Penyebab plasenta menutupi jalan lahir atau plasenta previa belum diketahui secara pasti. Kondisi ini terjadi ketika plasenta menempel di bagian bawah rahim hingga berada dekat atau menutupi sebagian maupun seluruh jalan lahir.
7 Penyebab Plasenta Menutupi Jalan Lahir, Kenali Faktor Risikonya

Penyebab plasenta menutupi jalan lahir belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya.
Riwayat operasi atau jaringan parut pada rahim Mama, plasenta previa sebelumnya, program hamil, kehamilan kembar, miom, dan usia 35 tahun atau lebih dapat menjadi faktor risiko.
Memiliki faktor risiko tidak berarti Mama pasti mengalami plasenta previa. Posisi plasenta dan kondisi si Kecil tetap perlu dipantau melalui pemeriksaan kehamilan, terutama USG.
Meski penyebab pastinya belum diketahui, ada sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko plasenta menutupi jalan lahir. Beberapa di antaranya berkaitan dengan riwayat operasi pada rahim mama, kondisi kehamilan, hingga usia saat mengandung.
Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai penyebab plasenta menutupi jalan lahir.
1. Pernah melahirkan secara caesar

Magnific/gpointstudio Pernah menjalani persalinan secara caesar menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko plasenta menutupi jalan lahir. Operasi caesar meninggalkan jaringan parut pada rahim mama yang dapat memengaruhi kondisi tempat plasenta menempel pada kehamilan berikutnya.
Adanya jaringan parut dapat menyebabkan perubahan pada lapisan rahim dan aliran darah di area tersebut. Kondisi ini diduga dapat memengaruhi lokasi implantasi plasenta sehingga plasenta berisiko menempel lebih rendah di dalam rahim.
2. Memiliki jaringan parut pada rahim

Magnific Selain operasi caesar, jaringan parut pada rahim ibu hamil juga dapat terbentuk akibat tindakan medis lainnya, seperti kuretase atau operasi pengangkatan miom. Infeksi pada rahim, seperti endometritis, juga dapat memengaruhi kondisi lapisan dalam rahim atau endometrium.
Perubahan pada lapisan rahim tersebut dapat memengaruhi lokasi menempelnya plasenta. Ketika plasenta berada lebih rendah dari posisi yang seharusnya, plasenta dapat berada di dekat leher rahim atau bahkan menutupi jalan lahir.
3. Pernah mengalami plasenta previa

Magnific Mama yang pernah mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa pada kehamilan berikutnya. Riwayat tersebut menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan dokter saat memantau kehamilan mama.
Hal ini dapat berkaitan dengan kondisi tertentu pada rahim mama yang memengaruhi lokasi implantasi plasenta. Namun, pernah mengalami plasenta previa tidak berarti kondisi tersebut pasti kembali terjadi saat Mama hamil lagi.
4. Menjalani program hamil, seperti bayi tabung atau inseminasi

Magnific/prostooleh Menjalani program hamil dengan teknologi reproduksi berbantu, seperti bayi tabung atau IVF, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa. Pada prosedur IVF, embrio ditempatkan ke dalam rahim mama melalui proses transfer embrio.
Kehamilan yang diperoleh melalui teknologi reproduksi tersebut diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa masalah pada plasenta, termasuk plasenta previa. Meski begitu, bukan berarti Mama yang menjalani bayi tabung atau inseminasi pasti mengalami kondisi tersebut.
5. Hamil kembar dua atau lebih

Magnific/pvproductions Kehamilan kembar dua atau lebih juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko plasenta menutupi jalan lahir. Pasalnya, kehamilan kembar membutuhkan dukungan nutrisi dan oksigen yang lebih besar untuk menunjang pertumbuhan setiap janin.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan ukuran atau jumlah plasenta yang lebih besar. Area plasenta yang menempel pada rahim Mama pun dapat menjadi lebih luas dan berpotensi berada di bagian bawah rahim hingga mendekati jalan lahir.
6. Memiliki fibroid rahim

Magnific Fibroid rahim atau miom merupakan pertumbuhan jaringan yang dapat mengubah bentuk dan kondisi rongga rahim. Keberadaan miom, terutama jika berada di lokasi tertentu, dapat memengaruhi area tempat embrio menempel di dalam rahim.
Selain itu, riwayat operasi untuk mengangkat miom juga dapat meninggalkan jaringan parut pada rahim Mama. Perubahan struktur rahim tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa.
7. Berusia 35 tahun atau lebih

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Usia mama saat hamil juga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko plasenta previa. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada ibu hamil yang berusia 35 tahun atau lebih.
Seiring bertambahnya usia, kondisi pembuluh darah dan jaringan pada rahim mama dapat mengalami perubahan. Hal tersebut dapat memengaruhi proses implantasi plasenta.
Itu dia deretan penyebab plasenta menutupi jalan lahir. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma.





















