Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Benar Turun Berat Badan Bikin Tambah Subur? Ini Faktanya!

Apakah Benar Turun Berat Badan Bikin Tambah Subur? Ini Faktanya!
Freepik/freepic.diller
Intinya Sih
  • Penurunan berat badan membantu menyeimbangkan hormon, memperbaiki siklus haid, dan meningkatkan peluang ovulasi yang teratur sehingga tubuh lebih siap untuk proses kehamilan.
  • Berat badan ideal memperbaiki sensitivitas insulin dan menurunkan kadar androgen, yang berdampak positif pada kualitas sel telur serta kesehatan sistem reproduksi perempuan.
  • Menurunkan berat badan mengurangi peradangan tubuh, menstabilkan metabolisme dan hormon lapar seperti leptin, menciptakan lingkungan tubuh yang lebih sehat bagi kesuburan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjaga berat badan ideal sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan di berbagai fase kehidupan. Baik Mama yang sedang merencanakan kehamilan (promil) maupun Mama yang baru saja melahirkan dan ingin mengembalikan kebugaran, angka di timbangan terkadang memang jadi pikiran. Banyak yang bertanya-tanya, apa sih hubungannya berat badan dengan tingkat kesuburan kita?

Bagi Mama yang sedang promil, berat badan berlebih sering disebut sebagai penghambat garis dua. Sementara bagi Mama yang baru melahirkan, berat badan yang belum kembali ideal sering kali memengaruhi siklus haid yang belum kunjung teratur. Ternyata, urusan berat badan ini bukan cuma soal estetika agar baju lama muat lagi, tapi erat kaitannya dengan kinerja organ reproduksi Mama.

Kenyataannya, lemak tubuh yang berlebih bisa memengaruhi keseimbangan sistem di dalam tubuh kita. Penurunan berat badan yang dilakukan secara sehat terbukti mampu "membangunkan" kembali hormon-hormon yang sempat tidak stabil. Jadi, goals dari menurunkan berat badan sebenarnya adalah mengembalikan fungsi tubuh agar kembali bekerja secara optimal dan sinkron.

Lantas, kenapa ya setelah berat badan turun, tubuh kita terasa jauh lebih subur dan sehat? Untuk menjawab hal ini, dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp. G.K melalui unggahan di akun Instagramnya @dianasuganda memberikan penjelasan medis yang sangat penting untuk kita simak. Penjelasan ini sangat relevan, baik untuk persiapan hamil lagi maupun untuk kesehatan jangka panjang Mama.

Berikut Popmama.com telah merangkum alasan mengapa berat badan yang turun bisa membuat Mama menjadi lebih subur

Table of Content

1. Hormon kembali seimbang

1. Hormon kembali seimbang

Apakah Benar Turun Berat Badan Bikin Subur_ Ini Faktanya! 2.jpg
Freepik/freepik

Keseimbangan hormon adalah kunci utama bagi kesehatan reproduksi perempuan. Perlu Mama pahami bahwa jaringan lemak di tubuh kita itu aktif menghasilkan estrogen tambahan. Jika kadar lemak terlalu tinggi, produksi estrogen pun jadi berlebih, yang dampaknya bisa membuat jadwal ovulasi atau masa subur Mama jadi berantakan.

dr. Diana menjelaskan bahwa dengan turunnya berat badan, hormon di dalam tubuh akan menjadi lebih stabil. Hal ini sangat krusial agar siklus bulanan Mama kembali normal dan terprediksi.

"Begitu BB turun, hormon lebih stabil, ovulasi kembali teratur," ungkapnya.

Jadi, saat hormon sudah sinkron, tubuh pun jadi lebih siap untuk proses pembuahan.

Hal ini sejalan dengan data dari World Health Organization (WHO) yang menyatakan bahwa obesitas pada perempuan sering menyebabkan ketidakseimbangan hormon gonadotropin. Ketidakseimbangan ini menghambat perkembangan folikel di ovarium. Tanpa folikel yang matang, sel telur tidak akan dilepaskan, sehingga peluang hamil pun menurun drastis.

