7 Penyebab Disfungsi Ereksi yang Terjadi dalam Kehidupan Sehari-hari

Ini hal yang sering dialami sehari-hari, ternyata bisa jadi penyebab disfungsi ereksi

2 Januari 2019

7 Penyebab Disfungsi Ereksi Terjadi dalam Kehidupan Sehari-hari
Freepik/kues1

Ereksi bisa terjadi karena adanya kelancaran aliran darah setelah seorang pria mendapatkan rangsangan seksual. Bisa dikatakan disfungsi ereksi apabila saat berhubungan seks atau pada saaat memikirkan seks, bila seorang pria mendapatkan rangasangan, memiliki peluang dan dalam keadaan cukup waktu, namun tidak bisa mencapai ereksi keras.

Jika sesekali ereksi tidak keras, itu juga dianggap lumrah. Yang dikatakan disfungsi ereksi apabila selalu tidak bisa keras setiap kali ereksi.

Ada apa?

Agar aktivitas seks bisa lebih menyenangkan, jagalah jantung Papa agar berada dalam kondisi prima sehingga ereksi bisa dicapai secara maksimal, terutama jika Papa dan Mama sedang menjalani program kehamilan.

Apapun yang menghambat kerja jantung, seperti kelebihan berat badan atau merokok, juga cenderung berpengaruh pada kemampuan "penis untuk tegang".

Testeron adalah faktor kedua yang sangat penting untuk ereksi yang kuat, dan ada beberapa hal tak terduga yang berpengaruh pada produksinya. Apa sajakah itu? Berikut ini Popmama.com sebutkan 7 hal yang bisa mengakibatkan disfungsi ereksi :

1. Makanan manis

1. Makanan manis
Pixabay/jill111

Mengkonsumsi gula, baik dalam sepotong kue atau sekaleng soda, menyebabkan kenaikan kadar glukosa darah seorang pria yang bisa merangsang pelepasan hormon insulin.

Penelitian dari Irlandia dan Amerika mengungkapkan bahwa peningkatan insulin menurunkan produksi testeron dan hal ini akan mempengaruhi kualitas ereksi.

Hubungan antara gula, insulin, dan testosteron ini juga menjelaskan mengapa di pagi hari para pria cenderung mengalami ereksi setelah semalaman tidak manyantap makanan.

2. Kertas kuintansi

2. Kertas kuintansi
Unsplash/Rawpixel

Jenis kertas dan tinta termal yang digunakan pada sebagian besar kuitansi supermarket mengandung kadar bisphenol A (BPA) tingkat tinggi.

Senyawa kimia ini mengakibatkan peningkatan produksi hormon estrogen.

Studi dari Kaiser Permanente menyatakan bahwa tingginya estrogen pada pria mengakibatkan beberapa perubahan hormonal yang membahayakan kualitas ereksi seorang pria.

Kuitansi ATM, tag bagasi bandara dan tiket lotere semuanya tercetak dalam kertas yang mengandung BPA tinggi.

Selain itu, plastik dan makanan kaleng juga merupakan sumber BPA yang umum dijumpai.

3. Kurang tidur

3. Kurang tidur
Pexels/Acharaporn Kamornboonyarush

Studi dari University of Chicago menemukan bahwa tidur 5 jam sehari atau kurang dari itu mengakibatkan turunnya produksi testeron hingga 10 persen.

Tidur adalah hal penting bagi produksi testeron. Penelitian tersebut juga mengungkap fakta bahwa mereka yang tidur kurang dari 8 jam dalam sehari, lebih cenderung mengalami ereksi yang tidak maksimal.

Editors' Picks

4. Terlalu banyak konsumsi kedelai

4. Terlalu banyak konsumsi kedelai
davidwolfe.com

Studi dari Harvard Medical School menemukan fakta bahwa setiap bahan makanan yang disukai oleh para vegetarian memiliki 'sifat mirip estrogen' yang menurunkan produksi testeron.

Kedelai dalam jumlah sedikit tidak akan membunuh libido pria.

Tapi, riset tersebut juga menunjukan bahwa diet dengan kedelai-tanpa asupan gizi seimbang-bisa mengakibatkan masalah pada ereksi seorang pria.

5. Tidur bersama bayi

5. Tidur bersama bayi
Freepik/javi_indy

Studi dari Notre Dame dan Northwestern University mengatakan bahwa tidur di dekat bayi dapat menurunkan produksi testeron sebanyak 7 persen bahkan lebih.

Kamu mungkin mengira gangguan tidur adalah penyebabnya.

Tapi, bukti menyatakan bahwa pergeseran hormonal yang disebabkan karena menghabiskan malam di samping bayi adalah yang memicu terjadinya penurunan testeron.

6. Kurang Vitamin D

6. Kurang Vitamin D
Unsplash/Zwaddi
Sinar matahari pagi mengandung banyak sekali Vitamin D

Vitamin D berperan penting dalam produksi testeron. Penelitian dari Jerman dan Austria menyatakan bahwa tidak mendapatkan cukup vitamin D dari paparan sinar matahari atau karena diet, ternyata mampu menurunkan produksi testeron hingga 20 persen bahkan lebih.

Laporan dari Harvard Medical School menyatakan bahwa 15 menit berjemur untuk mendapatkan sinar matahari telah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D sehari-hari.

7. Terlalu sering lari

7. Terlalu sering lari
Freepik

Penelitian dari University of British Columbia menemuakn fakta bahwa berlari sebanyak 65 kilometer atau lebih setiap minggu bisa menurunkan level testeron pria sebesar 17 persen.

Terlalu banyak berlari bisa mengganggu komunikasi antara otak dan kelenjar penghasil hormon, yang mungkin bisa menurunkan kadar testeron para pelari aktif.

Namun berlari dalam porsi yang cukup justru bisa meningkatkan kemampuan seksual seorang pria. Ini karena para pelari memiliki aliran darah dan kesehatan jantung yang baik.