Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tata Cara Salat Taubat agar Bisa Dikarunia Anak, Ikhtiar Doa Ini!

Tata Cara Salat Taubat agar Bisa Dikarunia Anak, Ikhtiar Doa Ini!
Pexels/kamera_ ragnala
Intinya Sih
  • Salat taubat adalah ibadah sunah dua rakaat untuk memohon ampun, bukan salat khusus agar memperoleh keturunan; pasangan dapat menjadikannya ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Istighfar disebut dalam QS Nuh bersamaan dengan karunia harta dan anak, tetapi bukan jaminan keturunan; hasil akhir tetap merupakan kehendak Allah SWT.
  • Setelah salat, taubat dilakukan dengan tulus dan disertai istighfar; pasangan dapat memanjatkan doa Nabi Zakaria, Nabi Ibrahim, serta doa keluarga penyejuk hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memiliki keturunan menjadi salah satu harapan yang mungkin dipanjatkan pasangan setelah menikah. Selain melakukan berbagai ikhtiar, pasangan juga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, istighfar, dan doa.

Salah satu ibadah yang dapat dilakukan adalah salat taubat. Dalam Islam, salat taubat merupakan ibadah sunah untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.

Meski begitu, perlu dipahami bahwa tidak ada dalil yang secara khusus menyebut salat taubat sebagai salat agar seseorang mendapatkan keturunan. Salat ini pada dasarnya merupakan bentuk taubat kepada Allah SWT. Sementara itu, istighfar dan doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dalam memohon berbagai karunia, termasuk keturunan.

Bahkan, Al-Qur'an mengabadikan doa Nabi Zakaria AS ketika memohon keturunan kepada Allah SWT.

Berikut Popmama.com rangkum tata cara salat taubat dan doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon keturunan.

1. Salat Taubat dilakukan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT

Salat Taubat dilakukan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT
Freepik

Salat taubat merupakan salat sunah yang dilakukan sebagai bentuk kesungguhan seorang hamba untuk kembali kepada Allah SWT dan memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan dosa, kemudian bersuci, melaksanakan salat dua rakaat, dan memohon ampun kepada Allah SWT, maka Allah akan mengampuninya.

Dengan demikian, salat taubat tidak secara khusus ditujukan untuk memohon keturunan. Namun, pasangan yang sedang berharap memiliki anak dapat menjadikan ibadah ini sebagai salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah salat, doa dapat dipanjatkan sesuai kebutuhan, termasuk memohon agar Allah SWT memberikan keturunan yang baik dan saleh.

2. Istighfar disebut dalam Al-Qur'an bersamaan dengan karunia anak

Istighfar disebut dalam Al-Qur'an bersamaan dengan karunia anak
Pexels/Dwi Setyo

Memperbanyak istighfar juga dapat menjadi salah satu amalan yang dilakukan ketika memohon pertolongan dan karunia Allah SWT.

Dalam QS Nuh ayat 10–12, Nabi Nuh AS menyerukan kepada kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Ayat tersebut kemudian menyebutkan berbagai karunia yang dapat diberikan Allah SWT, termasuk harta dan anak-anak.

Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12) 

Artinya:

“Lalu aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun (10). Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepada kamu (11). dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu (12).” (QS Nuh: 10–12).

Ayat tersebut menjadi salah satu landasan bahwa istighfar memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim dan disebut bersamaan dengan berbagai karunia Allah SWT.

Namun, bukan berarti memperbanyak istighfar menjadi jaminan seseorang akan segera mendapatkan keturunan. Doa dan istighfar tetap merupakan bentuk penghambaan dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan kehendak Allah SWT.

3. Tata cara salat Taubat dua rakaat

Tata cara salat Taubat dua rakaat
Pexels/Defrino Maasy

Salat taubat dapat dilakukan sebanyak dua rakaat. Pelaksanaannya pada dasarnya seperti salat sunah pada umumnya.

Berikut tata cara yang dapat dilakukan:

  • Berwudu terlebih dahulu.
  • Membaca niat salat taubat.
  • Takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah.
  • Membaca Surah Al-Fatihah.
  • Membaca surah atau ayat Al-Qur'an.
  • Rukuk dan i'tidal.
  • Melakukan sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.
  • Bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua.
  • Membaca Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur'an.
  • Melanjutkan gerakan salat hingga tahiyat akhir.
  • Mengucapkan salam.

Tidak ada ketentuan bahwa salat taubat harus membaca surah tertentu. Oleh karena itu, pasangan tidak perlu meyakini adanya surah khusus yang wajib dibaca agar doa mendapatkan keturunan terkabul.

4. Niat salat Taubat yang perlu dibaca

Niat salat Taubat yang perlu dibaca
Pexels/Defrino Maasy

Sebelum melaksanakan salat taubat, seseorang dapat membaca niat:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ

Ushallī sunnatat-taubati.

Artinya:

“Saya berniat salat sunah taubat.”