Oleh karena itu, menurunkan berat badan membantu menekan kelebihan estrogen dari jaringan lemak. Ketika kadar estrogen kembali normal, kelenjar pituitari dapat mengirimkan sinyal yang tepat untuk memulai siklus ovulasi. Dengan begitu, Mama yang sedang dalam masa pemulihan pasca melahirkan pun bisa mendapatkan siklus haid yang lebih teratur.

2. Sensitivitas insulin membaik

Apakah Benar Turun Berat Badan Bikin Subur_ Ini Faktanya! 3.jpg
Freepik/pvproduction

Kondisi berat badan yang di atas normal sering kali memicu terjadinya resistensi insulin. Masalahnya, saat tubuh mengalami resistensi insulin, metabolisme gula jadi terganggu dan ini punya efek domino terhadap kesehatan sel telur. Sel telur jadi sulit matang dengan sempurna karena terganggunya sinyal insulin dalam tubuh yang memengaruhi kerja ovarium.

Menurut penjelasan dr. Diana, saat berat badan mulai turun ke angka ideal, sensitivitas insulin pun akan membaik dan kembali normal. Perbaikan ini secara otomatis meningkatkan kualitas ovulasi Mama.

"Saat BB turun, insulin lebih normal, kualitas ovulasi meningkat," tulis dr. Diana dalam unggahannya yang membedah kaitan antara metabolisme dan kesuburan.

Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism juga menunjukkan bahwa perbaikan sensitivitas insulin melalui penurunan berat badan dapat menurunkan kadar androgen (hormon maskulin). Penurunan kadar androgen ini sangat penting karena kadar yang terlalu tinggi bisa menghambat pertumbuhan sel telur yang sehat.

Dengan insulin yang bekerja lebih efektif, tubuh Mama tidak perlu memproduksi hormon tersebut secara berlebihan. Hal ini menciptakan lingkungan biologis yang lebih stabil untuk ovarium. Kualitas sel telur yang lebih baik tentu akan mempermudah jalan Mama untuk mendapatkan kehamilan yang sehat di masa depan atau sekadar menjaga kesehatan sistem reproduksi.

3. Memperbaiki kondisi PCOS

Apakah Benar Turun Berat Badan Bikin Subur_ Ini Faktanya! 4.jpg
Freepik/Lifestylememory

Banyak perempuan, termasuk Mama yang mungkin baru menyadari setelah melahirkan, memiliki kondisi Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS. Kondisi ini sering ditandai dengan munculnya kista-kista kecil di ovarium dan siklus haid yang acak-acakan karena sel telur sulit untuk matang. Penurunan berat badan adalah salah satu langkah awal yang paling disarankan oleh para ahli medis sebagai terapi utama.

Bagi Mama yang memiliki PCOS, penurunan berat badan secara konsisten membantu siklus haid jadi lebih teratur setiap bulannya. dr. Diana mengungkapkan bahwa pada banyak wanita, penurunan berat badan sangat membantu proses reproduksi.

"Siklus haid lebih teratur, sel telur lebih matang, peluang hamil meningkat," jelas dr. Diana.

Hal ini diperkuat oleh studi global yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction Update. Studi tersebut menemukan bahwa penurunan berat badan minimal 5% dari berat badan awal sudah cukup untuk mengurangi resistensi insulin dan menurunkan kadar hormon androgen. Hasilnya, fungsi ovarium membaik dan siklus ovulasi spontan bisa kembali terjadi tanpa perlu bantuan obat hormon yang berlebihan.

Selain meningkatkan kesuburan, perbaikan kondisi PCOS juga mengurangi risiko komplikasi jangka panjang seperti diabetes tipe 2. Jadi, bagi Mama yang baru melahirkan dan memiliki riwayat PCOS, menjaga berat badan tetap stabil sangatlah penting. Tubuh yang pulih dengan baik dari gejala PCOS akan mempermudah Mama saat nanti ingin merencanakan adik untuk si Kecil.

4. Lingkungan tubuh lebih “sehat” untuk sel telur

Apakah Benar Turun Berat Badan Bikin Subur_ Ini Faktanya! 5.jpg
Freepik/afzar

Tahukah Mama bahwa kelebihan berat badan atau obesitas sering memicu kondisi inflamasi (peradangan) kronis tingkat rendah di dalam tubuh? Kondisi ini menghasilkan zat kimia yang dapat merusak kualitas sel telur. Lingkungan tubuh yang meradang tentu bukan tempat yang ideal bagi janin untuk menempel (implantasi) di dinding rahim nantinya.

