5 Kebiasaan Ibu Hamil Ini Bisa Sebabkan Anak Terkena Sindrom Tourette

Tanpa disadari kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko anak terlahir dengan sindrom tourette

25 Oktober 2021

5 Kebiasaan Ibu Hamil Ini Bisa Sebabkan Anak Terkena Sindrom Tourette
Pexels/amina-filkins

Sindrom tourette atau tic adalah sebuah gangguan yang biasanya diderita oleh anak-anak. Sindrom ini membuat seseorang tidak bisa mengendalikkan beberapa gerakan yang dibuat oleh tubuhnya. Misalnya, batuk, berkedut hingga menampar. 

Sindrom tourette mulai terlihat pada anak usia dua tahun. Namun, hal tersebut cenderung hilang ketika anak bertumbuh dewasa. Meskipun, banyak pula yang memiliki sindrom ini hingga masa tuanya. Jika bertambah parah, sindrom ini butuh terapi khusus.

Anak yang menderita sindrom tourette biasanya karena faktor genetik dari keluarga. Namun, penelitian lain juga mengungkapkan ada beberapa kebiasaan ibu hamil yang bisa jadi penyebab anak lahir dengan sindrom tourette.

Apakah benar? Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Stres berat saat awal kehamilan

1. Stres berat saat awal kehamilan
Freepik

Dikutip dari website rumah sakit Michigan Medicine dari Universitas Michigan, Amerika Serikat yang menyebut beberapa hal ini kemungkinan bisa menyebabkan anak lahir dengan sindrom tic. Faktor pemicu pertama adalah ibu hamil yang mengalami stres berat di trimester pertamanya.

Tentunya, pemicu stres setiap ibu hamil bisa berbeda. Penting sekali bagi orang-orang disekitar untuk mengenali gejala jika orang terdekat yang tengah hamil muda mengalami stres. 

Stres yang terjadi di awal kehamilan juga berakibat fatal pada perkembangan janin lain. Potensi keguguran terjadi lebih besar pada ibu hamil yang mengalami stres berat.

Editors' Picks

2. Minum terlalu banyak kopi

2. Minum terlalu banyak kopi
Freepik/wayhomestudio

Kopi masih bisa kok dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, ada takaran tertentu sehingga tidak bisa sering meminum kopi saat sedang hamil. Ibu hamil memiliki batas maksimal konsumsi kopi sekitar 200 mg sehari. 

Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil hindari untuk meminum kopi lebih dari satu gelas sehari. Seperti yang disebutkan dalam situs rumah sakit Michigan Medicine dari Universitas Michigan bahwa ibu hamil yang terlalu banyak minum kopi bisa melahirkan bayi dengan tic.

Berikut jumlah umum kafein dalam kopi:

  • 60-200 mg kafein dalam satu cangkir kopi seduh.
  • 140 mg kafein dalam satu cangkir kopi saring.
  • 100 mg kafein dalam satu cangkir kopi instan.

3. Merokok atau terpapar banyak asap rokok saat hamil

3. Merokok atau terpapar banyak asap rokok saat hamil
Freepik

Merokok bagi orang sehat saja sangat tidak sehat, apalagi untuk ibu hamil. Banyaknya kandungan racun dalam sebatang rokok bisa menyebabkan ibu hamil mengalami berbagai komplikasi. Bahkan tak hanya merokok langsung, ibu hamil yang sering terpapar asap rokok pun memiliki kemungkinan komplikasi kehamilan dan melahirkan yang lebih besar daripada yang tidak terpapar asap rokok. 

Selain bisa menyebabkan bayi kemungkinan memiliki sindrom tic nantinya, bahaya merokok sangat hamil sangat banyak, seperti:

  • Lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah
  • Risiko lebih tinggi terkena sindrom kematian bayi mendadak
  • Gangguan pernapasan (misalnya ISPA, pneumonia, atau asma)
  • Cacat bawaan (penyakit jantung bawaan, cacat pada otak dan saraf, atau kelainan pada organ dan bagian tubuh lain)
  • Gangguan tumbuh kembang
  • Masalah psikologi dan perilaku (ADHD dan autisme)

4. Mengonsumsi alkohol berlebih selama masa kehamilan

4. Mengonsumsi alkohol berlebih selama masa kehamilan
Pexels/isabella mender

Tak berbeda jauh dengan merokok, mengonsumsi alkohol saat hamil bisa membahayakan Mama dan bayi dalam kandungan. Saat ibu hamil mengonsumsi alkohol maka aliran darah yang membawa alkohol itu melewati plasenta hingga ke janin.

Fungsi hati bayi belum dapat memproses alkohol seperti tubuh orang dewasa. Jika terlalu banyak maka bisa memengaruhi perkembangan sel-sel tubuh bayi dalam kandungan. Oleh karenanya, rumah sakit Michigan Medicine dari Universitas Michigan menyebut ibu hamil yang kerap mengonsumsi alkohol berisiko melahirkan bayi dengan sindrom tourette.

Minum alkohol saat hamil secara berlebihan juga bisa berisiko merusak sistem saraf bayi. Hal itu bisa menyebabkan bayi rentan mengalami sindrom alkohol pada janin (fetal alcohol syndrome/FAS) yang mengakibatkan cacat lahir, kesulitan belajar dan masalah sosialisasi anak saat dewasa.

5. Mengonsumsi obat terlarang

5. Mengonsumsi obat terlarang
Freepik/Wirestock
Dok. Jovee

Menggunakan narkoba atau obat terlarang lain saat hamil akan memberikan dampak yang sangat serius pada perkembangan bayi. Ada berbagai efek yang dapat terjadi jika menggunakan narkoba yang berbahaya juga bagi ibu hamil tersebut. Di antaranya yakni keguguran, berat badan bayi rendah, gangguan plasenta, hingga kematian ibu dan janin.

Salah satunya adalah ganja dan amfetamin. Ganja bisa menyebabkan bayi dalam kandungan kekurangan oksigen dan lahir prematur. Sedangkan, amfetamin bisa menganggu tumbuh kembang janin hingga kematian dalam kandungan.

Rumah sakit Michigan Medicine dari Universitas Michigan sendiri anak yang lahir dengan sindrom tourette bisa disebabkan karena ibu hamil kekurangan oksigen. Salah satunya karena ibu hamil mengonsumsi obat terlarang.

Ternyata ada beberapa kebiasaan yang dilakukan saat hamil bisa membuat bayi lahir dengan sindrom tourette. Semoga informasi ini bisa membantu Mama yang tengah hamil untuk menghindari hal-hal tersebut, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.