Aturan Penting yang Harus Dipatuhi Ibu Hamil Saat Berjemur

Sebelum berjemur, ketahui hal-hal yang harus dihindari untuk menghindari risiko.

16 Maret 2019

Aturan Penting Harus Dipatuhi Ibu Hamil Saat Berjemur
Freepik/yanalya

Jika tidak berlebihan, terekspos sinar matahari memang dipercaya dapat memberi manfaat bagi tubuh. Paparan sinar matahari di pagi hari dinilai mampu membangun moodbaik dan semangat seseorang.

Selain itu, berjalan-jalan di bawah cahaya matahari membuat kamu merasa lebih ‘hidup’ dan membantu menghilangkan depresi atau kecemasan. Ini menjadi obat nomor satu bagi orang yang mengalami depresi.

Sudah banyak yang tahu bahwa sinar matahari juga penting untuk menyerap vitamin D yang dibutuhkan tubuh. Tidak hanya untuk orang pada umumnya, vitamin D juga sangat dibutuhkan bagi ibu hamil untuk perkembangan bayinya.

Simak yuk Ma, ulasan lebih lanjut tentang aturan berjemur bagi ibu hamil agar kesehatan mama tetap terjaga dengan baik dari Popmama.com berikut ini:

Pentingnya Vitamin D dari Sinar Matahari

Penting Vitamin D dari Sinar Matahari
Freepik/photoangel

Sekitar 80 persen vitamin D yang kita butuhkan berasal dari sinar matahari. Umumnya, waktu yang disarankan untuk terpapar sinar matahari langsung adalah mulai dari jam 6 sampai 9 pagi.

Selain untuk penyerapan kalsium yang membantu pertumbuhan tulang dan gigi, vitamin D juga memiliki sejumlah manfaat lain, seperti meningkatkan sistem imun sehingga tidak mudah sakit, mencegah osteoporosis, hingga sebagai pengobatan bagi penderita kolesterol dan tekanan darah rendah.

Bagi ibu hamil, vitamin D diperlukan untuk meningkatkan perkembangan tulang dan gigi calon bayi yang sedang bertumbuh di dalam kandungan.

Vitamin D juga penting selama kehamilan karena dapat mengurangi risiko komplikasi yang mungkin timbul pada ibu dan anak.

Selain itu, ibu hamil yang tercukupi vitamin D-nya juga dapat meningkat kekebalan tubuhnya sehingga tidak mudah terserang penyakit selama kehamilan.

Amankah Ibu Hamil Terpapar Sinar Matahari?

Amankah Ibu Hamil Terpapar Sinar Matahari
babymed.com

Terlepas dari banyaknya manfaat bagi kesehatan, paparan sinar matahari yang berlebihan dan terlalu lama dapat membahayakan kulit. Kulit akan rentan mengalami ruam dan terbakar. Bahkan jika diabaikan, bisa mempercepat penuaan dini hingga menyebabkan kanker kulit.

Bagi ibu hamil, berjemur juga bisa jadi membahayakan bila tidak dilakukan dengan hati-hati. Paparan sinar matahari yang tidak tepat pada ibu hamil bahkan bisa menimbulkan efek negatif bagi Mama dan Si Kecil di dalam kandungan.

Saat hamil, Mama akan mengalami banyak perubahan yang terjadi pada tubuh.

Hormon yang disekresikan selama masa kehamilan membuat kulit Mama akan super sensitif terhadap rangsangan dari luar. Kesimpulannya, seorang ibu hamil dua kali lebih berisiko untuk mengalami kulit rusak dan terbakar saat berjemur.

Selain itu, berjemur berjam-jam juga berbahaya. Selama kehamilan, suhu tubuh Mama cenderung meningkat karena metabolisme yang tinggi.

Jadi, duduk berjemur terlalu lama dapat menyebabkan suhu tubuh Mama meningkat, yang dapat berdampak negatif pada bayi dan Mama. Suhu tubuh ibu hamil yang terlalu panas disebut dapat menyebabkan cacat lahir.

Sinar matahari langsung boleh-boleh saja bagi ibu hamil. Bahkan, bisa membawa manfaat. Asalkan dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu antara jam 6 sampai 9 pagi selama kurang lebih 10 menit.

Aturan yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil Saat Berjemur

Aturan Harus Diperhatikan Ibu Hamil Saat Berjemur
Freepik/prostooleh

Jika ingin berjemur saat hamil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko komplikasi pada kehamilan, seperti berikut.

Editors' Picks

1. Perhatikan waktu berjemur

1. Perhatikan waktu berjemur
Pixabay/pixel2013

Seperti yang dituliskan di atas, sinar matahari yang paling bagus adalah matahari pagi, dengan batas paling maksimal di jam 9 pagi. Jadi, Mama harus menghindari paparan sinar matahari di jam 11 siang sampai dengan jam 4 sore.

Ini adalah waktu ketika sinar matahari mencapai puncaknya, terutama pada jam 12 hingga jam 2 siang.

Paparan sinar matahari saat hamil juga tidak boleh berlebihan, baik matahari pagi maupun di sore hari agar mengurangi efek samping.

2. Gunakan tabir surya

2. Gunakan tabir surya
americanpregnancy.org

Penggunaan tabir surya penting bagi Mama yang akan pergi beraktivitas di luar rumah. Pakailah krim tabir surya yang kandungannya aman bagi ibu hamil sebelum keluar rumah atau setelah mandi untuk melindungi kulit Mama dari efek sinar UV yang berbahaya.

Baca juga: 7 Kesalahan Penggunaan Sunscreen Pada Anak yang Perlu Mama Ketahui

3. Memakai topi dan sunglasses

3. Memakai topi sunglasses
Freepik/valeria_aksakova

Mengenakan topi dan kacamata hitam (sunglasses) saat berada di luar ruangan juga akan membantu mengurangi paparan sinar UV. Topi besar akan memberikan perlindungan ke area wajah, bahu dan leher.

Sedangkan kacamata hitam dapat membantu mengurangi kerusakan pada mata.

4. Cukupi air minum

4. Cukupi air minum
Freepik/yanalya

Air minum tentu sangat penting bagi ibu hamil. Cukupi terus kebutuhan cairan Mama sesuai dengan anjuran. Bila Mama merasa suhu tubuh sedang meningkat, rendam kaki Mama di dalam baskom berisi air dingin untuk menghindari peningkatan suhu tubuh yang ekstrim.

Paparan sinar matahari memang memberi kebaikan bagi ibu hamil.

Tetapi, perhatikan aturannya ya, Ma! Dalam kondisi tertentu, dokter bisa saja merekomendasikan Mama untuk menghindari paparan sinar matahari untuk sementara waktu, semua tergantung dari kondisi kehamilan.