Kenapa saat Hamil Perut Kadang Keras, tapi Kadang Lembek?

Perut hamil bisa terasa keras saat otot rahim berkontraksi dan kembali lembek ketika rahim rileks.
Braxton Hicks biasanya tidak teratur, tidak semakin kuat, dan dapat mereda setelah istirahat, mengubah posisi, atau minum air.
Perdarahan, air ketuban keluar, nyeri hebat, kontraksi makin kuat, atau gerakan janin berkurang perlu diwaspadai.
Saat hamil, Mama mungkin pernah merasakan perut tiba-tiba terasa keras atau kencang, lalu beberapa saat kemudian kembali lembek seperti biasa. Kondisi ini sering membuat penasaran, apalagi jika muncul berulang dan terasa berbeda dari biasanya.
Secara medis, perubahan tersebut bisa terjadi karena rahim tersusun dari otot yang dapat berkontraksi dan kembali rileks. Saat otot rahim berkontraksi, perut terasa lebih keras atau kencang. Sebaliknya, ketika kontraksi mereda, perut akan terasa lebih lembut lagi.
Salah satu penyebab paling umum adalah Braxton hicks atau kontraksi palsu. Kontraksi ini biasanya muncul secara tidak teratur dan mulai lebih terasa pada trimester kedua atau ketiga.
Namun, perut yang terasa keras tidak selalu disebabkan oleh hal yang sama. Posisi janin, aktivitas ibu, dehidrasi, hingga kontraksi persalinan juga bisa membuat sensasi di perut berubah.
Berikut Popmama.com rangkum alasan kenapa saat hamil perut kadang keras, kadang lembek, serta tanda yang perlu Mama waspadai.
Table of Content
1. Braxton hicks bisa membuat perut keras lalu lembek lagi

Pexels/Alexander Mass Saat Braxton hicks terjadi, Mama bisa merasakan bagian perut tiba-tiba mengencang selama beberapa saat, kemudian kembali rileks. Sensasinya bisa berupa kencang, penuh, atau seperti kram menstruasi ringan, tetapi biasanya tidak semakin kuat dan tidak teratur.
Cleveland Clinic juga menyebut Braxton hicks sebagai sensasi kencang pada perut yang biasanya tidak teratur dan dapat membaik setelah Mama mengubah posisi atau aktivitas. Karena kontraksi berhenti, perut yang sebelumnya terasa keras kemudian kembali lembut.
2. Aktivitas, dehidrasi, kandung kemih penuh, dan hubungan seksual bisa memicu perut mengencang

Pexels/Ivan S Braxton hicks bisa muncul lebih mudah saat ibu hamil sedang sangat aktif, mengalami dehidrasi, memiliki kandung kemih penuh, atau setelah aktivitas seksual. Faktor-faktor tersebut dapat memicu kontraksi sementara pada otot rahim.
Karena itu, perut yang terasa keras akibat Braxton hicks bisa membaik setelah Mama beristirahat, mengganti posisi tubuh, atau minum air untuk menjaga hidrasi. Mengutip StatPearls yang dipublikasikan melalui NCBI Bookshelf, langkah-langkah tersebut dapat membantu meredakan kontraksi palsu.
3. Posisi janin juga bisa membuat bagian tertentu terasa lebih keras

Pexels/Leah Newhouse Selain kontraksi rahim, bentuk dan posisi janin juga bisa membuat perut terasa berbeda dari waktu ke waktu. Ketika punggung atau bagian tubuh janin berada dekat dengan dinding perut, satu sisi perut dapat terasa lebih menonjol atau padat dibandingkan sisi lainnya.
Mengutip dari The Bump, perubahan posisi bayi menjadi salah satu alasan ukuran dan bentuk perut ibu hamil dapat tampak atau terasa berbeda pada waktu yang berlainan. Namun, jika seluruh perut mengeras lalu kembali lembek secara periodik, hal itu lebih konsisten dengan kontraksi rahim seperti Braxton hicks.
4. Kapan perut keras berarti kontraksi persalinan?

Pexels/Alexander Mass Perbedaannya terletak pada polanya. Braxton hicks cenderung tidak teratur, tidak semakin kuat, dan bisa mereda dengan perubahan posisi atau istirahat. Sebaliknya, kontraksi persalinan sejati muncul dengan pola yang semakin teratur, semakin kuat, dan jaraknya makin pendek seiring waktu.
Kontraksi persalinan sejati juga berkaitan dengan perubahan pada serviks, seperti pembukaan dan penipisan. Karena itu, jika perut mengeras secara teratur dan semakin nyeri, terutama menjelang usia cukup bulan, Mama sebaiknya menghubungi tenaga kesehatan.
5. Kapan perut keras perlu diwaspadai?

Pexels/Jorge Chan Perut yang sesekali keras dan kemudian rileks umumnya tidak berbahaya. Namun, Mama perlu segera mencari pertolongan jika kekencangan disertai perdarahan vagina, air ketuban keluar, nyeri perut hebat dan menetap, kontraksi makin sering dan kuat, atau gerakan janin berkurang.Â
StatPearls juga mencatat bahwa rahim yang terasa keras terus-menerus dan disertai nyeri hebat dapat menjadi tanda kondisi serius seperti solusio plasenta, sehingga berbeda dengan Braxton hicks yang datang dan pergi.
Jika dirangkum, perut bisa terasa keras ketika otot rahim sedang berkontraksi dan kembali lembek ketika rahim relaks. Penyebab paling umum adalah Braxton hicks, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Posisi janin juga bisa membuat sebagian area perut terasa lebih keras.























