Ruh Ditiupkan ke Janin Usia Berapa Bulan dalam Islam?

- Ruh ditiupkan ke janin setelah 120 hari kehamilan, menetapkan rezeki, ajal, amal, dan nasib manusia.
- Peniupan ruh terjadi pada usia 4 bulan karena proses penciptaan manusia telah mencapai kesempurnaan fisik.
- Proses penciptaan janin dijelaskan bertahap selama 40 hari nutfah, 40 hari alaqah, dan 40 hari mudghah sebelum ruh ditiupkan.
Sebelum terlahir ke dunia, calon bayi telah melalui proses panjang yang penuh ketetapan Ilahi. Bayi yang dilahirkan ke dunia sudah melewati proses panjang dan seleksi yang sangat ketat karena ia terlahir dari hasil jutaan sel sperma yang masuk ke sel telur.
Dalam ajaran Islam, fase penciptaan manusia di dalam rahim dijelaskan secara rinci melalui Al-Qur'an Al-Quran (QS. Al-Mu'minun: 12-14), mulai dari air mani, segumpal darah, hingga segumpal daging.
Pada salah satu fase penting tersebut malaikat diutus untuk meniupkan ruh ke dalam janin sekaligus menetapkan rezeki, ajal, amal, serta kebahagiaan atau kesengsaraan hidupnya kelak.
Lantas, pada usia kehamilan berapa bulan ruh ditiupkan ke janin menurut Islam?
Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai ruh ditiupkan ke janin usia berapa bulan dalam Islam dan faktanya.
1. Kapan ruh ditiupkan ke janin? Ini riwayat menurut Islam

Menurut penjelasan dari hadis Imam An-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, [Beirut: Dar Ihya At-Turats Al-Arabi, 1392 H], jilid XVI, hal. 191), secara literal hadis utama menunjukkan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 120 hari kehamilan, atau sekitar 4 bulan, yaitu setelah janin melewati tiga fase 40 hari (nutfah, ‘alaqah, dan mudhghah).
Pada tahap inilah malaikat meniupkan ruh sekaligus menetapkan rezeki, ajal, amal, dan nasib kebahagiaan atau kesengsaraan manusia. Hal itu diungkapkan dalam website NU Online.
Sementara itu, adanya riwayat lain yang menyebut 40, 42, atau 45 hari dipahami oleh para ulama sebagai tahapan awal tugas malaikat, seperti membentuk rupa janin dan menjaga proses penciptaannya di setiap fase. Riwayat-riwayat tersebut tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi bahwa malaikat sudah ditugaskan sejak awal kehamilan, tetapi peniupan ruh secara sempurna terjadi setelah 120 hari.
2. Alasan ruh ditiupkan ke janin di usia 4 bulan dair perspektif Islam

Dalam Islam, peniupan ruh ke dalam janin ditetapkan terjadi pada usia 4 bulan (120 hari) karena pada fase ini proses penciptaan manusia telah mencapai kesempurnaan fisik. Berdasarkan hadis sahih di atas, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa janin melewati tiga tahap masing-masing selama 40 hari dari nutfah (sperma), ‘alaqah (segumpal darah), dan mudghah (segumpal daging).
Setelah fase mudghah inilah malaikat diutus untuk meniupkan ruh. Rupanya pada usia 120 hari, organ tubuh janin mulai terbentuk secara utuh mulai dari tulang, daging, kulit, pendengaran, penglihatan, hingga jenis kelamin sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Mu’minun ayat 12–14:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍۚ (12) ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍۖ (13) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ
Artinya:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (yang berasal) dari tanah. Kemudian, Kami menjadikannya air mani di dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung (darah). Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, sebaik-baik pencipta." (QS. Al-Mu'minun: 12-14).
Para ulama, termasuk pendapat dari Imam An-Nawawi, menegaskan bahwa saat inilah janin berubah menjadi “makhluk yang lain”, yakni manusia yang telah bernyawa. Karena itu, mayoritas ulama sepakat bahwa peniupan ruh terjadi tepat pada usia kehamilan 4 bulan, bukan sebelumnya, sebagai bentuk kesempurnaan penciptaan dan ketetapan takdir manusia.
3. Fase penciptaan janin dari waktu ke waktu sebelum dilahirkan

Dalam Islam, proses penciptaan manusia di dalam rahim dijelaskan secara bertahap. Fase pertama berlangsung selama 40 hari berupa nutfah (sperma). Lalu, 40 hari berikutnya berubah menjadi ‘alaqah atau segumpal darah, lalu pada 40 hari ketiga berkembang menjadi mudhghah atau segumpal daging.
Setelah melalui tiga fase ini yakni sekitar 120 hari atau 4 bulan kehamilan, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalam janin. Hal itu dijelaskan dalam hadis Shahih Muslim dikutip dari website NU Online.
Berikut adalah riwayatnya:
عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ " إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، فَوَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيَدْخُلُهَا
Artinya:
“Dari Abdillah, berkata, menceritakan kepada kami Rasulullah saw, ia adalah yang benar dan dapat dipercaya: 'Sesungguhnya setiap orang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari (berupa sperma), kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari pula, kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari juga. Kemudian diutuslah seorang malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat hal: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia menjadi orang yang celaka atau bahagia. Maka demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia. Sungguh jika salah satu dari kalian melakukan amal ahli Surga, hingga tidak ada jarak antaranya dengan Surga kecuali satu hasta. Namun ia telah didahului ketetapan, hingga ia melakukan perbuatan ahli Neraka (dosa), maka ia masuk ke dalam Neraka. Dan sungguh jika salah satu dari kalian, melakukan amal ahli Neraka, hingga tidak ada jarak antaranya dengan Neraka kecuali satu hasta. Akan tetapi ia didahului ketetapan, hingga ia melakukan amal ahli Surga, maka ia akan masuk ke dalam Surga'." (Muslim bin al-Hajjaj, Shahih Muslim, [Beirut: Dar Ihya At-Turats Al-Arabi, t.t.], jilid IV, No Hadits 2643).
Itulah tadi informasi mengenai ruh ditiupkan ke janin usia berapa bulan dalam Islam dan faktanya. Wallahu a'lam.


















