Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mitos atau Fakta, Sering Minum Kopi Memengaruhi Kesuburan Perempuan?

2 min read
Mitos atau Fakta, Sering Minum Kopi Memengaruhi Kesuburan Perempuan?
Magnific.com
  • Dokter menyatakan konsumsi kopi dalam batas wajar umumnya aman bagi kesehatan reproduksi perempuan; konsumsi lebih dari tiga cangkir lebih berpengaruh pada kesehatan jantung.

  • Yang perlu dipantau adalah total kafein, bukan hanya jumlah cangkir. Asupan tinggi di atas 300–500 mg per hari berpotensi sedikit memperpanjang waktu untuk hamil.

  • Tambahan gula, susu, krimer, atau sirup pada kopi kekinian juga perlu diperhatikan; minuman berpemanis gula harian dikaitkan dengan peluang pembuahan bulanan lebih rendah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apakah Mama suka mengonsumsi kopi? Kopi ini sudah jadi minuman yang banyak dikonsumsi untuk menemani aktivitas sehari-hari. Nah, sebagian orang bahkan terbiasa minum kopi lebih dari satu cangkir untuk membantu tetap fokus saat bekerja. 

Kebiasaan ini kadang menimbulkan pertanyaan, lho, terutama bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan. Nah, jadi benarkah sering minum kopi bisa memengaruhi kualitas sel telur dan kesuburan perempuan? 

Berikut Popmama.com sudah rangkum penjelasan dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi tentang pengaruh konsumsi kopi terhadap kesuburan perempuan. Yuk, simak selengkapnya!

  1. Minum Kopi dalam Batas Wajar Masih Aman

    Minum Kopi dalam Batas Wajar Masih Aman
    Magnific.com

    Menurut dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG, konsumsi kopi dalam batas wajar umumnya tidak masalah untuk kesehatan reproduksi. Namun, jika berlebihan, seperti lebih dari 3 gelas atau 3 cangkir, lebih akan berpengaruh ke kesehatan jantung, daripada kesuburan secara menyeluruh. 

    “Selama konsumsi masih dalam batas wajar, tidak ada masalah untuk perempuan,” jelas dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG. saat dijumpai dalam interview, Rabu (28/10/2026) di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan.

  2. Perhatikan Jumlah Kafein, Bukan Hanya Jumlah Cangkir Kopi

    Minum Kopi dalam Batas Wajar Masih Aman
    Magnific.com

    Jumlah kafein di setiap minuman bisa berbeda, tergantung jenis kopi, ukuran sajian, dan cara pembuatannya. Jadi, menghitung konsumsi berdasarkan jumlah cangkir saja belum tentu cukup, terutama kalau memesan kopi dengan tambahan espresso atau double shot.

    dr. Agatha menjelaskan bahwa perempuan yang masih aktif secara reproduktif perlu memperhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi setiap hari. Everyday Health juga menyebutkan, konsumsi kafein dalam jumlah tinggi, yakni lebih dari 300-500 mg per hari, berpotensi sedikit memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk hamil. 

    Pada sebagian orang, asupan kafein yang tinggi ternyata juga bisa memengaruhi hormon reproduksi dan fungsi tuba falopi, lho. Saluran ini adalah saluran utama yang menghubungkan ovarium (indung telur) dengan rahim.

  3. Memerhatikan Kandungan Gula di Kopi Kekinian

    Memperhatikan Kandungan Gula di Kopi Kekinian
    Magnific.com

    Kopi kekinian sering disajikan dengan tambahan gula, susu, krimer, atau sirup. Bahan-bahan ini bisa meningkatkan kandungan kalori dan gula dalam minuman, terutama jika dikonsumsi setiap hari.Dalam wawancara, dr. Agatha menyoroti bahwa kandungan tambahan pada kopi kekinian juga perlu diperhatikan, bukan hanya kopinya. 

    Dilansir dari The Brink, Boston University, sebuah penelitian juga menemukan bahwa konsumsi satu atau lebih minuman berpemanis gula per hari dikaitkan dengan peluang pembuahan bulanan yang lebih rendah, baik pada perempuan maupun laki-laki. Peluang pembuahan bulanan ini dikenal sebagai fecundability. 

    Jadi, minum kopi tidak serta-merta memengaruhi kualitas sel telur atau menghambat kesuburan perempuan, ya. 

    Namun, jumlah kafein dan kandungan gula tambahan tetap perlu diperhatikan, terutama bagi Mama yang sedang merencanakan kehamilan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More