Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Darah Haid Menggumpal Hitam dan Perut Terasa Nyeri, Apa Penyebabnya?

3 min read
Darah Haid Menggumpal Hitam dan Perut Terasa Nyeri, Apa Penyebabnya?
magnific.com/atlascompany
  • Perubahan hormon dapat memperlambat aliran menstruasi, membuat darah teroksidasi hingga berwarna cokelat tua atau hitam dan berpotensi menggumpal.

  • Obstruksi rahim, miom, endometriosis, dan adenomiosis dapat memicu gumpalan darah tidak biasa, perdarahan lebih banyak, serta nyeri perut atau kram berat.

  • Perubahan pola haid perlu diperhatikan, terutama bila gumpalan lebih dari sekitar 2 cm, nyeri makin berat, keluhan berulang, atau mengganggu aktivitas; konsultasikan ke dokter kandungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah melihat darah haid berwarna hitam, menggumpal, dan terasa nyeri di perut bagian bawah? Darah haid yang berwarna gelap ternyata tidak selalu menandakan masalah kesehatan, lho. 

Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi warna dan bentuk darah menstruasi, termasuk kondisi tertentu yang perlu diperhatikan.

Jadi, apa saja penyebab darah haid menggumpal hitam dan terasa nyeri? Berikut sudah Popmama.com rangkum penyebabnya. Simak selengkapnya, yuk!

  1. Perubahan Hormon

    Perubahan Hormon
    magnific.com/katemangostar

    Perubahan hormon estrogen dan progesteron bisa memengaruhi ketebalan lapisan rahim serta pola keluarnya darah menstruasi. Nah, saat hormon berubah, aliran darah haid bisa lebih lambat, jadi darah membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari tubuh.

    Dilansir dari Max Healthcare, darah yang lebih lama berada di dalam rahim bisa mengalami oksidasi. Maka dari itu, warnanya bisa berubah jadi cokelat tua hingga kehitaman, tidak seperti warna darah haid biasanya.

  2. Obstruksi Rahim

    Obstruksi Rahim
    Magnific.com

    Penyebab selanjutnya bisa karena obstruksi rahim, yang adalah kondisi saat aliran darah menstruasi terhambat karena adanya penyumbatan di saluran reproduksi. 

    Kondisi ini bisa membuat darah sulit keluar dengan lancar dan berpotensi menimbulkan keluhan saat menstruasi, seperti nyeri.

    Pristyn Care menyebutkan kalau obstruksi rahim ada kaitannya dengan peningkatan tekanan di dalam rahim dan terbentuknya gumpalan darah menstruasi yang tidak biasa. 

  3. Miom Rahim (Fibroid)

    Miom Rahim (Fibroid)
    Magnific.com

    Miom rahim atau uterine fibroids adalah pertumbuhan jaringan jinak yang berkembang di dinding rahim. Kondisi ini umum terjadi di perempuan dan bisa memengaruhi pola menstruasi.

    Dilansir dari Pristyn Care, miom bisa menyebabkan darah haid keluar lebih banyak dan disertai gumpalan yang tidak biasa. Kalau mengeluarkan gumpalan darah haid berukuran besar seperti lebih dari sekitar 2 cm, segera periksakan ke dokter, ya.

  4. Endometriosis

    Endometriosis
    Magnific.com

    Endometriosis ini terjadi saat jaringan yang mirip lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri haid yang berat, perdarahan lebih banyak, dan gangguan pencernaan.

    Salah satu penelitian di jurnal Clinical Medicine, menyebutkan kalau peradangan akibat endometriosis bisa memengaruhi area panggul dan saluran pencernaan, jadi sebagian penderita akan mengalami nyeri perut atau gangguan pencernaan saat menstruasi. Perdarahan yang lebih banyak juga bisa disertai gumpalan darah haid.

  5. Adenomiosis

    Adenomiosis
    Magnific.com/shurkin_son

    Penyebab selanjutnya kemungkinan adalah Adenomiosis yang terjadi saat jaringan menyerupai lapisan dalam rahim tumbuh di dalam dinding otot rahim. Nah, kondisi ini bisa membuat rahim membesar dan menyebabkan menstruasi terasa lebih nyeri.

    Dilansir dari Mayo Clinic, adenomiosis menyebabkan perdarahan menstruasi yang lebih banyak dan kram yang berat. Aliran darah yang deras juga bisa disertai gumpalan darah berukuran besar saat menstruasi.

    Darah haid yang berwarna hitam, menggumpal, dan disertai nyeri bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi di atas, Ma. Jadi, penting untuk memperhatikan perubahan pola menstruasi, terutama jika gumpalan berukuran besar atau nyeri terasa semakin berat.

    Kalau keluhan terus berulang atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More