Bisa Bahayakan Janin, 5 Aktivitas Ini Dilarang Dilakukan Ibu Hamil

Perhatikan pilihan aktivitas yang Mama lakukan setiap hari

4 September 2020

Bisa Bahayakan Janin, 5 Aktivitas Ini Dilarang Dilakukan Ibu Hamil
Pexels/Freestocks.org

Pemilihan aktivitas dan kegiatan fisik selama masa kehamilan adalah hal yang sangat penting. Jika tidak dipikirkan konsekuensinya, kesehatan janin yang menjadi taruhannya.

Ya, aktivitas apapun yang Mama lakukan tentunya akan sangat memengaruhi kondisi janin. Termasuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Tak terkecuali juga keamanan si Kecil, Ma. Oleh sebab itu, Mama perlu memerhatikan daftar risiko ketika ingin melakukan suatu kegiatan. Terutama untuk kegiatan baru.

Nah, apa saja ya aktivitas fisik terlarang untuk ibu hamil yang sebaiknya tidak dilakukan? Berikut Popmama.com rangkum informasinya:

1. Latihan angkat beban berlebihan

1. Latihan angkat beban berlebihan
Pexels/Isabella Mendes

Tren melakukan latihan angkat beban saat hamil sudah banyak berkembang. Hal ini diyakini bisa membuat otot tubuh tetap terjaga dan membuat Mama semakin bugar.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kebiasaan mama sebelum hamil, apakah sudah terbiasa melakukan latihan angkat beban atau tidak?

Jika ya, tingkat keamanan mama melakukan latihan ini lebih tinggi. Namun jika ini adalah kali pertama Mama mencoba, sebaiknya dipikir-pikir lagi ya, Ma.

Bagi sebagian ibu hamil, latihan angkat beban secara berlebihan dan melampaui batas bisa memicu persalinan prematur serta bayi berat badan lahir rendah.

Selain itu, jika dilakukan sembarangan dan tanpa pengawasan ahli, latihan angkat beban juga berisiko memicu dislokasi atau cedera pada sendi.

Jadi, hati-hati sebelum memutuskan ingin ikut tren latihan angkat beban saat hamil, Ma!

Editors' Picks

2. Pergi ke taman bermain

2. Pergi ke taman bermain
Pexels/Scott Webb

Berbagai wahana di taman bermain biasanya sudah menuliskan bahwa ibu hamil dilarang naik. Bukan tanpa alasan lho Ma ada penerapan aturan seperti ini.

Gaya dan tekanan pada beberapa wahana pada dasarnya bisa menyebabkan abrupsi plasenta, yakni pemisahan plasenta dari dinding rahim secara prematur.

Beberapa wahana juga bisa memicu detak jantung dan aliran darah menjadi lebih cepat. Pada sebagian besar ibu hamil, kondisi ini tentu akan memengaruhi kondisi janin.

Selain itu, seringkali beberapa wahana juga memiliki sabuk pengaman yang kencang di bagian dada dan perut. Tentu saja hal ini sangat berbahaya apabila dilakukan oleh ibu hamil.

Apabila Mama hamil dengan morning sickness atau rasa mual berlebihan, menaiki beberapa wahana tertentu juga bisa memperparah kondisi ini.

Bersabar dulu untuk menunda rencana wisata ke taman bermain sampai nanti si Kecil sudah lahir ya, Ma.

3. Menyelam

3. Menyelam
Pexels/Pixabay

Berwisata menyelam ke dalam laut memang terlihat menyenangkan. Namun sebaiknya hindari dulu aktivitas ini saat Mama sedang hamil, ya.

Saat Mama sedang menyelam, selalu ada kemungkinan gelembung nitrogen bisa mencapai organ vital di janin.

Paru-paru orang dewasa sudah memiliki kemampuan untuk menyaring gelembung-gelembung tersebut. Sementara paru-paru janin belum matang secara keseluruhan dan menghirup gelembung nitrogen berpotensi menyebabkan kerusakan atau cacat lahir.

Apabila Mama ingin melakukan olahraga air yang menyegarkan, Mama bisa berenang di kolam renang. Itupun sebaiknya cukup dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana.

Hindari menahan napas terlalu lama di dalam air. Sebisa mungkin hindari juga memaksakan diri berenang dalam jarak jauh karena berisiko membuat janin kekurangan oksigen.

4. Berendam di air panas

4. Berendam air panas
Pexels/Snapwire

Berendam di air panas atau hangat memang terasa menyenangkan dan bisa membuat tubuh terasa rileks. Namun aktivitas ini sebaiknya dihindari dulu saat Mama sedang hamil.

Paparan suhu panas terlalu tinggi dan terlalu lama bisa meningkatkan suhu tubuh mama. Kondisi ini jika dibiarkan juga dapat memengaruhi kesehatan janin, lho.

Salah satunya adalah memicu kontraksi dini alias kontraksi yang lebih cepat dari seharusnya.

Tunda dulu keinginan untuk berendam lama di air panas atau hangat sampai nanti setelah melahirkan ya, Ma.

5. Berlari

5. Berlari
Pexels/Gratisography

Jika sebelum hamil Mama sudah berpengalaman dan sudah berlari dalam waktu yang lama, aktivitas ini bisa saja dilakukan selagi hamil. Namun perhatikan juga kondisi fisik dan jangan paksakan tubuh mama.

Sebaliknya, jika Mama belum pernah berlari sebelumnya, maka sebaiknya hindari dulu keinginan untuk berlari saat hamil. Mengapa demikian?

Aktivitas fisik yang terlalu berat bisa membuat tubuh mama terlalu lelah, pasokan oksigen dalam tubuh mama pun akan berkurang.

Untuk latihan, lebih baik Mama cukup melakukan jalan santai saja. Itupun cukup dalam waktu 20-30 menit.

Selagi berjalan santai, jangan lupa untuk rutin minum air putih agar hidrasi tubuh tetap terjaga.

Nah, itulah aktivitas terlarang untuk ibu hamil yang bisa membahayakan janin. Perhatikan dengan seksama berbagai daftar risiko yang mungkin ada saat Mama melakukan aktivitas fisik tertentu, ya. Tunda dulu jika memang kondisinya belum memungkinkan untuk Mama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.