Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mager saat Hamil Ternyata Hal yang Normal, Ini Penyebabnya

Mager saat Hamil Ternyata Hal yang Normal, Ini Penyebabnya
Magnific/Magnific
Intinya Sih

  • Rasa mager saat hamil umumnya normal, dipicu peningkatan progesteron terutama pada trimester pertama dan ketiga yang menyebabkan kantuk, kelelahan, serta berkurangnya energi beraktivitas.
  • Fase ini dapat ditandai enggan bergerak, tidur berlebihan, minat merawat diri menurun, gangguan nafsu makan, dan perubahan suasana hati; cirinya berbeda pada setiap ibu.
  • Segera periksa bila disertai nyeri hebat, dehidrasi, demam, perdarahan, atau gerakan janin berkurang; aktivitas ringan, nutrisi seimbang, hidrasi, dan istirahat membantu mengelola kelelahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama menjalani masa kehamilan, pernahkah Mama merasa tak ingin bergerak dan melakukan hal apa pun? Jika iya, maka hal ini merupakan kondisi yang normal terjadi pada ibu hamil saat masa-masa mengandung si Kecil. 

Perasaan enggan untuk bergerak dan beraktivitas, atau yang populer disebut sebagai “mager” ini memang sering kali dialami oleh ibu hamil. Fase ini bisa membuat orang-orang di sekitar menjadi salah paham dan menganggap bahwa ini bisa terjadi semata-mata hanya karena rasa malas.

Nyatanya, kondisi tak selalu disebabkan oleh kemalasan, melainkan karena beberapa hal yang bisa dijelaskan secara medis.

Nah, apa saja yang menyebabkan munculnya rasa malas selama masa kehamilan? Yuk, simak informasi yang Popmama.com siapkan berikut ini.

Penyebab Rasa “Mager” pada Ibu Hamil

Mager saat hamil adalah hal yang normal
Magnific/Magnific

dr. Uf Bagazi, Sp.OG. dalam akun Instagram pribadinya @ufbagazi menjelaskan bahwa ibu hamil yang malas bergerak selama masa kehamilan bukanlah karena memang benar-benar pemalas.

Rasa malas yang muncul umumnya diakibatkan oleh efek hormon yang meningkat selama masa kehamilan, terutama pada hormon progesteron yang dikenal sebagai lazy hormon atau hormon pemalas. 

Hormon itu ternyata bisa berdampak pada seluruh tubuh ibu hamil, termasuk pada keinginan untuk beraktivitas. Kadarnya yang meningkat selama trimester pertama dan ketiga merupakan penyebab utama di balik kondisi “mager” ini.

Hormon progesteron sebenarnya memiliki peran yang penting dalam menjaga kehamilan. Tetapi tahukah Mama, ada beberapa efek yang juga menyertai hormon ini, seperti peningkatan rasa kantuk dan kelelahan.

Apa yang sering dianggap sebagai rasa "malas" pada ibu hamil sebenarnya merupakan bentuk kelelahan yang memengaruhi keinginan dan energi untuk beraktivitas. Kondisi ini merupakan hal yang normal karena tubuh sedang bekerja keras untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung pertumbuhan janin. 

Nah, seluruh proses itu membutuhkan energi yang besar dari tubuh, jadi tak mengherankan jika Mama mudah merasa lelah dan tak bersemangat untuk beraktivitas.

Ciri-ciri Ibu Hamil yang Sedang Mengalami Fase Mager

Mager saat hamil adalah hal yang normal
Magnific/Stockking

Penting bagi orang-orang di sekitar ibu hamil untuk memahami kondisi ini agar tak salah mengartikan fase mager yang sedang terjadi. Ibu hamil yang sedang dalam kondisi ini pun memiliki beberapa ciri-ciri, di antaranya adalah seperti berikut:

  • Enggan melakukan aktivitas fisik (mager). Ibu hamil mungkin merasa tak ingin bergerak atau berolahraga ringan.
  • Kelelahan ekstrem dan mengantuk. Hormon progesteron yang meningkat membuat tubuh ibu hamil mudah lelah yang mengakibatkan munculnya kecenderungan untuk sering mengantuk dan rasa tak ingin melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan.
  • Berkurangnya minat merawat diri. Ibu hamil seperti malas untuk sekadar mandi atau memperhatikan kebersihannya karena energi yang terbatas.
  • Tidur yang berlebihan (hamil kebo). Kondisi ketika ibu hamil bisa tidur kapan saja dan di mana saja.
  • Gangguan nafsu makan. Pola makan ibu hamil terganggu, seperti nafsu makan yang berkurangi  atau nafsu makan yang tiba-tiba meningkat pesat hingga enggan melakukan aktivitas lain.
  • Perubahan emosional (moodswing). Hormon yang berubah-ubah menyebabkan suasana hati yang tak stabil. Ibu hamil menjadi lebih sensitif dan menarik diri dari interaksi sosial.

