Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klinik IVF Ini Resmi Hadir di BSD, Gandeng Monash University
Dok. Morula
  • Klinik Morula membuka fasilitas fertilitas berstandar internasional di BSD, menambah pilihan layanan bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

  • Klinik ini menjalin kemitraan dengan Education Program in Reproduction and Development (EPRD) dari Monash University.

  • Kerja sama tersebut bertujuan membangun registri longitudinal hasil IVF memakai data dari jaringan klinik fertilitas Morula di seluruh Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semakin banyak pilihan klinik fertilitas yang tersedia di Jakarta dan sekitarnya. Kini, ada Klinik Morula yang berkualitas internasional di BSD. 

Klinik ini merupakan jalinan kemitraan dengan Education Program in Reproduction and Development (EPRD) dari Monash University. Tujuannya, untuk membagun registri longitudinal hasil IVF dengan menggunakan data dari jaringan klinik fertilitas Morula di seluruh Indonesia. 

Seperti apa kliniknya dan apa saja bedanya dengan klinik Morula yang lain? Popmama.com akan merangkumkannya untukmu. 


1. Manfaat pendataan hasil program IVF

Dok. Morula

Rangkaian program IVF bisa melibatkan satu kali stimulasi ovarium dan pengambilan sel telur, lalu diikuti oleh beberapa kali transfer embrio. Saat ini, keberhasilan kehamilan masih banyak dilaporkan berdasarkan setiap transfer embrio, baik embrio fresh ataupun frozen

Nah, melalui pendataan hasil program IVF yang akan dipantau secara jangka panjang bersama Monash University, seluruh embrio yang dihasilkan dari satu kali proses pengambilan sel telur akan dipantau hingga kemungkinan terjadinya kelahiran hidup. 

Dengan pendekatan ini, pendataan ini diharapkan bisa mengevaluasi angka kelahiran hidup kumlatif dari satu siklus Assisted Reproductive Technology (ART) secara lengkap. Selain itu, bisa juga untuk mengevaluasi kelahiran hidup setelah transfer embrio fresh dan transfer embrio frozen berikutnya. 

Kemudian bisa memberikan hasil dari berbagai kelompok pasien berbeda, serta waktu dan jumlah tahapan pemeriksaan yang dibutuhkan sampai tercapainya kelahiran hidup. Cara ini sudah dilakukan di AS, Inggris, dan Australia.

2. Memberikan gambaran yang lebih jelas pada calon orangtua

Dok. Morula

Kerjasama ini diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas untuk para calon orang tua yang sedang merencanakan kehamilan. 

"Bagi pasien, pertanyaan yang penting bukan hanya apakah satu kali transfer embrio menghasilkan kehamilan, tetapi seberapa besar peluang mereka yang akhirnya dapat mencapai kelahiran hidup dari keseluruhan rangkaian pemeriksaan yang dijalani," kata Dr. Mulyoto Pangestu, Dosen EPRD, Department of Obstetrics and Gynaecology, School of Clinical Sciences at Monash Health, Faculty of Medicine, Nursing and Health Sciences, Monash University. 

Dengan kerjasama ini, diharapkan juga bisa berkontribusi menghadirkan bukti ilmiah yang lebih kuat, transparansi yang lebih baik, serta mendukung pengambilan keputusan dalam layanan fertilitas di Indonesia. 


3. Klinik fertilitas internasional terbaru dengan banyak kolaborasi

Dok. Morula

Klinik Morula sudah berpengalaman selama 28 tahun dan dengan hadirnya Morula IFC bisa memperluas akses terhadap layanan fertilitas lanjutan bagi keluarga di kawasan Tangerang Kota. 

Laboratorium Morula IFC dipimpin oleh Scientific Director Audrey Wei, embriolog klinis asal Australia, dengan pengalaman internasional lebih dari 20 tahun, bersama Prof. Arief Boediono, PhD Group Scientific Director Morula Indonesia. 

Lalu, ada juga kolaborasi klinis yang melibatkan Dr. Lihong Geng, Chief Medical Quality Control Officer dari Jinxin Fertility Group yang terdaftar di Bursa Hong Kong. 


4. Pelayanan yang tersedia di sana

Dok. Morula

IFC memiliki pengalaman di sektor layanan kesehatan di berbagai negara seperti Australia, China, India, Malaysia, Singapura, dan AS. Tim pelayanan pasien juga memiliki kemampuan multibahasa yang memudahkan para pasien. 

Di sini, para calon orang tua bisa mendapatkan pelayanan dengan konsep Morula 360° Fertility Care, yang merupakan model pelayanan terintegrasi dan berpusat pada pasien yang menghubungkan tim medis, keperawatan, embriologi, farmasi, serta tim pendamping pasien sejak konsultasi pertama hingga seluruh rangkaian pemeriksaan. 

Pelayanan ini didukung dengan laboratorium IVF berteknologi modern, penyimpanan kriopreservasi khusus dengan pemantauan selama 24 jam setiap hari, serta area konsultasi, konseling dan ruang tunggu yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, privasi, dan kesinambungan pelayanan sepanjang perjalanan fertilitas pasien. 

5. Membangun kepercayaan yang lebih baik terhadap layanan fertilitas

Dok. Morula

Saat ini, sudah banyak klinik fertilitas yang tersedia di Indonesia, dengan berbagai penawarannya. Kehadiran klinik ini diharapkan bisa memberikan data yang lebih baik untuk kepuasan para calon orang tua. 

"Langkah berikutnya adalah memperkuat fondasi melalui data yang lebih baik, hasil perawatan yang lebih transparan, serta kolaborasi internasional yang semakin erat. Dengan cara inilah kami dapat terus memperkuat kepercayaan terhadap layanan fertilitas di Indonesia," ujar Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, MBA, FRANZCOG, SpOG CEO PT Morula Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article