11 Tanda Ketidakseimbangan Hormon dalam Tubuh

Apakah kamu pernah merasakan salah satu tandanya?

14 Oktober 2021

11 Tanda Ketidakseimbangan Hormon dalam Tubuh
Freepik/lookstudio

Dilansir dari Medline Plus, hormon adalah pembawa pesan kimiawi dalam tubuh, yang melakukan perjalanan di dalam aliran darah menuju ke jaringan atau organ.

Hormon bisa memengaruhi banyak sistem di dalam tubuh kamu, diantaranya tumbuh kembang, metabolisme, fungsi seksual, mood, hingga sistem reproduksi.

Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, biasanya terjadi karena kamu memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tertentu. Ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan kesuburan kamu, bahkan jika kamu mengalami kekurangan hormon dalam jumlah kecil. 

Ketidakseimbangan hormon tidak terjadi begitu saja, akan ada tanda-tanda yang mungkin kamu rasakan. Mulai dari nyeri saat menstruasi, kerontokan rambut, munculnya jerawat di wajah hingga terjadinya anovulasi yang menyebabkan gangguan kesuburan.

Apakah kamu pernah merasakan salah satu dari beberapa tanda tersebut? Yuk, cari tahu tanda ketidakseimbangan hormon dalam tubuh lainnya, yang telah Popmama.com rangkum untuk kamu, dilansir dari Natural Fertility Info.

1. Nyeri saat menstruasi

1. Nyeri saat menstruasi
Freepik/diana.grytsku

Salah satu tanda ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, yaitu timbulnya rasa nyeri saat menstruasi. Sebenarnya, perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus menstruasi merupakan hal yang normal.

Tapi jika kamu mengalami nyeri parah saat menstruasi, sampai-sampai mengganggu aktivitas, itu merupakan tanda kamu mengalami ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kadar estrogen tinggi, progesteron rendah dan stres.

2. Tubuh jadi mudah lelah

2. Tubuh jadi mudah lelah
Freepik/cookie_studio

Jika kamu mengalami kelelahan yang berkepanjangan, tapi tidak ada kaitannya dengan kehamilan, bisa jadi kamu mengalami ketidakseimbangan hormon nih.

Kondisi ini, disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron dan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Selain itu, kadar hormon testosteron yang rendah juga bisa menjadi penyebab kelelahan, khususnya pada perempuan.

3. Migrain saat premenstrual syndrome (PMS)

3. Migrain saat premenstrual syndrome (PMS)
Freepik/wayhomestudio

Terjadinya fluktuasi atau naik turunnya kadar hormon, bisa memicu terjadinya migrain pada perempuan. Hal ini, disebabkan oleh kepekaan tubuh terhadap penurunan estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi. Serta perubahan hormon yang terjadi pada fase perimenopause.

Migrain bisa dialami oleh siapa saja. Termasuk kamu yang mengonsumsi pil KB secara rutin. 

4. Pembengkakan dan pembesaran ukuran payudara

4. Pembengkakan pembesaran ukuran payudara
Freepik/wayhomestudio

Jika kamu mengalami pembengkakan payudara, yang tidak berkaitan dengan kehamilan atau masa pubertas, ada kemungkinan kamu mengalami masalah ketidakseimbangan hormon. Selain itu, kamu mungkin saja mengalami pembesaran payudara, yang membuat ukurannya meningkat.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kadar estrogen dan progesteron yang berlebihan. Estrogen menyebabkan pembengkakan sel-sel lemak di payudara, sedangkan progesteron meningkatkan ukuran kelenjar susu pada payudara.

Editors' Picks

5. Bertambahnya berat badan tanpa sebab yang jelas

5. Bertambah berat badan tanpa sebab jelas
Freepik/user18526052

Kenaikan berat badan tanpa sebab di sekitar bagian tengah tubuh, bokong, pinggul dan paha, merupakan salah satu tanda ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Kamu perlu berhati-hati nih, apalagi jika sudah mencoba beragam cara diet, tapi berat badan justru malah makin bertambah. 

Hal ini biasanya disebabkan oleh kelebihan hormon estrogen dalam tubuh kamu. Tapi pada kasus kenaikan berat badan di sekitar pinggang dan perut, penyebabnya dikaitkan dengan kadar kortisol yang tinggi. 

6. Kulit wajah menjadi kering dan timbul jerawat

6. Kulit wajah menjadi kering timbul jerawat
Freepik/wayhomestudio

Jerawat hormon paling jelas terlihat saat seseorang memasuki fase pubertas. Tapi, pada beberapa orang, jerawat masih tetap ada, padahal mereka sudah melewati masa remaja.

Beberapa jenis jerawat dikaitkan dengan masalah ketidakseimbangan hormon, terutama jerawat yang kemerahan di sekitar pipi dan hidung.