Ciri-ciri ini umumnya bisa bervariasi pada tiap individu. Memahami ciri-ciri ini juga dapat membantu ibu hamil dan keluarga untuk bisa merespons dengan tanggap dan tepat.

Tanda Bahaya yang perlu Diwaspadai

Mager saat hamil adalah hal yang normal
Magnific/DC Studio

Meski kondisi ini normal dialami oleh ibu hamil, namun pada beberapa situasi, kondisi ini juga memerlukan perhatian lebih lanjut. Rasa malas bergerak yang Mama alami bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan jika disertai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Sakit kepala ekstrem, gangguan penglihatan, atau nyeri perut hebat.
  • Gejala dehidrasi berat, seperti bibir yang kering dan jarang buang air kecil (BAK).
  • Demam tinggi yang tak kunjung mereda.
  • Perdarahan ringan maupun berat pada vagina.
  • Pergerakan janin terasa berkurang atau tidak terasa sama sekali pada usia kehamilan ketika seharusnya sudah dapat dirasakan. 

Penting untuk mengetahui perbedaan antara kelelahan normal dan indikasi gangguan kesehatan pada ibu hamil. Jika Mama mengalami tanda-tanda seperti di atas, segera periksakan diri agar mendapatkan penanganan yang optimal.

Risiko Malas Bergerak bagi Ibu Hamil

Mager saat hamil adalah hal yang normal
Pexels/Los Muertos Crew

Kurangnya aktivitas fisik yang dalam jangka panjang bagi ibu hamil tentunya juga bisa memicu berbagai risiko medis, seperti:

  • Kenaikan berat badan yang tak terkontrol (obesitas gestasional). Ibu hamil yang kurang beraktivitas bisa memicu kenaikan berat badan tidak terkendali yang juga meningkatkan risiko terjadinya diabetes gestasional yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan.
  • Janin tumbuh terlalu besar (makrosomia). Janin yang tumbuh terlalu besar nantinya dapat menyulitkan ibu hamil ketika proses persalinan. 
  • Sirkulasi darah yang tidak lancar. Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu munculnya varises hingga pembengkakan pada area kaki.
  • Sembelit atau konstipasi. Aktivitas fisik ringan sejatinya sangat membantu melancarkan pergerakan usus yang menjadi lambat akibat hormon kehamilan. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, otot-otot panggul bisa menjadi kurang terlatih untuk menghadapi proses persalinan.

Cara Mengurangi Rasa Lelah dan Malas Bergerak saat Hamil

Mager saat hamil adalah hal yang normal
Pexels/Gustavo Fring

Walaupun tak bisa dihilangkan sepenuhnya, beberapa hal ini dapat membantu Mama untuk mengelola rasa “mager” dan kelelahan yang melanda, seperti:

  • Melakukan aktivitas ringan. Mama bisa lakukan beberapa aktivitas fisik yang ringan dan aman untuk ibu hamil, seperti jalan kaki, senam hamil, dan yoga prenatal. Beberapa aktivitas ini dapat membantu meningkatkan energi dan memperbaiki suasana hati mama.
  • Nutrisi yang seimbang. Mama bisa mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung zat besi, protein, dan vitamin untuk membantu menjaga energi dan menghindari konsumsi makanan olahan karena dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.  
  • Hidrasi optimal. Pastikan Mama selalu penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi. 
  • Istirahat yang cukup. Pastikan Mama mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Saat tubuh terasa lelah, jangan ragu untuk beristirahat atau tidur siang. 
  • Meminta pertolongan. Jika Mama merasa kewalahan, jangan ragu untk meminta bantuan dari pasangan, keluarga, atau kerabat untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang berat.

Itulah penyebab utama dari rasa mager yang dialami ibu hamil. Selama tidak disertai tanda bahaya, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika rasa lelah terasa berlebihan atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya Mama segera periksakan diri ke dokter. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Mama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More