Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Perjalanan Panjang Caca Tengker dan Suami untuk IVF sampai Punya Anak
instagram.com/cacatengker
  • Caca Tengker dan Barry Tamin menempuh perjalanan panjang untuk memiliki anak melalui program bayi tabung yang diputuskan dengan penuh pertimbangan sejak awal pernikahan.
  • Sejak menikah, keduanya rutin berkonsultasi ke dokter kandungan untuk memahami kondisi kesehatan reproduksi dan mempersiapkan langkah terbaik menuju kehamilan.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kista pada ovarium Caca serta masalah kualitas sperma Barry, yang menjadi dasar keputusan mereka menjalani program IVF.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian pasangan, memiliki anak merupakan proses perjalanan yang cukup panjang. Itulah yang dialami Caca Tengker dan Barry Tamin.

Pasangan ini telah memutuskan untuk mencoba program bayi tabung. Bukan tanpa alasan, melainkan sudah diputuskan dengan matang, penuh persiapan dan dibangun perlahan sejak awal pernikahan. 

Keberhasilan pun tidak datang serta merta. Ada proses panjang yang harus dilalui berdua, yang malah bisa membuat hubungan mereka jadi lebih kuat dan stabil. 

Seperti apa cerita IVF Caca Tengker dan suami? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Rutin konsul ke dokter kandungan sejak awal menikah

instagram.com/cacatengker

Sedari awal, Caca dan Barry mengaku rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan. Hasil pemeriksaannya menyebutkan kalau ada beberapa hal yang membuat kehamilan jadi lebih sulit. 

Dengan begitu, keduanya bisa mempersiapkan dengan matang mengenai apa saja yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan kehamilan. 

Lebih lanjut, mereka mengakui kalau dokter menemukan adanya masalah pada kualitas sperma Barry dan penemuan kista pada ovarium Caca. 

Dengan berbekal informasi tersebut, keduanya bisa memahami pilihan program hamil yang tersedia. 

2. IVF jadi pilihan yang terbaik

Instagram.com/cacatengker

Setelah siap untuk memiliki anak, mereka pun kembali berkonsultasi.

Dokter saat itu menjelaskan kalau metode dengan tingkat keberhasilan paling tinggi adalah IVF. Berbekal penjelasan tersebut, mereka pun mantap memilih langkah untuk mencoba IVF. 

"Kita memang mindful bahwa ini pilihan yang kita ambil bersama dan mau menjalaninya bareng-bareng," ujarnya. 

3. Kesiapan mental yang paling penting

instagram.com/barry.tamin

Caca menyoroti hal yang menurutnya paling penting dalam promil yaitu hubungan antara suami dan istri.

Pada awal pernikahan, mereka telah memastikan bahwa kesiapan mental dan hubungan yang sehat menjadi modal utama sebelum menjalani promil. 

Berangkat dari situ, keduanya saling menopang untuk menjalani proses IVF yang panjang dan tidak mudah. 

4. Suntik hormon sendiri

Instagram.com/barry.tamin

Salah satu fase yang dianggap paling menantang dalam perjalanan IVF adalah stimulasi hormon untuk mematangkan sel telur. Caca harus menjalani proses itu sendiri lantaran Barry masih bekerja di bandung. 

Karena hormon tersebut, Caca mengaku mengalami tantangan dalam perubahan suasana hati. Apalagi dengan adanya jarak dengan suami, rasanya ia seperti sendirian. Namun, hal ini adalah sesuatu yang normal dialami, ya. 

5. 11 Telur yang siap dibuahi

instagram.com/cacatengker

Setelah melewati pematangan telur, akhirnya ada 11 telur yang matang dan siap diambil. Proses ovum pick-up ini dilakukan dengan bius total dan pada Caca, efek pasca prosedur adalah kembung dan badan lemas selama beberapa hari. 

Di hari yang sama, Barry memberikan sampel sperma untuk kemudian dipertemukan dengan sel telur di lab. Dari sana, tim embriolog memantau perkembangannya dari hari ke hari. 

Caca pun masih ingat dengan lekat, bagaimana dirinya diperlihatkan perkembangan embrio, mulai dari pembelahan sel hingga mencapai tahap blastokista.  

Tidak semua embrio berkembang dengan kualitas yang sama, ada yang kurang baik, ada juga yang tidak bisa digunakan. Lalu, dokter pun menawarkan, apakah mau membekukan embrio atau langsung melakukan embrio transfer. 

Caca mengaku ingin segera melanjutkan proses sehingga akhirnya satu embrio terbaik dipilih untuk dilakukan proses embrio transfer. 

6. 2WW yang sangat panjang bagi Caca

instagram.com/cacatengker

Setelah embrio transfer, pasien akan diminta menunggu selama 2 minggu atau yang sering disebut 2 Weeks Waiting. Bagi Caca, momen tersebut merupakan masa yang paling challenging baginya. 

Meski dokter tidak menyarankan untuk melakukan tes kehamilan terlalu dini, namun Caca terlalu penasaran dan mencoba membeli test pack. 

Akhirnya, pada bulan Desember 2017, Caca mendapat WA dari perawat yang menyebutkan kalau hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar hormon kehamilan yang tinggi. Artinya, program IVF yang mereka jalani berhasil. 

7. Perjuangan Barry

instagram.com/cacatengker

Caca juga mengenang bagaimana barry berjuang dengan caranya sendiri. Walaupun harus PP Jakarta-Bandung, Barry selalu berusaha hadir dan mendampingi setiap proses yang bisa dijalani bersama. 

Jika melihat lagi sekarang, Caca menyadari kalau dukungan itu jauh lebih besar daripada yang ia rasakan saat emosinya naik turun akibat hormon. 

Pada akhirnya, Caca berharap kalau banyak orang bisa melihat program kehamilan dengan lebih bijak. Menurutnya, tiap pasangan memiliki kondisi, kemampuan, dan pertimbangan beda-beda. Karena itu, tidak ada satu metode yang bisa dianggap lebih baik dibanding metode lainnya. 

Ia melanjutkan, kalau salah satu hal terpenting adalah memastikan kondisi mental diri dan pasangan dalam keadaan sehat dan matang sehingga bisa lebih bijak dalam melewati setiap tantangan yang ada. 

Editorial Team

Related Article