Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Perbedaan Plasenta Akreta dan Plasenta Previa, Kenali Cirinya
Magnific/tirachardz
  • Plasenta akreta terjadi saat jaringan plasenta tumbuh terlalu dalam hingga otot rahim, sehingga sulit terlepas setelah bayi lahir.

  • Plasenta previa terjadi saat plasenta berada di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh serviks, sehingga dapat menghalangi jalan lahir.

  • Perdarahan pada trimester kedua atau ketiga perlu diperiksakan, terutama bila banyak atau disertai pucat, sesak napas, pusing, tekanan darah rendah, atau anemia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Plasenta akreta dan plasenta previa merupakan dua kondisi kelainan pada plasenta yang dapat terjadi selama kehamilan. Meski sama-sama berkaitan dengan plasenta, keduanya memiliki perbedaan dari segi lokasi maupun cara plasenta menempel pada dinding rahim.

Kondisi plasenta perlu diperhatikan selama masa kehamilan sebab organ ini berperan menyalurkan oksigen dan nutrisi dari tubuh mama kepada janin melalui tali pusar, sekaligus membantu mengeluarkan zat sisa dari tubuh janin.

Perbedaan antara plasenta akreta dan plasenta previa penting diketahui karena masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut Popmama.com rangkum informasi tentang perbedaan plasenta akreta dan plasenta previa.

1. Plasenta akreta

Magnific/onlyyouqj

Plasenta akreta merupakan komplikasi kehamilan yang tergolong jarang, dengan angka kejadian sekitar 1 dari 300 hingga 1 dari 2.000 kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika jaringan plasenta tumbuh terlalu dalam hingga mencapai otot rahim atau miometrium. Akibatnya, plasenta dapat sulit terlepas dari dinding rahim setelah bayi lahir.

Kondisi kelainan ini lebih sering ditemukan pada Mama yang mengalami plasenta previa dan sebelumnya pernah menjalani satu atau lebih persalinan caesar. Risikonya dapat meningkat jika Mama pernah menjalani operasi pada rahim atau memiliki kelainan, seperti fibroid.

Selain itu, plasenta akreta lebih umum terjadi pada Mama berusia di atas 35 tahun atau yang pernah menjalani program IVF. Selama hamil, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala khusus. Namun, jika terjadi bersamaan dengan plasenta previa, Mama mungkin mengalami perdarahan dari vagina pada usia kehamilan 28 hingga 40 minggu.

2. Plasenta previa

Magnific

Berbeda dengan plasenta akreta, plasenta previa berkaitan dengan posisi plasenta. Kondisi ini terjadi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim hingga menutupi sebagian atau seluruh serviks atau leher rahim. Akibatnya, posisi plasenta dapat menghalangi jalan lahir saat persalinan.

Pada kehamilan normal, plasenta umumnya berkembang menjauhi serviks. Namun, pada sebagian kehamilan, plasenta tetap berada di bagian bawah rahim. Jika jarak plasenta kurang dari 20 mm, kondisi tersebut disebut plasenta letak rendah. Sementara itu, jika plasenta menutupi serviks, kondisi tersebut dikenal sebagai plasenta previa.

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa perdarahan dari vagina, terutama pada akhir trimester kedua atau trimester ketiga kehamilan. Perdarahan tersebut dapat terjadi tanpa disertai rasa sakit dan dapat berulang dalam beberapa hari.

3. Letak perbedaan plasenta akreta dan plasenta previa

Magnific/rawpixel.com

Perbedaan antara plasenta akreta dan plasenta previa juga dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kandungan dr. Budi Setiawan H., Sp.OG., FICS., PG.Dip., MFM., melalui salah satu unggahan di akun Instagram pribadinya, @dokterkandungan_budisetiawan.

Menurut dr. Budi, pada plasenta previa, masalah utamanya terletak pada posisi plasenta. Plasenta menempel di bagian bawah dinding rahim sehingga sebagian atau seluruh serviks dapat tertutup. Sementara itu, pada plasenta akreta, masalahnya terletak pada kedalaman perlekatan plasenta.

Pada plasenta akreta, akar plasenta tumbuh terlalu dalam dan melewati lapisan desidua hingga mencapai miometrium atau otot rahim. Kondisi tersebut membuat plasenta lebih sulit terlepas setelah persalinan. 

4. Kapan mama perlu ke dokter?

Magnific/serhii.bobyk

Mama perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami flek atau perdarahan selama kehamilan yang tidak kunjung mereda. Kondisi ini perlu mendapat perhatian, terutama jika terjadi pada trimester kedua atau ketiga karena dapat menjadi tanda dari kelainan plasenta.

Perdarahan juga perlu segera ditangani jika jumlahnya banyak atau disertai gejala lain, seperti kulit pucat, sesak napas, pusing, tekanan darah rendah, hingga anemia. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab perdarahan sekaligus memantau kondisi plasenta dan janin.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa perbedaan plasenta akreta dan plasenta previa terletak pada posisi dan kedalaman plasenta. Semoga informasi ini dapat membantu Mama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article