Amankah Seks Oral saat Hamil? Kenali Tips agar Terhindar dari Herpes!

Demi kesehatan janin di dalam kandungan, semua hal perlu diperhatikan dengan baik

27 Maret 2020

Amankah Seks Oral saat Hamil Kenali Tips agar Terhindar dari Herpes
menshealth.com

Selama menjalani masa-masa kehamilan, gairah pasangan atau diri sendiri ketika ingin bercinta tentu akan tetap ada. 

Tak jarang beberapa pasangan memilih seks oral karena dianggap aman dilakukan selama masa kehamilan. 

Seks oral adalah bagian standar dari sebagian besar aktivitas seksual yang dilakukan oleh pasangan suami istri selama bercinta. Bisa disebut juga bahwa seks oral sebagai pemanasan yang cukup efektif. Dalam menjalani seks oral perlu sekali memerhatikan tentang keamanan dan kebersihan saat dilakukan saat berhubungan seksual. 

Dilansir dari How Stuff Works, sebelum melakukan seks oral sebaiknya mencuci kelamin masing-masing terlebih dahulu agar kesehatan tetap terjaga. 

Walau seks oral bisa menciptkan kepuasan tersendiri, namun perlu diingat bahwa kebersihan alat kelamin harus dijaga. 

Terkait berbagai pertanyaan mengenai aman atau tidaknya melakukan seks oral saat hamil, kali ini Popmama.com telah merangkum informasinya. 

Disimak terlebih dahulu sebelum melakukannya ya, Ma!

Editors' Picks

1. Seks oral saat hamil perlu dilakukan dengan ekstra hati-hati

1. Seks oral saat hamil perlu dilakukan ekstra hati-hati
Freepik/Bearfotos

Selama hamil memang perlu sekali mengutamakan kesehatan, bahkan dalam melakukan hubungan seks bersama dengan pasangan. 

Dilansir dari Mayo Clinic, seks oral termasuk salah satu aktivitas seksual yang aman untuk dilakukan di masa kehamilan.

Seks oral memang bisa menjadi salah satu alternatif bagi pasangan suami istri, namun perlu ekstra hati-hati saat melakukannya. Pasangan harus mematuhi peraturan amannya untuk tidak meniupkan udara ke dalam vagina sang Istri. 

Perlu diketahui bahwa gelembung udara tersebut bisa saja mendarat di plasenta, sehingga dapat berdampak buruk pada perkembangan janin. 

Saat melakukan seks oral pastikan sama-sama dalam keadaan yang sehat. Jika suami sedang menderita flu, bukan tidak mungkin kalau dapat menularkan penyakit ke ibu hamil dan janin selama melakukan seks oral.  

2. Seks oral dapat dilakukan dalam posisi sedang bersantai

2. Seks oral dapat dilakukan dalam posisi sedang bersantai
Pixabay/Foundry

Jika Mama masih ingin benar-benar bersantai selama melakukan aktivitas seksual bersama pasangan saat hamil, maka seks oral dapat dilakukan. 

Cobalah untuk mengambil posisi duduk di tempat tidur. Ambil dan letakkan bantal di sekeliling untuk menopang agar posisi benar-benar nyaman untuk bersantai. 

Dengan posisi yang membuat tubuh semakin rileks membuat pasangan dalam posisi berlutut terasa nyaman saat memberikan stimulasi oral. 

Ada yang menyukai aktivitas seksual seperti ini?

3. Walau aman, ketahui terkait herpes yang dapat ditularkan melalui seks oral 

3. Walau aman, ketahui terkait herpes dapat ditularkan melalui seks oral 
Freepik/Alessandrobiascioli

Menjalani masa-masa kehamilan memang bukan berarti penghalang untuk melakukan hubungan seks bersama pasangan. 

Jika pasangan Mama memiliki luka melepuh di sekitar alat kelamin, ada kemungkinan bisa menularkan penyakit herpes ke bagian mulut usai melakukan seks oral. 

Perlu diketahui bahwa ada dua jenis herpes sebagai penyakit kronis akibat melakukan seks oral tanpa pengaman, yakni herpes oral dan herpes genital. 

Herpen oral sendiri terjadi bila ketika adanya luka melepuh dan luka dingin di sekitar mulut atau mulut. Lalu herpes genital memiliki ciri-ciri, seperti rasa nyeri, gatal dan luka kecil pada alat kelamin yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi bisul. 

Kedua jenis herpes ini perlu diperhatikan dengan baik apalagi jika seks oral ingin dilakukan oleh ibu hamil. 

Dilansir dari Menshealth, sistem kekebalan tubuh ibu hamil memiliki risiko tertular infeksi menular seksual yang lebih besar. Jika ibu hamil terinfeksi herpes genital, maka janin di dalam kandungan memiliki risiko 50 persen tertular herpes. 

Infeksi menular seksual juga tetap akan menular, walau pasangan sudah menggunakan kondom. Hal ini bisa terjadi karena elastisitas kondom yang berkurang, sehingga memicu peluang untuk menularkan infeksi tersebut. 

Ketika ingin melakukan seks oral pastikan kalau kondisi pasangan memang benar-benar sehat, sehingga tidak menularkan penyakit selama masa kehamilan. 

Itulah beberapa penjelasan mengenai seks oral selama hamil. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat sekaligus tetap sehat selama menjalani masa-masa kehamilan. 

Terus jaga kesehatan ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.