10 Kebiasaan yang Tetap Boleh Dilakukan Ibu Hamil selama Kehamilan

Banyak kebiasaan seperti minum kopi, perawatan rambut, dan olahraga ringan tetap aman dilakukan selama hamil asalkan sesuai batas dan memperhatikan kondisi tubuh.
Makanan laut, hubungan intim, serta penggunaan skincare tertentu juga diperbolehkan dengan catatan memilih bahan aman dan memastikan semuanya dilakukan secara higienis serta sesuai anjuran medis.
Ibu hamil disarankan menjaga kesehatan mental melalui pijat, mandi air hangat, traveling di trimester kedua, dan tidur miring ke kiri agar tetap nyaman serta mendukung perkembangan janin.
Sejak memasuki masa kehamilan, Mama mungkin bertanya-tanya apa saja kebiasaan yang boleh dilakukan saat hamil?
Banyaknya mitos mengenai pantangan sering kali membuat Mama merasa harus menghentikan segala aktivitas favorit demi menjaga kesehatan janin.
Padahal, beberapa kebiasaan yang boleh kesehatan mental dan kebahagiaan diri sendiri juga merupakan prioritas utama agar kehamilan berjalan dengan lancar.
Simak rangkuman Popmama.com berikut mengenai berbagai macam kebiasaan yang tetap boleh dilakukan ibu hamil selama kehamilan.
Table of Content
1. Menikmati secangkir kopi di pagi hari

Banyak Mama yang merasa harus berhenti mengonsumsi kafein sepenuhnya saat mengetahui sedang hamil.
Faktanya, Mama tetap boleh menikmati kopi asalkan batas konsumsinya tidak melebihi 200 mg kafein per hari atau setara dengan satu cangkir kopi kecil.
Hal ini tidak akan membahayakan janin dan bisa membantu Mama tetap fokus dalam menjalani aktivitas harian.
Namun, pastikan Mama tetap memerhatikan asupan air putih agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
2. Melakukan perawatan kecantikan rambut

Keinginan untuk tetap tampil menawan tidak perlu diredam meski sedang mengandung.
Mewarnai rambut atau melakukan perawatan di salon umumnya dianggap aman terutama setelah melewati trimester pertama.
Untuk meminimalkan potensi risiko, usahakan agar pewarna rambut yang digunakan tidak mengenai kulit. Kemudian pilih produk pewarna rambut organk serta bebas amonia, dan pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik.
3. Olahraga rutin untuk menjaga kebugaran

Hamil bukan berarti Mama harus berhenti bergerak dan hanya beristirahat di tempat tidur sepanjang hari.
Justru, melakukan olahraga intensitas ringan hingga sedang seperti jalan santai, berenang, atau yoga sangat disarankan.
Aktivitas fisik ini membantu memperlancar aliran darah, mengurangi nyeri punggung, serta mempersiapkan otot-otot tubuh menjelang persalinan nantinya.
Selalu dengarkan sinyal tubuh dan berhentilah jika Mama merasa terlalu lelah atau sesak napas.
4. Mengonsumsi makanan laut yang kaya nutrisi

Tidak perlu menghindari semua jenis makanan laut karena takut akan kandungan merkuri yang tinggi.
Ada banyak pilihan ikan yang aman dan sangat bermanfaat bagi perkembangan otak janin, seperti salmon, udang, dan ikan kembung.
Pastikan saja semua hidangan laut yang Mama konsumsi dimasak hingga benar-benar matang untuk menghindari bakteri atau parasit.
Ikan merupakan sumber protein dan omega-3 yang sangat dibutuhkan selama trimester kedua.
5. Berhubungan Intim dengan paasangan

Banyak pasangan merasa takut untuk berhubungan intim karena khawatir akan menyakiti janin di dalam kandungan.
Selama kehamilan Mama tidak memiliki komplikasi tertentu seperti plasenta previa, berhubungan badan tetap aman dilakukan hingga menjelang persalinan.
Janin terlindungi dengan baik oleh cairan ketuban dan otot rahim yang kuat, sehingga aktivitas ini tidak akan mengganggu posisinya.
Hal ini justru bisa meningkatkan keintiman dan meredakan stres yang Mama rasakan.
6. Memakai produk perawatan wajah