Dengan menurunkan berat badan, tingkat inflamasi di dalam tubuh pun akan ikut menurun secara signifikan. dr. Diana menekankan bahwa kondisi lingkungan tubuh yang lebih "sehat" ini akan membuat kualitas ovum membaik.

"Turun BB, inflamasi menurun, kualitas ovum dan implantasi lebih baik," jelas beliau mengenai pentingnya kondisi internal tubuh yang bersih.

Berdasarkan laporan ilmiah dari National Institutes of Health (NIH), peradangan akibat lemak berlebih dapat mengganggu komunikasi antara embrio dan dinding rahim. Jika komunikasi ini terganggu, maka risiko keguguran dini atau kegagalan implantasi akan meningkat. Itulah mengapa tubuh yang "bersih" dari peradangan sangat krusial bagi keberhasilan promil maupun kesehatan rahim pasca bersalin.

Penurunan berat badan membantu menetralkan radikal bebas yang dipicu oleh stres oksidatif dari sel lemak. Saat radikal bebas berkurang, sel telur terlindungi dari kerusakan DNA yang bisa memengaruhi kesehatan calon bayi. Jadi, dengan tubuh yang lebih sehat, Mama tidak hanya meningkatkan peluang hamil, tapi juga peluang kehamilan yang kuat dan sehat di masa depan.

5. Hormon lapar & metabolisme lebih stabil

Apakah Benar Turun Berat Badan Bikin Subur_ Ini Faktanya! 6.jpg
Freepik/benzoix

Selain hormon seksual, hormon yang mengatur rasa lapar seperti leptin juga berperan besar dalam kesuburan. Saat berat badan berlebih, sering terjadi kondisi ketidakseimbangan hormon lapar. Metabolisme yang kacau membuat tubuh seolah mengirimkan sinyal "stres" yang membuat fungsi reproduksi dikesampingkan karena tubuh merasa kondisinya sedang tidak stabil.

Ketika berat badan mulai terkontrol, metabolisme pun menjadi lebih seimbang dan stabil.

"Leptin dan hormon lain jadi lebih seimbang, sehingga tubuh lebih siap untuk reproduksi," tambah dr. Diana Suganda.

Sinkronisasi antara hormon metabolisme dan hormon reproduksi inilah yang menjadi pondasi utama bagi seorang perempuan untuk bisa berfungsi secara optimal.

Penelitian dari University of Adelaide menunjukkan bahwa keseimbangan hormon leptin sangat krusial dalam mengatur sinyal di otak menuju organ reproduksi. Jika metabolisme lancar, maka sinyal untuk memproduksi hormon kesuburan akan mengalir dengan baik. Metabolisme yang stabil adalah tanda bagi otak bahwa tubuh memiliki cukup energi untuk menunjang kehamilan.

Kondisi metabolisme yang sehat juga berarti tingkat energi Mama akan lebih terjaga setiap hari. Mama tidak akan mudah merasa lemas atau stres karena fluktuasi gula darah yang tajam pasca melahirkan. Dengan kondisi fisik dan mental yang lebih stabil, tubuh Mama pun akan berada dalam mode "siap" untuk menjalani fase kehidupan berikutnya dengan lebih bahagia dan bugar.

Menurunkan berat badan memang butuh perjuangan yang tidak sebentar, tapi Mama nggak perlu langsung drastis kok. Ternyata, menurunkan berat badan sebanyak 5–10% saja sudah bisa memberikan perubahan besar, mulai dari haid yang lebih teratur, peningkatan kualitas sel telur, hingga menaikkan peluang hamil secara signifikan.

"Jadi bukan cuma kurus… tapi tubuh kembali ‘sinkron’. Dan saat tubuh siap, kesuburan pun ikut meningkat," pesan dr. Diana melalui unggahan Instagramnya.

Jadi, baik untuk tujuan promil atau sekadar pemulihan pascapersalinan, yuk mulai jalani pola hidup lebih sehat dari sekarang demi diri sendiri dan keluarga tercinta!

Nah, kalau Mama sendiri, apa nih langkah kecil yang sudah Mama lakukan untuk menjaga berat badan tetap ideal demi kesehatan reproduksi?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More