Jangan Berlebihan, Berapa Dosis Asam Folat untuk Ibu Hamil yang Aman?

Jangan sampai konsumsi asam folat justru jadi memberikan efek yang kurang baik

10 Juni 2019

Jangan Berlebihan, Berapa Dosis Asam Folat Ibu Hamil Aman
Freepik/Senivpetro

Asam folat atau folic acid menjadi salah satu komponen yang bermanfaat bagi ibu hamil dan penting untuk dikonsumsi selama kehamilan. Salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah cacat lahir, khususnya pada bagian otak dan sumsum tulang belakang janin.

Meski penting bagi kehamilan, namun asam folat sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Kondisi ini justru bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi tumbuh kembang janin. Oleh sebab itu, penting bagi Mama untuk memahami berapa dosis asam folat yang sesuai kebutuhan.

Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama dari berbagai sumber:

1. Apa itu asam folat?

1. Apa itu asam folat
Freepik/Lifeforstock

Dilansir Healthline, asam folat adalah vitamin B yang ditemukan dalam banyak suplemen dan sumber makanan tertentu. Lebih tepatnya dikenal juga sebagai bagian dari vitamin B9.

Asam folat menjadi merupakan bentuk sintetis dari folat yang digunakan oleh tubuh untuk membuat sel-sel baru dan menghasilkan DNA.

Komponen ini menjadi penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan normal manusia, termasuk pada janin.

2. Manfaat asam folat untuk ibu hamil  

2. Manfaat asam folat ibu hamil  
Freepik

Bagi perempuan yang sedang dalam program hamil atau sedang hamil, asam folat menjadi salah satu komponen nutrisi yang penting untuk dipenuhi kebutuhannya setiap hari.

Konsumsi cukup asam folat dapat membantu mencegah terjadinya cacat lahir seperti pada otak dan sumsum tulang belakang, yang mengarah pada spina bifida dan anencephaly.

Perlu diketahui bahwa biasanya tabung saraf berkembang ke sumsum tulang belakang dan otak pada 28 hari setelah proses pembuahan. Jika tabung saraf tidak menutup dengan benar, cacat tabung saraf bisa terjadi.

Sementara itu, anencephaly adalah suatu kondisi di mana perkembangan tubuh tidak berjalan dengan baik. Bayi yang lahir dengan anencephaly biasanya tidak dapat bertahan hidup lebih lama.

Menurut penelitian di tahun 2015, ditemukan bahwa suplementasi yang cukup dari asam folat pada ibu hamil secara signifikan mengurangi risiko cacat jantung bawaan.

Beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa suplemen asam folat dapat membantu mencegah bibir sumbing.

Editors' Picks

3. Dosis asam folat untuk ibu hamil

3. Dosis asam folat ibu hamil
Freepik/Suksao

Dikutip dari Web MD, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari. Biasanya jumlah ini sebagian besar atau mungkin seluruhnya sudah terdapat dalam suplemen vitamin harian ibu hamil.

Untuk memastikan Mama mengonsumsi cukup asam folat setiap hari, jangan ragu untuk memeriksa kandungan suplemen Mama terlebih dahulu.

Centers for Diseases Control and Prevention (CDC) merekomendasikan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan mulai rutin mengonsumsi cukup asam folat setidaknya sebulan sebelum hamil.

Ini karena banyak perempuan tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil, sementara proses penting dalam tumbuh kembang organ vital janin yang membutuhkan asam folat terjadi di usia kehamilan 3-4 minggu.

Meski jumlah minimum konsumsi asam folat yang direkomendasikan adalah 400 mcg, namun saat usia kehamilan Mama sudah memasuki 5 bulan ke atas, jumlah kebutuhannya bisa meningkat menjadi 600 mcg per hari.

4. Efek kelebihan atau kekurangan asam folat saat hamil

4. Efek kelebihan atau kekurangan asam folat saat hamil
Pixabay/Parentingupstream

Seperti disebutkan sebelumnya, konsumsi cukup asam folat penting untuk mencegah terjadinya cacat lahir pada bagian otak dan sumsum tulang belakang.

Oleh sebab itu, jika Mama saat hamil kekurangan asam folat ada beberapa risiko yang bisa terjadi. Selain masalah terkait gangguan tumbuh kembang otak dan sumsum tulang belakang, masalah lain yang bisa terjadi yakni bibir sumbing, kelahiran prematur, keguguran, dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Namun demikian, mengonsumsi asam folat secara berlebihan dan terus-terusan juga tidak baik bagi kehamilan, Ma.

Dikutip dari Livescience, permepuan yang terlalu banyak mengonsumsi asam folat saat hamil lebih berisiko meningkatkan kelak bayi terlahir dengan autisme.

Para peneliti menemukan bahwa ibu hamil dengan kadar folat sangat tinggi dalam darah tak lama setelah melahirkan memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk memiliki anak yang mengembangkan kelainan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD).

5. Sumber alami asam folat

5. Sumber alami asam folat
Pixabay/RitaE

Selain dari suplemen, asam folat juga bisa Mama dapatkan dari sumber alami, terutama dari makanan yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

Ya, asam folat secara alami bisa didapat dari makanan termasuk sayuran berdaun hijau, bit, dan brokoli. Asam folat juga terdapat pada sereal, nasi, sari jeruk, pasta, biji-bijian dan lemon.

Mama bisa mengonsumsi cukup asam folat dari sumber alami seperti makanan, namun apabila Mama memiliki masalah seperti morning sickness di awal kehamilan dan nafsu makan kian menurun, Mama bisa mendapatkan asam folat dari suplemen.

Namun sebelum mengonsumsi suplemen asam folat, tetap lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!