Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Janin Ikut Kepedasan saat Ibu Hamil Makan Pedas? Ini Faktanya

Benarkah Janin Ikut Kepedasan saat Ibu Hamil Makan Pedas? Ini Faktanya
Pexels/Laker (makanan pedas)
Intinya Sih
  • Rasa pedas dari cabai hanya dirasakan oleh tubuh ibu hamil karena capsaicin tidak menembus plasenta, sehingga janin tidak ikut merasakan sensasi panas atau terbakar.
  • Janin mulai mengenali rasa dan aroma makanan sejak trimester kedua, tetapi tidak merasakan sensasi pedas; ia hanya mengenali jejak cita rasa yang dikonsumsi ibu.
  • Makanan pedas aman bagi janin jika dikonsumsi wajar, namun bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu seperti heartburn, asam lambung naik, dan gangguan pencernaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Saat hamil, tidak sedikit Mama yang tetap ingin menikmati makanan pedas. Namun, masih banyak anggapan yang mengatakan bahwa cabai bisa membuat janin ikut kepedasan, kepanasan, bahkan membahayakan perkembangannya.

Faktanya, anggapan tersebut hanyalah mitos. Secara medis, sensasi pedas hanya dirasakan oleh tubuh ibu hamil, bukan oleh bayi di dalam kandungan. Meski begitu, makanan pedas tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping pada Mama jika dikonsumsi berlebihan.

Berikut Popmama.com telah merangkum fakta mengenai apakah janin ikut kepedasan saat ibu hamil makan pedas.

1. Janin tidak ikut merasa kepedasan saat ibu makan cabai

Benarkah janin ikut kepedasan saat ibu hamil makan pedas?
Magnific (makanan pedas)

Rasa pedas pada makanan berasal dari zat aktif pada cabai yang disebut capsaicin. Senyawa ini bekerja dengan merangsang reseptor saraf sehingga tubuh merasakan sensasi panas atau terbakar.

Namun, capsaicin tidak menembus plasenta dalam jumlah yang dapat memberikan sensasi tersebut kepada janin. Artinya, bayi di dalam kandungan tidak ikut merasakan pedas atau panas seperti yang dirasakan Mama.

Meski Mama merasa lidah terbakar atau perut terasa panas setelah makan cabai, kondisi tersebut hanya merupakan respons tubuh ibu, bukan janin.

2. Janin bisa mengenali rasa dan aroma makanan, tetapi bukan sensasi pedas

Janin
Freepik

Meski tidak ikut merasakan sensasi pedas, janin sudah mulai mengenali rasa dan aroma makanan sejak dalam kandungan. Indra pengecap mulai berkembang pada trimester kedua, sekitar usia kehamilan 13-15 minggu, sedangkan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), fungsi indra penciuman mulai berkembang pada usia kehamilan sekitar 22 minggu dan semakin matang pada 33 minggu. Janin mengenali bau dan rasa melalui cairan ketuban yang dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu.

Penelitian juga menunjukkan bahwa janin dapat memberikan respons berupa ekspresi wajah terhadap rasa tertentu. Namun, hal ini bukan berarti janin ikut merasa kepedesan. Janin hanya mengenali jejak aroma dan cita rasa makanan dalam cairan ketuban, bukan sensasi panas atau perih yang ditimbulkan oleh capsaicin pada tubuh ibu.

3. Makanan pedas lebih berpengaruh pada kondisi ibu hamil daripada janin

Ibu hamil
Pexels/Karina Benfica

Secara umum, makan makanan pedas masih tergolong aman bagi janin apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Namun, makanan pedas lebih berisiko menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Perubahan hormon selama kehamilan membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat sehingga makanan pedas lebih mudah memicu:

  • Heartburn atau rasa panas di dada
  • Asam lambung naik
  • Gangguan pencernaan
  • Diare
  • Perut terasa tidak nyaman

Selain itu, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makanan pedas menyebabkan bayi lahir botak, merusak mata janin, ataupun memicu keguguran secara langsung.

Meski begitu, jika Mama memiliki riwayat kehamilan berisiko tinggi atau sering mengalami gangguan lambung, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai pola makan yang paling sesuai selama kehamilan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More