Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menstrual Cup Sebabkan Endometriosis, Bagaimana Faktarnya? 
Pexels.com/ Karola G
  • Beredar narasi bahwa penggunaan menstrual cup dapat memicu endometriosis, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna.
  • Menstrual cup dikenal sebagai alternatif ramah lingkungan karena bisa digunakan berulang kali dan mengurangi risiko iritasi kulit.
  • Klaim bahwa darah menstruasi dapat berbalik ke rahim hingga menyebabkan pertumbuhan sel abnormal menjadi sorotan utama dalam isu ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sedang beredar lagi narasi mengenai bahaya dari penggunaan menstrual cup. Beberapa dokter kandungan dan bidan mengatakan kalau penggunaan mens cup bisa memicu endometriosis

Menstrual cup menjadi salah satu solusi untuk ramah bumi karena penggunaannya yang bisa dipakai berkali-kali. Selain itu, mens cup juga menjadi solusi karena bisa mengurangi ruam dan masalah yang bisa timbul saat menggunakan pembalut. 

Sempat beredar kalau ternyata penggunaan mens cup bisa menyebabkan endometriosis karena darah yang sudah keluar bisa berbalik ke rahim dan luar rahim sehingga berujung tumbuhnya sel abnormal di rahim. 

Nah, bagaimana mengenai faktanya? Popmama.com akan menjabarkannya untuk Mama. 


1. Apakah darah haid bisa berbalik kembali ke rahim?

Pexels.com/Polina

Dalam narasi yang beredar, penggunaan mens cup berbahaya karena bisa memicu terbentuknya endometriosis. Endometriosis  kondisi ketika jaringan yang mirip lapisan dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti di indung telur, saluran tuba, atau organ panggul lainnya.

Sedangkan menurut berita yang beredar, darah haid yang berbalik karena penggunaan mens cup bisa memicu terjadinya endometriosis. Pertama, apakah darah haid bisa mengalir kembali ke rahim? Faktanya, darah haid tidak bisa naik atau kembali ke rahim akibat penggunaan menstrual cup, demikian dilansir dari Healthline

Posisi mens cup berada jauh di bawah leher rahim, sehingga secara anatomis darah yang sudah ditampung tidak mungkin kembali mengalir melawan gravitasi masuk ke dalam rahim. 


2. Mens cup menyebabkan endometriosis

Freepik.com

Beberapa topik di sosial media membicarakan mengenai risiko menggunakan mens cup. Banyak orang mengatakan kalau mens cup bisa menjadi penyebab endometriosis. Bahkan, beberapa dokter kandungan dan bidan mengiyakan hal tersebut. 

Biasanya, hal ini diungkapkan oleh para perempuan setelah berkonsultasi ke dokter dan bidan. Mereka mengatakan kalau dokter atau bidan tidak menyarankan penggunaan mens cup karena bisa menyebabkan kista dan endometriosis. 


3. Bagaimana faktanya?

Pexels.com/jcomp

Sejauh ini, belum ada penelitian yang mumpuni untuk membuktikan hal tersebut. Meski, sudah ada beberapa penelitian yang diunggah di Pubmed mengenai mens cup dan endometriosis. Namun hasil dari penelitian ini masih belum bisa membuktikan kalau mens cup membuat seseorang mengalami endometriosis, demikian dilansir dari Pubmed

Pada penelitian yang menelaah mengenai hubungan mens cup dan endometriosis dan adenomiosis, ditemukan bahwa kebanyakan orang yang memakai mens cup tidak mengalami keluhan atau gejala endometriosis. 

Bahkan, ada 3 kelompok penelitian yang gagal membuktikan kalau mens cup menyebabkan endometriosis. 


4. Namun, ada kasus yang terjadi

Vecteezy.com/dao_kp20226443

Dari penelitian yang sama, disebutkan ada salah satu subjek penelitian yang mengalami endometriosis setelah rutin menggunakan mens cup selama bertahun-tahun. Namun, fakta ini belum bisa dibuktikan kesahihannya karena endometriosis bisa disebabkan oleh banyak faktor, tidak hanya dari satu faktor saja. 

Selain itu, subjek penelitian yang sama tidak mengalami kondisi serupa, meski menggunakan mens cup dengan durasi yang sama. Tetap saja, kondisi tersebut tidak bisa disamaratakan dan tidak bisa menjadi kesimpulan mengenai isu ini. 

5. Cara aman menggunakan mens cup

Ilustrasi wanita memegang menstrual cup (freepik.com/freepik)

Meski dianggap lebih simple dan nyaman, namun tetap ada aturan dalam menggunakan mens cup. Mama perlu mengganti mens cup minimal 3 jam sekali, dan bisa lebih cepat jika flow haid sedang banyak. 

Selain itu, pastikan menerapkan sanitasi yang baik untuk proses penggantian, pencucian, dan pemasangan mens cup. Tak lupa, pastikan untuk melakukan sterilisasi mens cup sebelum mulai kembali dipakai. 

Itu dia fakta mengenai mens cup dan hubungannya dengan endometriosis. Semoga bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article