Hal ini disebabkan oleh kelebihan hormon testosteron, serta konsumsi gula yang berlebihan. Pada perempuan, jerawat di sekitar dagu juga dikaitkan dengan kondisi Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dan penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon. Selain itu, masalah kulit kering juga dikaitkan dengan kurangnya hormon tiroid dalam tubuh.

7. Mengalami vagina kering serta penurunan gairah seksual

7. Mengalami vagina kering serta penurunan gairah seksual
Freepik

Kekeringan pada vagina dan penurunan gairah seksual, banyak dikaitkan dengan perubahan hormon selama perimenopause. Biasanya, kondisi ini banyak terjadi setelah kamu melahirkan atau selama masa menyusui.

Ini paling umum disebabkan oleh kadar estrogen dan progesteron yang rendah, lendir serviks yang sedikit, perubahan hormon menjelang menopause, ovarium prematur atau tindakan medis seperti kemoterapi, radiasi dan histerektomi (pengangkatan rahim). Sedangkan, penurunan gairah seksual pada perempuan biasanya disebabkan oleh rendahnya kadar hormon testosteron.

8. Mengalami kerontokan rambut

8. Mengalami kerontokan rambut
Freepik/User20061941

Masalah kerontokan rambut, biasanya menjadi hal yang meresahkan pada perempuan ya. Biasanya kondisi ini dikaitkan dengan faktor genetika, kekurangan nutrisi dan stres. Tapi ternyata, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh juga bisa menyebabkan terjadinya kerontokan rambut lho.

Penyebabnya adalah kelebihan hormon testosteron, perubahan hormon setelah melahirkan, penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon, PCOS, serta masalah asupan nutrisi saat diet.

9. Mengalami amenorrhea atau siklus menstruasi yang tidak lancar

9. Mengalami amenorrhea atau siklus menstruasi tidak lancar
Freepik

Amenorrhea adalah suatu kondisi dimana kamu tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan atau lebih. Ini umumnya disebabkan oleh terlalu banyak atau sedikitnya hormon estrogen di dalam tubuh, ovarium prematur, stres, masalah tiroid, PCOS, atau perimenopause.

Jika kamu mengalaminya, sebaiknya perhatikan Indeks Massa Tubuh (IMT) kamu ya. Pastikan IMT kamu tidak lebih dari 30. Karena amenorrhea juga berkaitan dengan masalah berat badan terutama obesitas.

10. Nyeri atau kram saat menstruasi, yang mengindikasikan adanya endometriosis

10. Nyeri atau kram saat menstruasi, mengindikasikan ada endometriosis
Freepik/wayhomestudio

Siklus menstruasi yang berlangsung lama, dengan volume darah yang banyak disertai pembekuan, memang sangat menyakitkan. Ini bisa jadi masalah besar bagi perempuan, terutama untuk kesuburan.

Pada satu sisi, kehilangan darah yang banyak bisa menyebabkan kamu mengalami anemia. Sedangkan siklus menstruasi yang berlangsung lama, dikaitkan dengan penyakit endometriosis. Endometriosis adalah penyakit terkait kesuburan, yang terjadi akibat jaringan yang membentuk dinding rahim, tumbuh di luar rahim.

Penyebab umum dari masalah ini adalah kelebihan hormon estrogen, yang mengakibatkan terjadinya penebalan dinding rahim.

11. Anovulasi atau proses pelepasan sel telur yang terhambat

11. Anovulasi atau proses pelepasan sel telur terhambat
Pexels/Andrea Piacquadio

Anvoluasi adalah sebuah kondisi dimana seorang perempuan tidak mengalami ovulasi, atau bisa dikatakan proses pelepasan sel telurnya terhambat. Sedangkan siklus anovulasi, merupakan siklus menstruasi yang terjadi tanpa ovulasi yang normal.

Jika kamu mengalami satu atau dua kali siklus anovulasi, kondisi ini masih bisa dikatakan wajar. Tapi apabila ini terjadi secara teratur, bisa jadi merupakan tanda ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Kalau dibiarkan begitu saja, bisa menyebabkan kamu mengalami infertilitas.

Penyebab umum terjadinya siklus anovulasi adalah perubahan hormon yang berkaitan dengan fase menyusui, penambahan atau penurunan berat badan, stres, penggunaan alat kontrasepsi oral, PCOS, serta pengaruh hormon tiroid.

Nah itulah tadi 11 tanda ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ada baiknya kamu mewaspadai tanda-tanda tersebut ya. Karena jika dibiarkan, akan berisiko menyebabkan terjadinya masalah kesehatan dan gangguan kesuburan.

Semoga informasi ini bisa memberikan pengetahuan baru untuk kamu ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.