Memulai pagi hari dengan secangkir kopi hangat memang menjadi ritual yang sulit dilewatkan bagi sebagian orang ya, Ma. Efeknya yang bisa bikin mata melek dan tubuh lebih berenergi sering kali dijadikan andalan untuk menghadapi aktivitas yang padat. Namun, ketika Mama dan Papa memutuskan untuk mulai menjalani program hamil (promil), ada banyak kebiasaan sehari-hari yang mulai harus disesuaikan, termasuk urusan minum kopi ini.
Banyak mitos beredar yang menyebutkan kalau pejuang garis dua harus benar-benar stop minum kopi sama sekali. Padahal, faktanya tidak semenakutkan itu kok, Ma. Melansir dari fertiliteitsdietist.be, membatasi konsumsi kafein di bawah 200 mg per hari sebenarnya masih dianggap aman dan tidak mengganggu peluang kehamilan pasangan yang sedang promil.
Hanya saja, menjaga asupan sejak masa promil sangat penting untuk membantu tubuh beradaptasi lebih cepat, sehingga Mama tidak kaget atau mengalami gejala pusing akibat menghentikan kebiasaan ngopi secara mendadak saat nanti sudah dinyatakan positif hamil.
Kesuburan adalah perjalanan bersama, jadi aturan pembatasan kafein ini idealnya juga berlaku untuk Papa, bukan cuma Mama saja. Mengonsumsi kafein secara berlebihan selama masa persiapan kehamilan ternyata dapat membawa beberapa dampak negatif tersembunyi bagi kesehatan reproduksi kedua belah pihak. Berikut Popmama.com rangkum batas aman minum kopi buat yang lagi promil beserta tips cerdasnya.