Mama tetap bisa menjaga kesehatan kulit wajah dari masalah jerawat atau kusam yang sering muncul akibat hormon kehamilan.
Meskipun ada beberapa bahan seperti retinoid yang harus dihindari, sebagian besar produk pembersih dan pelembap wajah tetap aman digunakan.
Gunakan produk yang mengandung bahan lembut seperti vitamin C atau hyaluronic acid untuk menjaga hidrasi kulit.
Konsultasikan dengan dokter kulit jika Mama ingin menggunakan produk dengan kandungan aktif tertentu.
7. Melakukan perjalanan atau traveling

Trimester kedua sering disebut sebagai waktu terbaik untuk melakukan perjalanan atau babymoon sebelum si Kecil lahir.
Pada masa ini, kondisi fisik Mama cenderung lebih stabil dan risiko keguguran sudah jauh menurun dibandingkan trimester pertama.
Mama tetap bisa bepergian dengan pesawat atau mobil, pastikan saja untuk rutin melakukan peregangan selama perjalanan panjang.
Jangan lupa untuk tetap membawa catatan medis kehamilan ke mana pun Mama pergi sebagai antisipasi.
8. Melakukan pojat untuk mengurangi stres

Pijat saat hamil sering kali dihindari karena adanya mitos bahwa tekanan pada bagian tubuh tertentu dapat memicu kontraksi atau persalinan dini.
Faktanya, melakukan pijat dengan terapis profesional yang tersertifikasi justru memberikan banyak manfaat kesehatan, mulai dari mengurangi kecemasan hingga meredakan nyeri sendi.
Terapis yang ahli sudah memahami area mana saja yang harus dihindari dan teknik mana yang paling tepat untuk menenangkan tubuh mama.
Jangan ragu untuk memanjakan diri dengan pijatan lembut karena mental yang bahagia akan berpengaruh positif pada kesehatan janin.
9. Mandi air hangat

Banyak Mama yang merasa ragu untuk berendam air hangat karena takut suhu panas tersebut dapat membahayakan kondisi si Kecil di dalam kandungan.
Padahal, mandi air hangat sangat efektif untuk membantu merilekskan otot-otot yang tegang serta meredakan rasa pegal selama masa kehamilan.
Kuncinya adalah memastikan suhu air tetap berada di bawah 37 derajat Celsius agar suhu inti tubuh Mama tidak meningkat secara drastis.
Mama bisa menggunakan termometer air untuk memastikan suhu tetap aman sehingga momen relaksasi tetap terasa nyaman dan menenangkan.
10. Mengatur posisi tidur yang nyaman dan aman

Memasuki trimester kedua, Mama mungkin mulai khawatir mengenai posisi tidur yang paling aman bagi perkembangan janin.
Meski tidur telentang sebaiknya mulai dikurangi karena dapat menekan pembuluh darah utama, Mama tidak perlu panik jika terbangun dalam posisi ini secara tidak sengaja.
Secara alami tubuh kita akan bergerak saat tidur, sehingga posisi telentang dalam waktu singkat biasanya tidak menjadi masalah besar.
Fokuslah untuk mulai membiasakan posisi tidur miring ke kiri guna membantu kelancaran aliran darah serta nutrisi menuju plasenta.
Jalani Kebiasaan yang Boleh Dilakukan saat Hamil agar Mama Bahagia
Menjalani masa kehamilan dengan perasaan bahagia dan tetap menjadi diri sendiri adalah kunci kesehatan bagi Mama dan janin.
Dengan memahami batasan medis yang sebenarnya, Mama tidak perlu merasa terkekang oleh berbagai aturan yang belum tentu benar adanya.
Tetaplah berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai kondisi kesehatan pribadi agar setiap aktivitas tetap aman terkendali.
Itu tadi berbagai macam kebiasaan yang tetap boleh dilakukan ibu hamil selama kehamilan. Semoga masa kehamilan ini menjadi momen yang indah dan penuh kenyamanan hingga hari persalinan tiba, ya, Ma.

















