meski begitu, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

2. Eksfoliasi lembut dengan glycolic acid dalam kadar rendah

Freepik
Freepik

Beruntusan sering dipicu oleh penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Untuk membantu mengatasinya, ibu hamil bisa menggunakan glycolic acid sebagai eksfoliator kimiawi yang bekerja mengangkat sel kulit mati.

Menurut panduan dari American Academy of Dermatology serta studi dalam Dermatologic Therapy Journal, glycolic acid tergolong relatif aman digunakan selama kehamilan jika dalam konsentrasi rendah (di bawah 10 persen) dan tidak digunakan secara berlebihan.

Namun, karena eksfoliasi dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, penggunaan sunscreen tetap sangat dianjurkan.

3. Menjaga kebersihan kulit dan lingkungan sekitar

Pexels/kaboompics
Pexels/kaboompics

Kebersihan kulit menjadi faktor penting dalam mencegah dan mengatasi beruntusan. Membersihkan wajah secara rutin dengan sabun yang lembut dapat membantu mengurangi penumpukan minyak dan kotoran di pori-pori.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan American Academy of Dermatology, menjaga kebersihan kulit serta menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor dapat membantu menurunkan risiko infeksi bakteri dan iritasi.

Selain itu, penggunaan pakaian berbahan katun juga disarankan untuk menjaga kebersihan kulit dan lingkungan sekitar kulit tetap kering serta nyaman.

4. Menghindari retinol dan memilih alternatif yang lebih lembut

Magnific/brgfx
Magnific/brgfx

Retinol dan turunan vitamin A sangat tidak dianjurkan selama kehamilan karena berisiko terhadap perkembangan janin. Hal ini juga ditegaskan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) yang menyarankan ibu hamil untuk menghindari kandungan tersebut.

Sebagai alternatif, bahan seperti bakuchiol mulai dikenal memiliki manfaat serupa dalam memperbaiki tekstur kulit. Namun, meski dianggap lebih lembut, data keamanan bakuchiol pada ibu hamil masih terbatas menurut laporan MotherToBaby Fact Sheets, sehingga penggunaannya tetap sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Sementara itu, kandungan seperti hyaluronic acid dan niacinamide dinilai lebih aman untuk menjaga kesehatan skin barrier.

5. Memanfaatkan bahan alami dengan bijak

ilustrasi serum wajah
Unsplash/@luandmario

Bahan alami seperti madu dan lidah buaya (aloe vera) dapat membantu menenangkan kulit karena memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Penggunaannya sebagai masker alami bisa menjadi alternatif ringan untuk meredakan beruntusan.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health serta studi dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, bahan alami tersebut dapat membantu meredakan peradangan ringan pada kulit. Namun, tidak semua bahan alami aman untuk semua jenis kulit. Misalnya, lemon dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari, sehingga tetap perlu digunakan dengan hati-hati dan diawali dengan patch test.

Mengatasi beruntusan saat hamil tidak harus dengan cara yang berisiko. Kuncinya adalah memilih produk dan metode yang tepat, serta memahami kondisi kulit sendiri.

Dengan penggunaan yang bijak dan tidak berlebihan, ibu hamil tetap bisa merawat kulit agar sehat dan glowing tanpa mengabaikan keamanan diri dan si Kecil. Jika ragu, konsultasi dengan dokter kulit tetap menjadi langkah terbaik.

Share
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Related Articles

See More