Wajib Tahu! Ini 5 Peran Penting Suami dalam Program Hamil Istri

Bukan cuma istri, suami pun harus berperan penting dalam mendukung program hamil

18 Juni 2021

Wajib Tahu Ini 5 Peran Penting Suami dalam Program Hamil Istri
Unsplash/Kelly Sikkema

Jika kalian adalah pasangan yang berencana memiliki anak, maka perlu diingat bahwa bukan hanya istri saja yang harus berjuang sendirian.

Tanggung jawab pun terletak di pundak suami, karena pada dasarnya suami adalah sosok yang pertama berkewajiban mendukung program hamil istri.

Bagi para suami, sebaiknya kamu mengetahui dan memahami beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempermudah program hamil ini, tanpa membebani salah satu pihak.

Program hamil diketahui dapat menguji dan menuntut kesabaran dan pengertian baik dari istri maupun suami. Ketahui juga bahwa ketika kamu dan pasangan ingin punya momongan, jangan selalu jadikan istri sebagai fokus utama.

Suami pun harus sama-sama berperan demi kelancaran dan kesuksesan program hamil. Untuk itu, berikut Popmama.com telah merangkum 5 peran penting suami untuk mendukung berjalannya program hamil secara optimal.

1. Suami harus mendukung lebih dari sekadar soal frekuensi seks

1. Suami harus mendukung lebih dari sekadar soal frekuensi seks
Freepik/senivpetro

Program hamil bukanlah tentang berhubungan seks setiap hari, sesering mungkin. Mengetahui masa subur perempuan nyatanya memiliki peran penting dalam keberhasilan program hamil. Ini bukan hanya tugas istri, tapi suami pun harus mengetahui hal ini.

Masa subur adalah masa telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur istri, suami harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid dari 3-6 siklus haid terakhir.

Jika siklus haid istri berlangsung teratur setiap 28 hari, maka terjadinya ovulasi adalah perkiraan hari haid pertama, berikutnya dikurangi 14 hari. Oleh karena itu, lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah ovulasi.

Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika pasangan melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Lantas, bagaimana dengan posisi seks, apakah ada posisi yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan?

Diketahui, posisi misionaris dan doggy style dianggap sebagai dua posisi terbaik jika ingin cepat hamil.

Editors' Picks

2. Jaga mood istri sebelum bercinta

2. Jaga mood istri sebelum bercinta
Freepik/free picture

Faktor psikologis sangat berpengaruh dalam program kehamilan. Laki-laki harus tahu bagaimana mood istri ketika diajak berhubungan intim, mood yang sedang jelek dapat berdampak terhadap penurunan kualitas hubungan seks.

Salah satu cara untuk menjaga mood istri adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Dengarkan apa pun yang disampaikannya dengan perhatian penuh, tanpa gangguan gawai, gim, atau televisi.

Coba tawarkan untuk memberikan pijatan lembut kepada istri, apalagi jika istri lelah seharian bekerja dan mengurus rumah.

3. Mengajak dan mendukung istri berolahraga

3. Mengajak mendukung istri berolahraga
Freepik/prostooleh

Olahraga tak hanya baik untuk kesehatan, tapi juga untuk kesuburan. Ada studi yang menyatakan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kesuburan perempuan.

Bahkan, perempuan yang berolahraga selama 30 menit atau lebih setiap hari, memiliki risiko rendah mengalami infertilitas akibat gangguan ovulasi.

Olahraga juga dapat memperbaiki metabolisme dan sirkulasi darah. Jika dilakukan secara rutin, maka dapat meningkatkan produksi hormon yang membantu pertumbuhan sel telur.

Olahraga juga dapat mengurangi stres, yang dapat menurunkan kemungkinan pembuahan. Sedangkan untuk para laki-laki, aktivitas fisik dalam bentuk ringan hingga sedang diketahui mampu meningkatkan enzim antioksidarn yang dapat melindungi kualitas sperma.

Olahraga bersama itu tak perlu susah, cukup dengan joging, jalan kaki, berenang, atau bersepeda. Hindari olahraga berat, terutama yang berhubungan dengan perut.

4. Kondisi suami juga harus sehat

4. Kondisi suami juga harus sehat
Freepik/senivpetro

Jangan hanya menuntut istri harus sehat, tapi para suami juga harus sehat. Hal ini bisa didapatkan dari penerapan pola makanan yang sehat dan berimbang. Karbohidrat kompleks, protein, sayuran, dan buah-buahan harus menjadi santapan para suami.

Selain itu, suami harus menghindari rokok, kafein, dan alkohol. Kenapa? Sebab rokok, kafein, dan alkohol bisa mengganggu sistem reproduksi dan kualitas sperma. Para suami juga harus sebisa mungkin menghindari dan mengatasi stres.

Kondisi ini tak hanya dapat berujung pada terjadinya depresi, tapi juga memengaruhi kualitas sperma. Jika kondisi-kondisi tersebut tidak teratasi, program hamil pun terancam berantakan.

5. Suami juga harus mau mengikuti tes kesuburan

5. Suami juga harus mau mengikuti tes kesuburan
Freepik/Sanborr

Biasanya, perempuanlah yang menjadi perhatian utama, menjadi pihak yang menjalani banyak tes, mulai dari tes kesuburan hingga terapi tertentu.

Namun, ingatlah bahwa segala tes dan terapi yang mesti dijalani istri bisa sia-sia jika ternyata masalah utamanya bukan pada istri. Oleh karena itu, sangat penting bagi para suami untuk bersama-sama dengan istri melakukan tes kesuburan tanpa prasangka apa pun.

Untuk laki-laki sebaiknya dilakukan tes analisis kualitas dan kuantitas sperma. Terkait ini, para suami dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis andrologi.

Salah satu kunci keberhasilan program hamil adalah dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol, baik untuk suami maupun istri.

Saling mendukung dan menemani adalah hal dasar yang dilakukan untuk keberhasilan program hamil istri. Cobalah untuk tidak absen dalam menemani istri kontrol ke dokter, karena sejatinya program kehamilan adalah program bersama.

Baik suami maupun istri sama-sama memiliki peran. Jika sudah sama-sama tahu apa perannya, program kehamilan bisa dilakukan dengan baik.

Nah, itulah kelima peran penting suami dalam menjalankan program hamil. Selamat mencoba dan semoga berhasil, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.