- Batasi aktivitas di luar ruangan. Kurangi mobilitas saat asap sedang tebal dan manfaatkan kebijakan work from home (WFH) untuk Mama yang masih bekerja.
- Gunakan masker yang sesuai. Masker respirator seperti N95 dapat membantu menyaring partikel halus apabila digunakan dengan benar dan terpasang rapat.
- Jaga kualitas udara di dalam rumah. Tutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke lingkungan sekitar. Jika memungkinkan, gunakan alat penyaring udara atau air purifier dengan filter yang sesuai.
- Penuhi kebutuhan cairan dan nutrisi. Minum air yang cukup dan konsumsi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan selama kehamilan.
Ibu Hamil Terpapar Asap Karhutla, Apa Dampaknya bagi Janin?

Asap karhutla mengandung PM2.5 dan zat kimia yang dapat masuk ke paru-paru hingga aliran darah, sehingga ibu hamil perlu membatasi paparan saat kualitas udara memburuk.
Paparan asap sebelum usia kehamilan 12 minggu berpotensi memengaruhi perkembangan organ janin, termasuk sistem hormon dan kesehatan reproduksi janin.
Ibu hamil dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruang, memakai masker N95, dan segera ke fasilitas kesehatan bila mengalami sesak akut, perdarahan, atau gerakan janin berkurang.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas dan memicu munculnya titik panas di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Kepulan asap yang menurunkan kualitas udara perlu diwaspadai, khususnya oleh kelompok rentan seperti ibu hamil.
Paparan polusi udara selama kehamilan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan mama dan berpotensi mengganggu perkembangan janin. Risiko ini perlu diperhatikan sejak trimester pertama, ketika berbagai organ janin mulai terbentuk.
Berikut Popmama.com telah merangkum dampak asap karhutla bagi janin.
Table of Content
Apakah Asap Karhutla Berdampak pada Kesehatan Ibu Hamil dan Janin?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Asap karhutla yang terhirup berulang kali dalam jangka waktu tertentu dapat berdampak pada kesehatan ibu hamil dan janin. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RS Bhayangkara Kota Palangkaraya, dr. Fatimah Zahara, Sp.OG., melalui unggahan di Instagram @dr.fatimahzaharaspog.
Salah satu partikel asap karhutla yang perlu diwaspadai adalah PM2.5, yaitu partikel halus berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer. Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan sebagian di antaranya dapat mencapai aliran darah. Karena itu, ibu hamil perlu lebih waspada ketika kualitas udara memburuk dan berupaya mengurangi paparan asap sebisa mungkin.
Paparan Asap Karhutla pada Trimester Pertama Perlu Diwaspadai

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi di RS Pondok Indah, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, menjelaskan bahwa paparan asap karhutla menjadi perhatian bagi ibu hamil, khususnya pada awal kehamilan.
Selain PM2.5, asap karhutla mengandung partikel halus dan berbagai zat kimia lain yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Paparan polusi ini perlu diwaspadai, terutama pada kehamilan di bawah 12 minggu, ketika berbagai organ janin sedang berkembang. Pada periode tersebut, paparan zat pencemar berpotensi memengaruhi proses perkembangan janin.
Asap Karhutla Berpotensi Mengganggu Hormon dan Kesehatan Reproduksi Janin

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Asap karhutla dapat mengandung Endocrine-disrupting chemicals (EDC), yaitu zat kimia yang berpotensi mengganggu sistem hormon tubuh. Lebih dari itu, beberapa zat yang dapat ditemukan dalam paparan asap antara lain dioksin, karbon monoksida, dan bisphenol A (BPA).
Paparan zat-zat tersebut selama kehamilan dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan sel dan organ janin. Pada janin perempuan, paparan zat tertentu berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi, seperti endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).
dr. Budi Wiweko juga menjelaskan adanya risiko gangguan perkembangan karakteristik seksual atau disorders of sex development (DSD). Namun, risiko tersebut bergantung pada jenis zat pencemar, tingkat paparan, dan durasi paparan yang dialami.
Cara Mengurangi Paparan Asap Karhutla saat Hamil

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Setelah mengetahui risiko asap karhutla bagi janin, ada sejumlah langkah untuk mengurangi jumlah asap dan polutan yang terhirup. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan ibu hamil:
Kapan Ibu Hamil Perlu ke Fasilitas Kesehatan?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Setelah memahami risiko paparan asap karhutla bagi janin, Mama bisa melakukan beberapa langkah berikut untuk mengurangi paparan polutan selama kehamilan.
- Perdarahan dari jalan lahir, terutama jika disertai nyeri perut atau keluhan lain.
- Batuk yang semakin berat atau tidak kunjung membaik.
- Sesak napas akut, sulit bernapas, atau kesulitan berbicara karena sesak.
- Gerakan janin berkurang dibandingkan pola gerakan yang biasanya Mama rasakan.
- Air ketuban keluar, baik berupa rembesan maupun cairan yang mengalir dari vagina.
Itulah penjelasan mengenai dampak asap karhutla bagi janin. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma.





















