Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Ibu Hamil Makan Pedas Membuat Bayi Kepanasan?

3 min read
Benarkah Ibu Hamil Makan Pedas Membuat Bayi Kepanasan?
Magnific
  • Makan pedas saat hamil tidak membuat janin kepanasan karena capsaicin tidak menembus plasenta dalam jumlah yang menimbulkan sensasi panas atau terbakar.

  • Sejak trimester kedua, janin dapat mengenali jejak rasa dan aroma makanan melalui cairan ketuban, tetapi tidak merasakan pedas seperti ibu.

  • Makanan pedas umumnya aman bagi perkembangan bayi, namun dapat memperparah mulas, gangguan pencernaan, mual, atau sakit maag pada ibu hamil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat hamil, Mama mungkin pernah mendengar anggapan bahwa makan makanan pedas bisa membuat bayi di dalam kandungan ikut kepanasan. Apalagi, rasa panas atau terbakar setelah makan cabai memang cukup terasa.

Rasa pedas berasal dari capsaicin, yaitu zat aktif pada cabai yang merangsang reseptor saraf sehingga menimbulkan sensasi panas atau terbakar.

Lantas, benarkah ibu hamil makan pedas membuat bayi kepanasan? Yuk, simak penjelasan yang telah Popmama.com rangkum untuk Mama berikut ini.

  1. Makan Pedas Tidak Membuat Bayi Ikut Kepanasan

    Benarkah ibu hamil makan pedas membuat bayi kepanasan?
    Magnific

    Mama tidak perlu khawatir bayi ikut merasa kepanasan saat Mama makan makanan pedas. Capsaicin tidak menembus plasenta dalam jumlah yang dapat memberikan sensasi panas atau terbakar kepada janin.

    Makanan yang Mama konsumsi akan dicerna oleh lambung dan usus, kemudian nutrisinya disalurkan kepada janin melalui plasenta. Oleh karena itu, janin tidak benar-benar merasakan rasa makanan yang Mama makan, termasuk rasa pedas.

    Jadi, jika setelah makan cabai Mama merasa lidah terbakar atau perut terasa panas, sensasi tersebut merupakan respons tubuh mama, bukan karena bayi sedang kepanasan.

    Jennifer Hanes MS, RDN, LD, ahli gizi terdaftar dan ahli diet berlisensi di Texas, menjelaskan bahwa tidak ada bahaya yang melekat pada makanan pedas bagi kesehatan maupun perkembangan bayi.

  2. Janin Bisa Mengenali Rasa dari Cairan Ketuban

    Benarkah ibu hamil makan pedas membuat bayi kepanasan?
    Magnific

    Meski tidak merasakan pedas seperti Mama, janin mulai bisa mengenali rasa dari cairan ketuban sejak trimester kedua. Makanan yang Mama konsumsi dapat sedikit memengaruhi aroma dan rasa cairan ketuban.

    Indra pengecap mulai berkembang sekitar usia kehamilan 13-15 minggu. Sementara itu, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), fungsi indra penciuman mulai berkembang sekitar usia kehamilan 22 minggu dan semakin matang pada usia 33 minggu.

    Artinya, saat Mama makan makanan dengan rasa tertentu, termasuk makanan pedas, janin mungkin mengenali sedikit jejak rasa atau aromanya melalui cairan ketuban. Namun, hal ini tidak membuat janin ikut merasakan sensasi pedas atau panas.

  3. Janin Bisa Memberikan Respons terhadap Rasa Tertentu

    Benarkah ibu hamil makan pedas membuat bayi kepanasan?
    Magnific

    Janin ternyata juga bisa memberikan respons terhadap rasa tertentu yang dikenali melalui cairan ketuban. Penelitian menunjukkan bahwa janin dapat menunjukkan respons berupa ekspresi wajah terhadap rasa tertentu.

    Namun, ekspresi tersebut bukan berarti janin sedang merasa kepedasan. Janin hanya mengenali jejak aroma dan cita rasa makanan yang terdapat dalam cairan ketuban.

    Dengan begitu, sensasi panas atau perih yang muncul setelah Mama makan cabai tetap merupakan respons tubuh mama akibat capsaicin.

  4. Efek Makanan Pedas Lebih Dirasakan oleh Mama

    Benarkah ibu hamil makan pedas membuat bayi kepanasan?
    Magnific

    Walaupun tidak membuat bayi kepanasan, makanan pedas bisa membuat Mama merasa tidak nyaman. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain mulas, gangguan pencernaan, dan rasa tidak nyaman setelah makan.

    Dr. Cynthia Flynn, MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi bersertifikat mengatakan, ibu hamil aman mengonsumsi makanan pedas sehingga tidak perlu khawatir janin akan mengalami mulas atau mual akibat makanan tersebut.

    Namun, makanan pedas bisa memperparah keluhan pada Mama yang sedang mengalami gangguan pencernaan atau sakit maag. Perubahan hormonal selama kehamilan dan tekanan dari rahim yang semakin membesar juga dapat membuat gangguan pencernaan terasa lebih mengganggu.

    Pada trimester pertama, makanan pedas juga dapat memperburuk mual dan muntah, terutama bagi Mama yang mengalami keluhan tersebut sepanjang hari.

    Karena setiap kehamilan berbeda, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter atau bidan mengenai makanan pedas sesuai dengan kondisi kehamilan.

    Jadi, makan pedas saat hamil tidak membuat bayi ikut kepanasan, ya, Ma. Sensasi pedas lebih dirasakan oleh tubuh mama, sementara janin hanya dapat mengenali jejak rasa dan aroma makanan melalui cairan ketuban.

    Semoga informasi ini membantu, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More