“Kalau dilihat dari studi epidemiologi, ternyata angka kejadian keguguran pada saat menjadi keguguran berulang itu sebenarnya diprediksi sangat kecil, tapi ternyata dilihat populasi, keguguran berulang ini harus dinyatakan sebagai sebuah entitas penyakit tersendiri,” ujar Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Sc, di Exclusive Media Interview bertajuk ‘Keguguran Berulang dalam rangka Miscarriage Awareness Month’, Jumat (16/10/2026) di Jakarta.
Keguguran Berulang Meski Haid Teratur? Ini Penjelasan Medisnya

Keguguran berulang kini dipandang sebagai kondisi medis tersendiri yang memerlukan evaluasi mendalam, bukan sekadar proses seleksi alamiah reproduksi.
Dua kali keguguran sudah dapat menjadi alasan untuk investigasi medis, sejalan dengan dukungan sejumlah organisasi profesi serta dampak emosional dan psikologis pasien.
Haid teratur tidak menjamin kehamilan bebas risiko; penyebab keguguran berulang dapat berasal dari kelainan embrio atau kondisi tubuh ibu yang kurang mendukung perkembangan kehamilan.
Keguguran berulang pasti menjadi pengalaman yang berat untuk pasangan yang sedang menantikan kehadiran si Kecil. Kondisi ini juga sering dipertanyakan, terutama saat siklus menstruasi teratur dan merasa sehat-sehat saja. Kenapa bisa?
Padahal, siklus menstruasi tidak selalu menggambarkan seluruh kondisi kesehatan reproduksi, lho. Ada faktor yang bisa memengaruhi kehamilan, dari yang berkaitan dengan embrio maupun kondisi Mama.
Nah, apa, sih, yang dimaksud dengan keguguran berulang dan mengapa kondisi ini bisa terjadi padahal haid teratur?
Berikut Popmama.com sudah rangkum penjelasan Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Sc. Yuk, simak selengkapnya!
Table of Content
Keguguran Berulang Perlu Perhatian Khusus

Magnific.com Dalam Exclusive Media Interview bertajuk 'Keguguran Berulang dalam rangka Miscarriage Awareness Month', Jumat (16/10/2026) di Jakarta, Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Sc menyebutkan kalau keguguran berulang sekarang sudah dipandang sebagai kondisi yang perlu dievaluasi secara medis, bukan hanya bagian dari proses seleksi alamiah reproduksi.
Nah, maka dari itu pemeriksaan yang mendalam tentunya diperlukan untuk mencari kemungkinan penyebab terjadinya keguguran berulang kali. Apalagi jika sebelum dinyatakan hamil tidak ada tanda-tanda yang merujuk ke masalah reproduksi.
Dua Kali Keguguran Sudah Bisa Jadi Alasan untuk Pemeriksaan

Magnific.com Keguguran berulang sebelumnya sering dikaitkan dengan tiga kali keguguran berturut-turut, baru bisa dinyatakan sebagai keguguran berulang. Namun, sejumlah organisasi profesi sekarang sudah mendukung evaluasi setelah dua kali keguguran.
Hal itu juga dengan mempertimbangkan kebutuhan medis serta dampak emosional dan psikologis yang dialami pasien saat di masa kehamilan.
“Awalnya tadinya tiga kali, tapi sekarang banyak organisasi profesi yang mengadopsi bahwa dengan kejadian keguguran berulang dua kali, maka ini sudah cukup untuk dilakukan investigasi,” jelas dr. Kanadi.
Siklus Menstruasi Teratur Tidak Menjamin Kehamilan Bebas Risiko

Magnific.com Memang benar, siklus menstruasi yang teratur bisa menjadi salah satu tanda tentang keadaan fungsi reproduksi, tetapi tidak bisa sebagai patokan kemungkinan penyebab keguguran. Kondisi yang memengaruhi perkembangan embrio atau tubuh Mama saat program kehamilan tidak hanya terlihat dari pola menstruasi saja.
“Tidak semuanya berhubungan dengan masalah gangguan menstruasi, karena ada berbagai kondisi yang dapat menimbulkan keguguran berulang dan tidak berhubungan dengan keteraturan dari siklus menstruasi,” jelas dr. Kanadi.
Jadi, walaupun siklus menstruasi teratur dan keadaan reproduksi baik-baik saja, jangan pernah melewatkan pemeriksaan lebih mendalam dari sebelum hingga saat sudah menjalani masa kehamilan.
Penyebab Keguguran Berulang Bisa Berasal dari Embrio atau Kondisi Mama

Magnific.com Dr. Kanadi juga menyebutkan kalau kehamilan itu melibatkan interaksi antara hasil pembuahan atau embrio dengan tubuh Mama sendiri. Nah, apabila ada kelainan pada embrio atau kondisi tubuh Mama yang tidak bisa memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang, kehamilan bisa berakhir dengan keguguran.
“Pada dasarnya untuk mengetahui penyebab keguguran itu maka kita harus melihat apakah kemungkinan etiologi atau penyebabnya. Ada kemungkinan ini berasal dari problem di hasil pembuahan atau jangan-jangan ini adalah kegagalan ibu untuk memberikan support kepada embrio yang sedang bertumbuh dan berkembang di dalam rahim,” jelas dr. Kanadi.
Itu dia penjelasan medisnya mengenai keguguran berulang sekalipun siklus menstruasi lancar. Keguguran berulang tidak selalu disebabkan oleh gangguan siklus menstruasi atau penyakit yang sudah diketahui sebelumnya.
Jadi, karena penyebab keguguran berulang itu beragam, kompleks, dan bukan hanya dilihat dari siklus menstruasi saja, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui faktor yang mungkin menjadi penyebabnya.






















