Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ibu Hamil Gugurkan Bayi 6 Bulan karena Mermaid Syndrome

4 min read
Ibu Hamil Gugurkan Bayi 6 Bulan karena Mermaid Syndrome
news.qingdaonews.com
  • Janin perempuan berusia 23 tahun dari China diketahui mengalami sirenomelia saat usia kehamilan sekitar enam bulan.

  • Sirenomelia membuat kedua tungkai bawah menyatu dan dapat disertai gangguan serius pada ginjal, saluran kemih, pencernaan, serta organ lain.

  • Penyebabnya belum pasti, tetapi kelainan ini dapat dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan USG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seorang ibu hamil di China berusia 23 tahun dilaporkan baru mengetahui bayi dalam kandungannya mengalami kelainan langka saat usia kehamilannya memasuki sekitar enam bulan.

Dikutip dari Qingdao News, hasil pemeriksaan menunjukkan janin mengalami sirenomelia atau Mermaid syndrome, yaitu kelainan bawaan yang membuat kedua tungkai bawah menyatu menyerupai ekor putri duyung.

Kondisi ini bukan hanya memengaruhi bentuk kaki. Sirenomelia juga kerap disertai gangguan serius pada organ lain, terutama ginjal, saluran kemih, saluran cerna, tulang belakang, hingga organ genital.

Berikut Popmama.com rangkum fakta lengkap mengenai kasus tersebut dan penjelasan medis tentang sirenomelia.

  1. 1. Baru diketahui saat usia kehamilan sekitar enam bulan

    Baru diketahui saat usia kehamilan sekitar enam bulan
    news.qingdaonews.com

    Kasus ini melibatkan seorang perempuan berusia 23 tahun dari China yang mengetahui kelainan pada janinnya saat usia kehamilan sudah sekitar enam bulan. Dari pemeriksaan USG, kedua tungkai janin tampak menyatu sehingga bentuknya menyerupai ekor putri duyung.

    Setelah mendapatkan penjelasan dokter mengenai kondisi janin dan kemungkinan komplikasi berat yang menyertainya, perempuan tersebut memutuskan untuk mengakhiri kehamilan. Sirenomelia sendiri memang termasuk kelainan bawaan yang sangat jarang dan sering memiliki prognosis yang buruk.

  2. 2. Sirenomelia membuat kedua tungkai janin menyatu

    Sirenomelia membuat kedua tungkai janin menyatu
    news.qingdaonews.com

    Sirenomelia atau Mermaid syndrome adalah kelainan bawaan langka yang ditandai dengan penyatuan sebagian atau seluruh kedua tungkai bawah janin. Tingkat keparahannya bisa berbeda-beda, mulai dari adanya dua kaki yang menyatu hingga hanya terbentuk satu struktur tungkai.

    Kelainan ini bukan sekadar masalah bentuk kaki. Literatur medis menyebut sirenomelia sebagai kelainan multisistem karena proses perkembangan bagian bawah tubuh janin juga dapat terganggu. Kondisi tersebut biasanya sudah terbentuk sangat awal pada masa perkembangan embrio.

  3. 3. Bisa disertai gangguan ginjal, kandung kemih, dan organ lain

    Bisa disertai gangguan ginjal, kandung kemih, dan organ lain
    news.qingdaonews.com

    Sirenomelia tidak hanya menyebabkan kedua tungkai menyatu. Kondisi ini juga kerap disertai kelainan serius pada organ bagian bawah tubuh, termasuk ginjal, kandung kemih, sistem pencernaan, organ reproduksi, hingga tulang belakang. Tingkat keparahannya pun dapat berbeda pada setiap kasus.

    Salah satu kasus yang pernah dikenal luas adalah Shiloh Pippin, anak perempuan asal Amerika Serikat yang lahir dengan kedua kaki menyatu akibat sirenomelia. Menurut Qingdao News, Shiloh juga tidak memiliki sejumlah organ, termasuk kandung kemih, rahim, dan usus besar, serta mengalami kelainan ginjal. Ia dilaporkan menjalani lebih dari 150 operasi sebelum meninggal dunia pada usia 10 tahun.

    Artikel Qingdao News pada 2016, disebutkan bahwa saat itu hanya dua orang dengan sirenomelia yang diketahui mampu bertahan hidup, menunjukkan betapa rendahnya tingkat kelangsungan hidup pada kondisi ini. Namun, angka tersebut merupakan informasi yang dilaporkan pada saat berita diterbitkan dan tidak dapat dianggap sebagai jumlah kasus yang masih berlaku secara global saat ini.

    Kisah Shiloh memperlihatkan bahwa mermaid syndrome dapat berdampak jauh lebih luas daripada bentuk tungkai. Karena itu, saat sirenomelia ditemukan melalui USG, dokter biasanya perlu mengevaluasi perkembangan organ lain untuk mengetahui tingkat keparahan kondisi janin.

  4. 4. Penyebab pasti mermaid syndrome masih belum diketahui

    Penyebab pasti mermaid syndrome masih belum diketahui
    news.qingdaonews.com

    Sampai saat ini, penyebab sirenomelia belum dapat dipastikan. Salah satu teori yang banyak dibahas adalah vascular steal hypothesis, yaitu adanya kelainan pembuluh darah embrio yang membuat aliran darah dan nutrisi ke bagian bawah tubuh berkurang sehingga perkembangan tungkai dan organ di area tersebut terganggu.

    Teori lain menyebut adanya gangguan perkembangan mesoderm kaudal pada fase sangat awal pembentukan embrio. Sejumlah laporan juga mengaitkan sirenomelia dengan diabetes maternal dan paparan tertentu, tetapi hubungan tersebut belum cukup untuk menyebut satu faktor sebagai penyebab tunggal.

  5. 5. Sirenomelia sebenarnya dapat dideteksi sejak trimester pertama

    Sirenomelia sebenarnya dapat dideteksi sejak trimester pertama
    news.qingdaonews.com

    Meski pada kasus perempuan 23 tahun tersebut kelainan baru diketahui sekitar usia kehamilan enam bulan, penelitian menunjukkan sirenomelia sebenarnya dapat terdeteksi jauh lebih awal melalui USG.

    Dari laporan kasus tahun 2023 mencatat diagnosis sudah dapat dibuat pada usia kehamilan sekitar 13 minggu, sementara literatur lain melaporkan kelainan tungkai bahkan bisa terlihat melalui USG transvaginal sejak sekitar sembilan minggu.

    Pemeriksaan USG dapat menunjukkan tungkai yang menyatu, gerakan kedua kaki yang tidak terpisah, kelainan tulang, tidak terlihatnya ginjal, hingga adanya satu arteri umbilikalis. Karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin dan USG sesuai jadwal berperan penting untuk mendeteksi kelainan struktural janin sedini mungkin.

    Sumber: 

    • Prenatal sirenomelia diagnosis in the first trimester: A case report and literature review dalam Clinical Case Reports (2023)
    • Sirenomelia with vertebral, anal, cardiac defect, tracheo-esophageal fistula, renal anomalies, limb abnormalities association: a case report dalam International Journal of Contemporary Pediatrics
    • Sirenomelia: A case report dalam Danish Journal of Obstetrics and Gynaecology (2025)

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More