Darah Hitam saat Haid Apakah Aman? Ini Penyebabnya!

- Darah haid berwarna hitam pekat dan kental umumnya bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan.
- Warna darah menstruasi dapat memunculkan pertanyaan tentang keamanan dan kemungkinan indikasi kondisi tertentu.
- Dalam beberapa kasus, darah haid hitam dapat menjadi indikasi medis yang memerlukan penanganan dokter.
Pernahkah kamu melihat darah haid berwarna hitam pekat dan kental? Apakah warna tersebut aman, dan ada indikasi apa dari warna darah tersebut?
Umumnya, darah haid yang berwarna hitam bukanlah sebuah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun, pada beberapa kasus tertentu, warna darah seperti ini bisa menjadi indikasi medis yang perlu penanganan dokter.
Seperti apa detailnya? Popmama.com akan menjelaskannya untuk Mama.
Table of Content
1. Warna darah dalam siklus haid

Pexels.com/Sora Shimazaki Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina setiap bulan. Jika tidak dibuahi, maka darah akan luruh menjadi menstruasi. Umumnya, terjadi selama 3-15 hari.
Warnanya tidak melulu seperti darah pada umumnya, karena bisa bervariasi. Ada darah haid yang berwarna cerah, merah tua, hingga ada juga darah haid yang berwarna hitam atau merah super pekat.2. Indikasi awal dan akhir menstruasi

Freepik.com/freepik Darah haid yang berwarna hitam atau kecokelatan yang terjadi pada awal dan akhir periode menstruasi merupakan hal normal dan tidak perlu penanganan khusus, demikian dilansir dari Medical News Today.
Pada fase tersebut, aliran darah haid cenderung lambat sehingga darah di rahim membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar. Akibatnya, darah teroksidasi dan berubah warna dari merah menjadi hitam.
3. Keluar darah hitam hanya 2 hari

Pexels.com/Nataliya Vaitkevich Darah haid yang berwarna hitam yang berbentuk noda kecil atau bercak dan terjadi selama 2-3 hari bisa menjadi tanda kehamilan. Kondisi tersebut disebut dengan pendarahan implantasi. Hal ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel ke dinding rahim, demikian dilansir dari Business Insider.
Selain darah yang berwarna hitam, pendarahan implantasi juga disertai dengan munculnya kram perut. Berbeda dengan kram karena menstruasi, kram perut karena implantasi umumnya hanya terasa ringan saja.
3. Terdapat benda asing di dalam vagina

Pexels.com/Nataliya Vaitkevich Keluarnya darah haid yang berwarna hitam bisa menjadi adanya benda asing seperti kondom, mainan seks, atau tampon yang lupa dilepas atau tersangkut di vagina, demikian ditengok dari Healthline.
Jika dibiarkan, maka benda tersebut bisa mengiritasi lapisan vagina dan memicu terjadinya infeksi. Hasilnya, keluar darah haid berwarna hitam. Pada kondisi ini, biasanya disertai dengan aroma tidak sedap, ruam, dan gatal di vulva.4. Adanya darah yang tertahan

Pexels.com/Cliff Booth Darah hitam saat haid bisa juga disebabkan karena hematokolpos. Ini merupakan kondisi ketika darah menstruasi tidak bisa keluar dari saluran vagina dan berujung memenuhi vagina, demikian dilansir dari Pubmed.
Seiring berjalannya waktu, darah yang tertahan ini akan berubah warna menjadi gelap dan menghitam.
Kondisi ini bukan hanya ditandai dengan darah yang berwarna hitam, namun juga menimbulkan nyeri di perut bagian bawah, sembelit, muntah, dan retensi urin. Hematokolpos bisa terjadi karena adanya kelainan bawaan pada selaput dara atau septum vagina yang menyebabkan saluran vagina tersumbat.
5. Tanda kanker serviks

Freepik.com/freepik Meski jarang terjadi, namun kanker serviks juga bisa menyebabkan keluarnya darah haid berwarna hitam.
Gejala ini disertai dengan rasa nyeri setiap berhubungan seksual. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel di leher rahim sehingga menyebabkan sel tersebut terus tumbuh tanpa terkendali.
Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks, seperti kebiasaan merokok, memiliki lebih dari satu pasangan seksual, hingga menderita infeksi menular seksual.
6. Adanya infeksi menular seksual

Pexels.com/Deon Black Terakhir, keluarnya darah haid berwarna hitam bisa jadi terjadi akibat adanya infeksi menular seksual, demikian dilansir dari Healthine. Kondisi ini timbul karena sering melakukan hubungan seks yang tidak aman, seperti bergonta-ganti pasangan tanpa memakai kondom.
Meskipun penyebab terjadinya infeksi menular seksual sangat bervariasi, namun gejala yang umum terjadi biasanya sama yaitu keluar cairan atau darah haid berwarna hitam, dengan disertai bau tidak sedap dari vagina dan terdapat luka atau benjolan di sekitar vulva.






















