Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kesalahan Minum Vitamin D3 saat Hamil yang Sering Tidak Disadari
Magnific

  • Vitamin D3 pada ibu hamil perlu diminum setelah makan atau bersama lemak sehat karena larut dalam lemak; konsumsi saat perut kosong atau hanya dengan kopi dapat menghambat penyerapan.
  • Vitamin D3 membantu keseimbangan kalsium dan fosfat untuk tulang serta gigi janin dan kesehatan tulang ibu; kadar rendah dikaitkan dengan rakitis kongenital, osteoporosis, diabetes gestasional, preeklamsia, dan persalinan prematur.
  • Kebutuhan vitamin D saat hamil adalah 600 IU atau 15 mcg per hari menurut NIH dan AKG 2019; dosis suplemen perlu mengikuti anjuran dokter untuk menghindari hiperkalsemia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak ibu hamil sudah rutin mengonsumsi vitamin D, terutama dalam bentuk vitamin D3 (cholecalciferol) setiap hari untuk membantu menjaga kesehatan selama kehamilan. Namun, ternyata kadar vitamin D dalam tubuh tetap bisa rendah meski suplemen sudah diminum secara teratur.

dr. Juanda Raynaldi, Sp.OG lewat akun Instagramnya @juandaraynaldi.spog menjelaskan bahwa kondisi ini bisa terjadi karena cara mengonsumsi vitamin D3 masih kurang tepat. Berbeda dengan beberapa vitamin lainnya, vitamin D3 memiliki cara penyerapan yang bergantung pada asupan lemak. Oleh karena itu, waktu dan cara mengonsumsinya juga perlu diperhatikan.

Supaya Mama tidak melakukan kesalahan yang sama, berikut kesalahan minum vitamin D3 saat hamil yang telah Popmama.com rangkum untuk Mama.

Kesalahan Minum Vitamin D3 saat Hamil yang Sering Tidak Disadari

Magnific

Rutin minum vitamin D3 memang penting selama kehamilan. Namun, manfaatnya tidak hanya bergantung pada seberapa sering suplemen dikonsumsi, tetapi juga bagaimana tubuh menyerap vitamin tersebut.

dr. Juanda mengatakan bahwa ibu hamil sering salah cara mengonsumsi vitamin D. Hal ini berdampak dengan kadar vitamin yang diserap oleh tubuh.

"Sudah rutin minum vitamin D, tapi kadarnya masih rendah? Mungkin masalahnya bukan di vitaminnya, tapi di cara minumnya," kata dr. Juanda.

Vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak (fat-soluble). Artinya, vitamin ini akan lebih mudah diserap tubuh jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat.

Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi bersama vitamin D3 antara lain:

  1. Telur

  2. Alpukat

  3. Ikan berlemak, seperti salmon, sarden, dan tuna

  4. Kacang-kacangan

  5. Susu atau yoghurt

Oleh karena itu, vitamin D3 sebaiknya diminum setelah makan utama atau setelah mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat. Sebaliknya, mengonsumsinya saat perut kosong atau hanya ditemani secangkir kopi di pagi hari dapat membuat penyerapannya kurang optimal.

Selain memperhatikan cara minumnya, dr. Juanda juga mengingatkan agar ibu hamil mengonsumsi vitamin D secara rutin setiap hari, tetap aktif bergerak, berolahraga ringan, mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, serta memastikan dosis suplemen sesuai dengan anjuran dokter.

Mengapa Vitamin D3 Penting selama Kehamilan?

Magnific

Vitamin D3 berperan penting dalam mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat di dalam tubuh. Kedua zat gizi ini dibutuhkan untuk membantu pembentukan tulang dan gigi janin, sekaligus menjaga kesehatan tulang mama selama masa kehamilan.

Saat tubuh kekurangan vitamin D, penyerapan kalsium di usus menjadi kurang optimal. Akibatnya, pembentukan tulang janin dapat terganggu dan meningkatkan risiko rakitis kongenital. Di sisi lain, tubuh mama bisa mengambil cadangan kalsium dari tulang sehingga meningkatkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah selama kehamilan dikaitkan dengan meningkatnya risiko komplikasi, seperti diabetes gestasional, preeklamsia, hingga persalinan prematur.

Apabila kekurangan vitamin D disertai keluhan serius, seperti sakit kepala yang tidak kunjung membaik, tekanan darah tinggi, atau gejala lain yang mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani dengan tepat.

Berapa Kebutuhan Vitamin D3 untuk Ibu Hamil?

Magnific

Menurut National Institutes of Health (NIH), kebutuhan vitamin D selama kehamilan adalah 600 IU atau sekitar 15 mcg per hari. Jumlah ini juga sesuai dengan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI tahun 2019.

Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui kombinasi paparan sinar matahari, konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan, hati sapi, keju, dan kuning telur, serta suplemen bila memang diperlukan.

Jika Mama ingin mengonsumsi suplemen vitamin D3, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan agar dosis yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan selama kehamilan.

Mama juga perlu menghindari konsumsi vitamin D3 secara berlebihan. Pasalnya, kelebihan vitamin D dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia), yang berisiko menyebabkan gangguan pada ginjal serta keluhan pencernaan, seperti mual, muntah, sembelit, diare, hingga penurunan nafsu makan.

Manfaat Vitamin D3 untuk Ibu Hamil

Magnific

Selain menjaga kesehatan tulang, vitamin D3 juga memiliki banyak manfaat lain bagi ibu hamil maupun janin yang sedang berkembang. Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Membantu menjaga daya tahan tubuh dengan mendukung fungsi sel darah putih dan membantu mengurangi peradangan, sehingga Mama tidak mudah sakit.

  2. Membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, termasuk mendukung pergerakan usus dan pertumbuhan bakteri baik yang dapat membantu mengurangi risiko sembelit.

  3. Membantu menjaga suasana hati karena berperan dalam produksi hormon serotonin dan dopamin yang berkaitan dengan mood.

  4. Mendukung pembentukan tulang dan bakal gigi janin melalui peningkatan penyerapan kalsium dan fosfor.

  5. Membantu menurunkan risiko rakitis pada bayi dengan mendukung pembentukan tulang yang optimal sejak dalam kandungan.

  6. Membantu mendukung kontrol gula darah sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes gestasional pada ibu hamil.

Nah, itu dia penjelasan mengenai kesalahan minum vitamin D3 saat hamil yang sering tidak disadari. Selain rutin mengonsumsinya, Mama juga perlu memperhatikan cara minumnya agar vitamin D3 dapat diserap tubuh secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan Mama dan si Kecil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article