Ada pula redaksi niat yang umum digunakan:

Ushalli sunnatat-taubati rak‘ataini lillahi ta‘ala.

5. Setelah salat, lanjutkan dengan istighfar dan taubat

Setelah salat, lanjutkan dengan istighfar dan taubat
Pexels/Thirdman

Salat taubat sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai pelaksanaan dua rakaat salat. Esensi utamanya adalah taubat kepada Allah SWT.

Setelah salat, seseorang dapat memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh ketulusan.

Taubat juga perlu disertai dengan kesungguhan untuk meninggalkan dosa. Secara umum, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam taubat, yaitu:

  • Menyesali dosa yang telah dilakukan.
  • Meninggalkan perbuatan dosa tersebut.
  • Bertekad untuk tidak mengulanginya.
  • Jika berkaitan dengan hak orang lain, berusaha menyelesaikan hak tersebut atau meminta maaf.

Dengan begitu, salat taubat tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

5. Setelah salat, lanjutkan dengan istighfar dan taubat sungguh-sungguh

Setelah salat, lanjutkan dengan istighfar dan taubat sungguh-sungguh
Pexels/Yassir Abbas

Salat taubat sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai pelaksanaan dua rakaat salat. Esensi utamanya adalah taubat kepada Allah SWT.

Setelah salat, seseorang dapat memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh ketulusan.

Taubat juga perlu disertai dengan kesungguhan untuk meninggalkan dosa. Secara umum, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam taubat, yaitu:

  • Menyesali dosa yang telah dilakukan.
  • Meninggalkan perbuatan dosa tersebut.
  • Bertekad untuk tidak mengulanginya.
  • Jika berkaitan dengan hak orang lain, berusaha menyelesaikan hak tersebut atau meminta maaf.

Dengan begitu, salat taubat tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

6. Panjatkan doa Nabi Zakaria untuk memohon keturunan

Panjatkan doa Nabi Zakaria untuk memohon keturunan
Pexels/Yassir Abbas

Salah satu doa yang sangat relevan bagi pasangan yang berharap dikaruniai anak adalah doa Nabi Zakaria AS.

Dalam QS Ali 'Imran ayat 38, Nabi Zakaria AS memohon kepada Allah SWT agar diberikan keturunan yang baik.

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Rabbi hab lī min ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samī‘ud-du‘ā’.

Artinya:

“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa” (QS Ali 'Imran: 38).

Doa tersebut dapat dipanjatkan setelah salat maupun pada kesempatan lain ketika seorang Muslim berdoa kepada Allah SWT.

7. Ada juga doa Nabi Zakaria agar tidak hidup seorang diri

Ada juga doa Nabi Zakaria agar tidak hidup seorang diri
Pexels/Thirdman

Doa Nabi Zakaria AS lainnya terdapat dalam QS Al-Anbiya ayat 89.

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Rabbi lā tadzarnī fardan wa anta khairul-wāritsīn.

Artinya:

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), dan Engkaulah ahli waris yang terbaik”

Dalam ayat berikutnya, Allah SWT menyebutkan bahwa doa Nabi Zakaria AS dikabulkan. Allah SWT menganugerahkan Yahya kepadanya dan menjadikan istrinya dapat mengandung.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa seorang hamba dapat terus memanjatkan doa kepada Allah SWT meskipun tengah menghadapi penantian yang panjang.

8. Baca juga doa Nabi Ibrahim untuk memohon anak saleh

Baca juga doa Nabi Ibrahim untuk memohon anak saleh
Pexels/Thirdman

Selain doa Nabi Zakaria AS, ada doa Nabi Ibrahim AS yang dapat diamalkan ketika memohon keturunan yang saleh.

Doa tersebut terdapat dalam QS As-Saffat ayat 100:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn.

Artinya:

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang saleh”

Setelah doa tersebut, Allah SWT menyampaikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim AS tentang seorang anak yang penyabar.

Doa ini dapat menjadi pengingat bahwa ketika memohon anak, seseorang juga dapat memohon agar keturunannya kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan baik.

9. Panjatkan doa agar keluarga menjadi penyejuk hati

Panjatkan doa agar keluarga menjadi penyejuk hati
Pexels/Dwi Setyo

Pasangan juga dapat membaca doa yang terdapat dalam QS Al-Furqan ayat 74.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbana hablana min azwājina wa dzurriyyātina qurrata a‘yun, waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”

Doa ini tidak hanya berisi permohonan agar mendapatkan keturunan, tetapi juga agar pasangan dan anak-anak nantinya menjadi sumber ketenteraman serta tumbuh dalam kebaikan dan ketakwaan.

Pada akhirnya, anak merupakan karunia dari Allah SWT. Tugas seorang hamba adalah terus berusaha, berdoa, memperbaiki diri, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Jadi, salat taubat bukanlah salat khusus untuk mendapatkan anak, tetapi dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon ampun dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setelahnya, pasangan dapat memperbanyak istighfar serta memanjatkan doa-doa para nabi untuk memohon keturunan yang baik dan saleh.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More