“Pernahkah kita membayangkan betapa beratnya perjalanan sepasang suami istri yang datang ke klinik fertilitas? Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda; yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,” ujar Wamenkes Dante saat menyampaikan sambutan di acara peluncuran kembali (re-launching) Klinik Yasmin Reproductive Cluster di RSCM Kencana, Jakarta, Selasa (26/5/2026) dikutip dari website resmi.
Data Kemenkes: Tingkat Infertilitas Naik, Bayi Tabung Semakin Digemari

Tingkat infertilitas di Indonesia mencapai 10-15% dari pasangan usia subur, setara dengan sekitar 4-6 juta pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk memiliki keturunan.
Minat terhadap program bayi tabung meningkat pesat, dari 23.000 pasien pada 2021 menjadi 36.000 pasien pada 2024, seiring bertambahnya kesadaran akan kesehatan reproduksi.
Kemenkes mendorong peningkatan kualitas klinik fertilitas seperti Klinik Yasmin RSCM agar kompetitif secara global dengan teknologi modern dan layanan humanis.
Persoalan kesuburan atau infertilitas kini menjadi tantangan yang dihadapi jutaan pasangan di Indonesia. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi, minat terhadap program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) juga menunjukkan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai layanan fertilitas menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian, terutama untuk membantu pasangan yang mengalami kesulitan memiliki keturunan sekaligus menjaga angka kelahiran nasional di masa depan.
Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai tingkat infertilitas naik yang membuat bayi tabung semakin digemari.
1. Tingkat infertilitas di Indonesia terus meningkat

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa tingkat infertilitas di Indonesia saat ini mencapai 10-15 persen dari seluruh pasangan usia subur. Dari total sekitar 39,8 juta pasangan usia subur di Indonesia, diperkirakan terdapat 4 hingga 6 juta pasangan yang membutuhkan bantuan atau intervensi medis untuk memperoleh keturunan.
Harapan yang diperjuangkan tersebut selaras dengan besarnya tantangan infertilitas saat ini. Secara global, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025 mencatat sekitar 17,5% populasi dewasa atau 1 dari 6 orang di dunia mengalami infertilitas.
2. Minat program bayi tabung terus bertambah

Meningkatnya kesadaran pasangan untuk memeriksakan kesehatan reproduksi sejak dini turut mendorong pertumbuhan layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB), termasuk program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah pasien IVF meningkat signifikan dari 23.000 pasien pada 2021 menjadi 36.000 pasien pada 2024.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, saat ini terdapat 67 klinik fertilitas yang tersebar di 15 provinsi serta 59 rumah sakit yang telah memiliki izin resmi untuk menyelenggarakan layanan IVF. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, layanan fertilitas juga berperan penting dalam menjaga angka kelahiran dan kualitas generasi mendatang.
"Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," ujar Dante.
3. Layanan fertilitas dalam negeri semakin kompetitif

Selain memperluas akses layanan, Kemenkes juga terus mendorong peningkatan kualitas klinik fertilitas di Indonesia agar mampu bersaing dengan layanan serupa di negara lain seperti Singapura dan Malaysia.
Salah satu contohnya adalah Klinik Yasmin di RSCM Kencana yang baru saja diluncurkan kembali dengan teknologi yang lebih modern dan pendekatan layanan yang lebih humanis. Sepanjang tahun 2025, klinik tersebut mencatat 95 kehamilan dari total 221 siklus program yang dijalankan.
Selain program IVF, Klinik Yasmin juga menyediakan berbagai layanan reproduksi berbantu lainnya, seperti pemeriksaan genetik embrio, pembekuan sperma (sperm freezing), hingga pusat layanan untuk pasangan yang mengalami keguguran berulang.
Klinik Yasmin Reproductive Cluster memiliki delapan layanan utama yang mencakup infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS) (sekarang menjadi PMOS atau Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.
Dengan konsep layanan terbaru, klinik ini menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman, personal, serta didukung laboratorium dan teknologi modern untuk menunjang keberhasilan program reproduksi.
Itulah tadi informasi mengenai infertilitas naik yang membuat minat bayi tabung di Indonesia meningkat. Semoga informasinya membantu!


















