Tunda Kehamilan di Masa Pandemi, Ini Pilihan Kontrasepsi yang Tepat

Pemerintah sendiri mengimbau agar pasutri menunda kehamilan selama pandemi Covid-19 ini

30 September 2021

Tunda Kehamilan Masa Pandemi, Ini Pilihan Kontrasepsi Tepat
Pexels/karolina-grabowska

Di tengah masa pandemi Covid-19, banyak pasangan ragu untuk datang ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk melakukan kontrasepsi. Alhasil selama pandemi ini, tercatat di beberapa daerah di Indonesia terjadi lonjakan kehamilan yang tidak direncanakan.

Mungkin masa pandemi sekarang juga menuntut Mama harus di rumah saja, karena khawatir akan paparan virus corona. Namun, meski tidak bisa ke faskes terdekat bukan berarti Mama tidak bisa mencegah kehamilan yang nggak direncanakan lho.

Kira-kira apa saja alat kontrasepsi yang pas untuk Mama gunakan saat New Normal nanti? Berikut Popmama.com rangkum informasinya.

Editors' Pick

1. Kontrasepsi jangka panjang jadi pilihan tepat

1. Kontrasepsi jangka panjang jadi pilihan tepat
venusmed.at

Dijelaskan oleh Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dokter Emi Nurjasmi, M.Kes, bahwa metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) menjadi pilihan yang tepat untuk menghadapi new normal.

"Dalam konteks new normal itu sudah sangat tepat sekali memberikan edukasi ke klien bahwa MKJP itu adalah metode yang pas, karena tidak berisiko untuk keluar (rumah) setiap bulan," ujar dokter Emi dalam Webinar Urgensi Pelayanan KB Pada Masa New Normal, Selasa (9/6/2020) lalu.

Dokter Emi menegaskan bahwa dalam masa new normal ada bisa saja ada perubahan dan keterbatasan layanan pada faskes. Namun, hal itu juga jangan jadi ketakutan dan momok tersendiri bagi Mama. Karena bagaimanapun, sebut kita harus bisa menyesuaikan.

Salah satu yang bisa Mama lakukan yakni membuat janji temu dulu di faskes tujuan. Alat kontrasepsi yang termasuk dalam kategori MKJP adalah implan dan IUD.

"Ada protokol yang harus kita ikuti. Tidak perlu takut juga sepanjang kita keluar (rumah) untuk tujuan tertentu. Taat protokol dan menelepon dulu ke faskes supaya bisa langsung dilayani," paparnya.

2. Membeli alat kontrasepsi secara online

2. Membeli alat kontrasepsi secara online
Unsplash/ReproductiveHealthSuppliesCoalition

Pelayanan KB di masa new normal harus segera digalakkan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan kehamilan yang tidak direncanakan. Jika Mama bingung ataupun ragu ke luar rumah, alat kontrasepsi yang dijual bebas pun bisa menjadi pilihan.

Dengan memanfaatkan hal ini, Mama nggak perlu datang ke faskes secara langsung. Namun, Mama bisa memanfaatkan layanan online untuk berkonsultasi.

"Sebetulnya dalam keadaan seperti sekarang, bisa memanfaatkan kontrasespsi yang bisa dibeli online. Sekarang ada banyak layanan online untuk kondom dan pil KB. (Pil KB) meski obat resep tapi sebetulnya bisa dibeli secara online tanpa harus menggunakn resep. itu bisa jadi akses yang bisa dipilih," jelas Head of Strategic Planning DKT Indonesia Aditya A. Putra, pada kesempatan yang sama.

3. Jangan bergantung pada alat kontrasepsi darurat

3. Jangan bergantung alat kontrasepsi darurat
Freepik/pressfoto

Selama pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang kesulitan ke faskes karena terbatasnya layanan. Hal ini tentunya membuat sebagian Mama mungkin memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi darurat.

Namun, tahukah Mama kalau kontrasepsi darurat (kondar) tidak bisa dipakai secara terus-menerus lho. Karena efeknya akan langsung menyerang hormon dalam tubuh.

Menurut dokter Emi, pertama tentu dilihat dulu seberapa sering penggunaan kontrasepsi darurat tersebut. Karena biasanya sudah diatur sesuai kapasitas hormon pemakaianya. Namun, ia mengingatkan bahwa jangan menjadikan kontrasepsi darurat sebagai rutinitas.

"Jangan diharapkan ini (kondar) menjadi ruitnitas dan harus segera kita berikan edukasi dan konseling supaya tidak berulang menggunakan kontrasepsi darurat. (Karena) harus menggunakan (kontrasepsi) yang benar. Kita kan sekarang ingin dapat yang mudah. Bukan hanya mudah didapatkan, tapi juga mudah untuk dikontrol," jelas dokter Emi. 

Dokter Emi juga mewanti-wanti agar tidak menggunakan kontrasepsi darurat terlalu sering. Apalagi rutin setiap minggu.

"Namanya juga darurat berarti nggak bisa terus-menerus," tegasnya. 

Itulah tadi informasi mengenai metode kontrasepsi yang bisa Mama gunakan selama pandemi dan fase new normal. Sebaiknya Mama tetap berkonsultasi kepada dokter atau bidan di fasilitas kesehatan baik secara langsung maupun online ya, Ma.

Baca juga:

The Latest