Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tanda-Tanda Nyeri Haid Tidak Normal yang Perlu Diperiksa ke Dokter
Magnific.com
  • Nyeri haid perlu diperiksakan jika sampai menghentikan aktivitas, membatalkan janji, atau membuat seseorang harus minum obat agar bisa beraktivitas.

  • Rasa sakit yang makin berat, berbeda dari biasanya, atau sulit ditangani dapat menandakan dismenore sekunder yang berkaitan dengan endometriosis atau adenomiosis.

  • Nyeri saat buang air besar atau kecil selama menstruasi, serta nyeri yang muncul lagi lebih hebat setelah sempat reda, perlu dievaluasi dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nyeri haid sudah jadi keluhan yang umum dialami perempuan saat menstruasi, bukan? Tingkat nyerinya pun bisa berbeda-beda untuk setiap perempuan. Namun,ternyata ada beberapa nyeri haid yang sebaiknya tidak dianggap sebagai hal yang biasa.

Dalam wawancara bersama dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, membahas pentingnya mengenali nyeri menstruasi yang perlu diwaspadai. 

Penasaran nyeri apa saja yang tandanya sudah perlu diperiksa? Berikut Popmama.com sudah rangkum tanda nyeri haid yang sebaiknya perlu diperiksakan ke dokter. Simak selengkapnya, yuk!

Nyeri Haid sampai Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Magnific.com

Nyeri haid bisa punya tingkat keparahan yang berbeda di setiap perempuan. Namun, kalau rasa sakit sampai membuat aktivitas sehari-hari terhenti, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, ya.

“Pastikan kalau nyerinya sudah membuat kamu jadi nggak bisa beraktivitas, itu berarti sudah mengganggu,” jelas dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG, saat dijumpai dalam interview, Rabu (28/10/2026) di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan.

Ia mencontohkan, saat seseorang harus membatalkan janji atau minum obat terlebih dahulu agar bisa beraktivitas saat nyeri haid, nah, berarti nyeri tersebut sudah perlu diperhatikan.

Nyeri Haid yang Semakin Parah

Magnific.com

Nyeri haid yang semakin berat atau sulit ditangani juga perlu diperiksakan ke dokter. Terlebih, jika rasa sakit tersebut berbeda dari yang biasanya dirasakan setiap kali menstruasi.

Menurut dr. Agatha, kalau nyeri yang tidak bisa tertangani dengan tepat perlu dicari tahu penyebabnya. Ia juga menyampaikan kalau kondisi itu dinamakan dismenore sekunder dan bisa berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, seperti endometriosis atau adenomiosis.

Nyeri Haid Disertai Rasa Sakit saat Buang Air

Magnific.com

Sebagian perempuan, nyeri yang berkaitan dengan endometriosis bukan hanya terasa di perut bawah. Rasa sakit ini bisa menjalar ke area usus atau kandung kemih.

Hal itu membuat buang air besar maupun buang air kecil akan terasa nyeri selama menstruasi. Keluhan yang berulang seperti ini sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.

dr. Agatha menjelaskan, “Ada juga nih, yang hinggapnya di bagian depan rahim dan dekat sama kantong pipis. Setiap dia pipis, selama durasi haid tujuh hari itu akan selalu nyeri.”

Nyeri Haid yang Kembali Muncul setelah Sempat Mereda

Magnific.com

Nyeri menstruasi yang sempat menghilang selama beberapa waktu, lalu muncul lagi tapi lebih berat juga perlu diwaspadai, lho. Perubahan pola nyeri ini bisa jadi salah satu petunjuk adanya kondisi medis yang perlu diperiksa lebih lanjut.

“Misalnya mulai haid umur 11 tahun, terus nyeri haid muncul selama satu tahun atau dua tahun. Terus sempat hilang. Begitu dia masuk masa kuliah, muncul lagi. Tapi munculnya kok lebih hebat. Nah, itu yang namanya dismenore sekunder," ucap dr. Agatha.

Menurutnya, kondisi ini bisa juga berkaitan dengan penyakit seperti endometriosis atau adenomiosis yang biasanya terjadi pada perempuan. 

Nyeri haid memang umum terjadi saat menstruasi, tetapi rasa sakit yang sampai mengganggu aktivitas atau kembali muncul setelah sempat mereda sebaiknya tidak diabaikan, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article