Cara Hitung Masa Subur Lewat Smartwatch, Super Simple!

- Smartwatch kini tidak hanya digunakan untuk melihat notifikasi dan memantau detak jantung, tetapi juga dapat membantu menghitung masa subur.
- Kemajuan teknologi menghadirkan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk pemantauan periode kesuburan melalui perangkat pintar.
- Beberapa jenis smartwatch mampu menghitung masa subur dan memberikan notifikasi ketika periode tersebut berlangsung.
Smartwatch tak hanya untuk melihat notif atau detak jantung saja, namun bisa juga untuk menghitung masa subur kamu, lho.
Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan untuk keseharian kita semua. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, hingga menghitung masa subur.
Beberapa jenis smartwatch bisa membantu kamu untuk menghitung masa subur dan memberikan notifikasi kapan masa subur berlangsung.
Seperti apa caranya? Popmama.com akan merangkumkannya untukmu.
Table of Content
1. Langkah awal

Unsplash.com/Luke Chesser Untuk mendapatkan kapan masa subur, kamu perlu memasukkan data terlebih dahulu ke smartwatch dan aplikasi. Pertama, masukkan semua data, seperti tanggal mulai dan selesai haid, dan usahakan dicatat konsisten setiap bulan.
Lalu, masukkan informasi tambahan seperti suhu basal tubuh, perubahan lendir serviks, dan suasana hati harian. Setelahnya, lakukan sinkronisasi sensor. Biarkan smartwatch kamu merekam suhu kulit atau suhu tubuh saat tidur.
2. Agar prediksi lebih akurat

Freepik.com/freepik Untuk membentuk sebuah hasil yang akurat, diperlukan data yang lengkap. Oleh karena itu, usahakan untuk rutin mencatat karena semakin banyak data yang terkumpul, maka algoritma aplikasi akan semakin akurat.
Selain itu, kamu juga menggunakan integrasi medis, seperti menghubungkan data smartwatch dengan aplikasi seperti Natural Cycles dan sejenisnya.
Jika terjadi ketidakteraturan dalam datangnya haid, maka bisa jadi bukan informasi dari data tidak akurat, melainkan ada perubahan dalam tubuh seperti stress atau kelelahan.
3. Cara menghitung masa subur di Apple Watch

Pexels.com/Kaboompics.com Di smartwatch satu ini, kamu bisa menggunakan aplikasi Pelacakan Siklus untuk mencatat detil mengenai siklus menstruasi. Kamu bisa menambahkan informasi haid, dan merekam gejala seperti sakit kepala atau kram perut, demikian dilansir dari situs Apple.
Dengan menggunakan informasi yang telah diberikan, aplikasi ini bisa memberikan info mengenai kapan waktu kira-kira akan datang bulan, atau kapan masa subur kamu dimulai.
Selain menggunakan data yang telah diberikan, aplikasi ini juga bisa menggunakan detak jantung untuk meningkatkan prediksi. Jika menggunakan jam ini saat tidur, maka aplikasi bisa mencatat suhu pergelangan tangan untuk meningkatkan prediksi kapan waktu haid dan meningkatkan perkiraan kapan ovulasi retrospektif.
4. Cara menghitung masa subur di Garmin

Unsplash.com/JJ Shev Garmin memiliki data yang sangat lengkap tentang tubuhmu, salah satunya adalah memperkirakan kapan masa subur kamu. Smartwatch ini mampu membantu memantau siklus haid kamu.
Menariknya, hal ini ternyata berpengaruh besar pada banyak hal, mulai dari nutrisi, latihan, hingga kesehatan umum, yang bisa dipantau dari smartwatch ini, demikian dilansir dari Garmin.com.
Jam pintar ini juga memantau suhu kulit saat tidur untuk memberikan prediksi periode menstruasi dan perkiraan ovulasi yang lebih akurat. Kamu yang menggunakan garmin bisa mengintegrasikan data dengan aplikasi Natural Cycles. Aplikasi ini bisa menganalisis suhu tubuh dan indikator kesuburan utama lainnya untuk menentukan status kesuburan harian setiap pengguna, serta memberikan wawasan siklus yang personal.
5. Cara manual mengetahui masa subur perempuan

Pexels.com/Nataliya Vaitkevich Masa subur pada perempuan merupakan periode penting dalam siklus menstruasi ketika peluang kehamilan berada pada titik tertinggi. Periode ini memiliki hubungan langsung dengan ovulasi, yang menandai sebagai puncak kesuburan.
Kamu bisa mengecek secara manual kapan masa subur. Pertama, menggunakan metode kalender. Dengan mencatat tanggal haid selama 3 bulan berturut-turut untuk mengetahui pola siklus haid. Jika teratur, maka ovulasi cenderung terjadi pada hari ke 12 hingga 14 setelah hari pertama haid.
Bisa juga dengan cara mengecek lendir serviks yang biasa keluar pada masa subur. Lendir ini berwarna bening, licin, dan elastis seperti putih telur mentah dan menjadi tanda tingkat kesuburan yang tinggi.
Lalu, bisa juga mengukur suhu basal tubuh, yaitu suhu saat istirahat atau saat tidur. Selama masa ovulasi, suhu ini naik sekitar 0.3 derajat celcius, dan menjadi tanda sebagai puncak kesuburan.
Terakhir, bisa menggunakan alat prediksi ovulasi yang cara menggunakannya seperti menggunakan test pack.
Mana yang jadi pilihan kamu?





















