Mual dan muntah merupakan keluhan yang cukup umum dialami selama kehamilan, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini juga dapat membuat ibu hamil kehilangan nafsu makan sehingga jumlah makanan yang dikonsumsi menjadi lebih sedikit.
Ibu Hamil Muntah Terus dan Tidak Mau Makan, Apakah Wajar?

Mual, muntah, dan nafsu makan yang menurun masih umum terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester pertama.
Muntah berlebihan hingga sulit makan dan minum dapat meningkatkan risiko hyperemesis gravidarum, dehidrasi, kekurangan nutrisi, dan penurunan berat badan.
Mama bisa mencoba makan dalam porsi kecil tetapi sering, memilih makanan yang mudah ditoleransi, serta segera berkonsultasi dengan dokter jika muntah terus-menerus atau tidak mampu makan dan minum
Meski begitu, Mama perlu memperhatikan jika mual dan muntah terjadi terus-menerus hingga membuat tubuh sulit menerima makanan maupun minuman. Kondisi tersebut dapat membuat kebutuhan nutrisi dan cairan selama kehamilan tidak terpenuhi dengan baik.
Yuk, simak penjelasan yang sudah Popmama.com rangkum mengenai ibu hamil muntah terus dan tidak mau makan, apakah wajar?
Table of Content
1. Ibu hamil muntah terus dan tidak mau makan, apakah normal?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Mual dan muntah merupakan kondisi yang cukup wajar selama kehamilan, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini biasanya mulai terasa pada usia kehamilan sekitar minggu ke-4 hingga ke-9. Keluhan ini sering lebih terasa ketika usia kehamilan memasuki minggu ke-8 sampai ke-10, meskipun tidak semua ibu hamil mengalaminya.
Perubahan hormon selama kehamilan, termasuk hormon leptin dan human chorionic gonadotropin (hCG), diduga dapat memengaruhi nafsu makan serta memicu mual dan muntah. Penelitian terhadap 2.270 ibu hamil menunjukkan bahwa di antara ibu yang mengalami mual dan muntah sedang hingga berat, masing-masing 42 persen dan 70 persen melaporkan penurunan asupan makanan pada awal kehamilan, dilansir Healthline.
2. Keterkaitan antara muntah dan rendahnya nafsu makan saat hamil

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Muntah dan rendahnya nafsu makan selama kehamilan memiliki hubungan yang cukup erat. Rasa mual dan muntah yang muncul berulang kali dapat membuat Mama merasa tidak nyaman saat makan, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan pun ikut berkurang. Dalam kondisi tertentu, makanan yang sebelumnya biasa dikonsumsi juga dapat terasa kurang menarik atau justru memicu rasa mual.
Dilansir dari jurnal Maternal and Child Nutrition, penurunan nafsu makan tersebut juga dapat memengaruhi jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi selama kehamilan. Semakin berat gejala mual dan muntah selama kehamilan, semakin besar pula penurunan konsumsi beberapa jenis makanan, seperti sayuran, jus buah, nasi, dan kacang-kacangan.
3. Risiko saat ibu hamil muntah berlebihan dan tidak mau makan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Muntah yang terjadi terus-menerus hingga membuat ibu hamil sulit makan dan minum dapat meningkatkan risiko hyperemesis gravidarum, yaitu kondisi mual dan muntah berat selama kehamilan. Kondisi ini berbeda dari mual muntah biasa karena gejalanya dapat berlangsung lebih berat dan mengganggu kemampuan Mama untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Hyperemesis gravidarum dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Ketika asupan makanan juga sangat berkurang, Mama dapat mengalami kekurangan nutrisi dan penurunan berat badan yang cukup drastis, seperti dikutip dari laman Healthline.
4. Langkah awal untuk mengurangi gejala muntah dan penurunan nafsu makan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Ada beberapa cara yang dapat Mama coba untuk membantu mengurangi rasa mual sekaligus memenuhi kebutuhan makanan selama kehamilan, antara lain:
Cobalah makan 5–6 kali dalam porsi kecil setiap 2–3 jam, daripada mengonsumsi tiga porsi besar sekaligus. Cara ini dapat membantu menjaga perut agar tidak benar-benar kosong.
Pilih makanan yang hambar dan mudah dicerna seperti biskuit tawar, roti panggang, nasi, atau sereal.
Minum air putih di antara waktu makan, bukan bersamaan dengan makanan, untuk menghindari rasa terlalu kenyang atau mual.
Konsumsi teh jahe atau peppermint untuk membantu menenangkan perut.
Konsumsi makanan yang masih bisa ditoleransi dan masih mampu dikonsumsi tanpa memicu muntah.
5. Kapan ibu hamil perlu konsultasi ke dokter?

Magnific Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn jika mual dan muntah tidak kunjung membaik setelah beberapa hari atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga diperlukan jika Mama sudah tidak mampu makan atau minum sama sekali, mengalami tanda-tanda dehidrasi, atau berat badan terus menurun.
Dokter akan melakukan evaluasi untuk mengetahui kondisi Mama dan tingkat keparahan mual serta muntah yang dialami. Jika diperlukan, dokter dapat memberikan terapi seperti obat antimual atau cairan melalui infus untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Nah, itulah penjelasan mengenai kondisi ibu hamil yang muntah terus dan tidak mau makan. Apakah Mama sedang mengalami kondisi serupa?






















