Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
magnific.com
  • Setelah berhenti KB jangka panjang, tubuh memerlukan waktu beberapa minggu hingga bulan untuk menyeimbangkan hormon, menstabilkan menstruasi, dan memulihkan ovulasi.

  • Peluang pembuahan dapat dioptimalkan dengan memantau ovulasi melalui kalender, aplikasi, atau tes LH, lalu mengatur waktu berhubungan intim secara tepat.

  • Hubungan intim rutin sebelum ovulasi dianjurkan; posisi berbaring dapat dicoba, sementara penggunaan pelumas buatan sebaiknya dikurangi karena berpotensi memengaruhi mobilitas sperma.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Merencanakan kehamilan anak ketiga tentu memerlukan persiapan fisik dan mental yang jauh lebih matang dibandingkan sebelumnya, terlebih lagi jika Mama ingin hamil di usia yang sudah tidak muda serta memiliki riwayat penggunaan KB.

Setelah lama berhenti menggunakan KB, tubuh Mama memerlukan masa transisi untuk membersihkan sisa hormon kontrasepsi dari dalam tubuh. Hal ini terkadang membuat siklus menstruasi tidak langsung teratur, sehingga proses pembuahan membutuhkan kesabaran lebih.

Kehadiran anak ketiga tentu akan melengkapi keluarga Mama di rumah dengan warna baru. Agar peluang pembuahan bisa terjadi lebih optimal, berikut Popmama.com telah rangkum terkait tips hamil setelah lama berhenti KB dari website honestdocs di bawah ini.

1. Berikan jeda bagi tubuh untuk menyeimbangkan hormon

magnific.com

Langkah penting setelah Mama memutuskan berhenti memakai KB ialah mengenali respons alami tubuh, setiap jenis alat kontrasepsi memiliki waktu yang berbeda-beda dalam membersihkan sisa hormon dari peredaran darah.  

Jadi, Mama perlu bersabar karena siklus menstruasi mungkin memerlukan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk kembali stabil. 

Tapi, jangan merasa berkecil hati jika kehamilan tidak langsung terjadi pada bulan-bulan pertama setelah pelepasan KB, karena tubuh Mama sedang bekerja keras melakukan penyesuaian untuk mengembalikan fungsi ovulasi.

2. Memantau masa subur dengan cermat

magnific.com

Mengetahui kapan waktu ovulasi terjadi merupakan kunci utama keberhasilan program kehamilan. Bagi perempuan yang siklus haidnya sudah kembali teratur, masa subur biasanya terjadi di tengah-tengah siklus menstruasi. 

Mama bisa memanfaatkan kalender atau aplikasi khusus untuk memantau jadwal harian tersebut. Jika siklus menstruasi masih sedikit berantakan pasca berhenti KB, penggunaan alat tes kesuburan dapat dilakukan.

Alat ini mendeteksi lonjakan hormon LH dalam urine yang menandakan bahwa sel telur siap dilepaskan. Dengan pemantauan yang akurat, waktu berhubungan intim bisa diatur tepat sasaran.

3. Melakukan hubungan intim secara rutin

magnific.com

Sperma diketahui mampu bertahan hidup di dalam saluran reproduksi perempuan selama 2-3 hari. Sementara itu, sel telur yang matang hanya memiliki waktu bertahan hidup sekitar 12-24 jam saja. 

Maka, membangun frekuensi hubungan intim yang teratur sebelum masa ovulasi tiba sangat dianjurkan. Mama bisa melakukan hubungan intim secara rutin setiap dua hari sekali setelah haid selesai, memulai rutinitas ini sejak hari kesepuluh dari hari pertama haid terbukti efektif memperbesar peluang hamil.

4. Posisi hubungan intim yang mendukung pembuahan

magnific.com

Meskipun tidak ada satu posisi khusus yang dijamin seratus persen bisa langsung menghasilkan kehamilan, pemilihan gaya tetap berpengaruh. 

Terdapat posisi berbaring telentang setelah berhubungan intim yang dinilai bisa membantu sperma bergerak lebih mudah. Mama juga dapat meletakkan bantal kecil di bawah pinggul saat berbaring untuk mengoptimalkan perjalanan sel sperma.

Tetapi yang terpenting, nikmati setiap momen kebersamaan dengan pasangan tanpa harus merasa terbebani oleh aturan posisi yang kaku.

5. Menghindari penggunaan pelumas

magnific.com

Sebagian pasangan mungkin sering menggunakan cairan pelumas tambahan saat berhubungan intim untuk menambah kenyamanan. Namun, perlu diketahui bahwa sebagian besar pelumas dapat mengubah tingkat keasaman (pH) di dalam area kewanitaan.

Perubahan inilah yang dikhawatirkan dapat menurunkan pergerakan sperma, maka untuk Mama yang sedang memperjuangkan kehadiran anak ketiga sebaiknya kurangi penggunaan pelumas buatan. 

Mama dan Papa bisa mulai perhatikan setiap detail kecil dalam keseharian agar peluang pembuahan dapat dimaksimalkan. Semoga perjuangan dalam menyambut anggota keluarga baru segera membuahkan hasil manis!

Curated For You

Editorial Team

Related Article