Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Si Kecil Sudah Lahir, Mama Tetap Perlu Waspadai Risiko Ini

2 min read
Si Kecil Sudah Lahir, Mama Tetap Perlu Waspadai Risiko Ini
acog.org
  • Setelah melahirkan, perdarahan sangat banyak atau bergumpal besar dapat menandakan perdarahan pascapersalinan dan memerlukan pertolongan medis segera.

  • Preeklamsia pascapersalinan dapat muncul hingga enam minggu, dengan tanda sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, sesak napas, atau pembengkakan mendadak.

  • Infeksi dan pembekuan darah juga perlu diwaspadai; kenali demam, nyeri perut, cairan berbau, kaki bengkak, nyeri dada, atau sesak napas mendadak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat si Kecil sudah lahir dengan selamat, tentu hal itu menjadi momen yang membahagiakan bagi keluarga. Namun, tahukah Mama kalau setelah persalinan, risiko gangguan kesehatan masih bisa terjadi? 

Dilansir dari konten edukasi dr. Indra Tarigan, Sp.OG (@dr.indratarigan) di Instagram reels-nya, mengingatkan bahwa setelah melahirkan, Mama masih berisiko mengalami komplikasi dan risiko-risikolainnya yang perlu penanganan segera.

Lalu apa saja, sih, risiko kesehatan yang perlu diwaspadai Mama setelah persalinan? Berikut sudah Popmama.com rangkum penjelasannya. Yuk, simak selengkapnya!

  1. 1. Perdarahan hebat setelah persalinan

    Perdarahan hebat setelah persalinan
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Perdarahan setelah persalinan sebenarnya normal terjadi karena bagian dari proses pemulihan rahim. Namun, jika darah keluar dalam jumlah banyak hingga ada gumpalan besar, kondisi ini bisa jadi tanda perdarahan pascapersalinan (postpartum hemorrhage).

    Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perdarahan berat bisa terjadi di 24 jam pertama setelah persalinan maupun beberapa minggu setelahnya. Mama perlu segera mendapatkan pertolongan medis jika perdarahan sangat banyak.

  2. 2. Tekanan darah tinggi atau preeklamsia pascapersalinan

    Tekanan darah tinggi atau preeklamsia pascapersalinan
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Risiko yang kedua adalah preeklamsia pascapersalinan. Kondisi ini disebut postpartum preeclampsia dan bisa terjadi meskipun selama kehamilan tekanan darah Mama normal.

    Gejalanya berupa sakit kepala hebat yang tidak kunjung membaik, gangguan penglihatan, sesak napas, serta pembengkakan mendadak pada wajah atau tangan. Menurut ACOG juga, kondisi ini bisa muncul hingga enam minggu setelah melahirkan, lho.

  3. 3. Infeksi setelah persalinan

    Infeksi setelah persalinan
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Selanjutnya, Mama juga berisiko mengalami infeksi, termasuk pada rahim. Dilansir dari MSD Manuals, infeksi pada selaput ketuban bisa menyebabkan rahim mengalami infeksi setelah bayi dilahirkan. 

    Salah satu penyebabnya adalah infeksi pada selaput ketuban atau kantung yang melindungi janin selama kehamilan yang disebut chorioamnionitis. Karena itu, Mama perlu mewaspadai gejala seperti demam, menggigil, nyeri perut bagian bawah, atau cairan vagina yang berbau tidak biasa.

  4. 4. Pembekuan darah

    Pembekuan darah
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Dilansir dari MSD Manuals, risiko pembekuan darah masih meningkat selama 6–8 minggu setelah melahirkan. Hal ini karena tubuh meningkatkan faktor pembekuan darah selama kehamilan untuk mencegah perdarahan berlebihan saat persalinan. 

    Mama perlu waspada, ya, jika mengalami pembengkakan atau nyeri pada salah satu kaki. Jika muncul sesak napas mendadak atau nyeri dada, segera cari pertolongan medis karena bisa menjadi tanda gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah di paru-paru.

    Setelah melahirkan, kesehatan Mama tetap perlu diperhatikan, ya. Jadi, jangan lewatkan jadwal kontrol setelah persalinan dan segera periksa jika muncul gejala yang tidak biasa. Mama juga perlu ingat, pemulihan Mama sama pentingnya dengan kesehatan si Kecil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More