Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Rutin Konsumsi Probiotik Dapat Menurunkan Risiko Komplikasi Kehamilan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Penelitian MoBa di Norwegia menunjukkan konsumsi probiotik selama kehamilan dapat menurunkan risiko preeklampsia hingga 20% dan kelahiran prematur sekitar 11–27%.

  • Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Saccharomyces boulardii dikenal membantu menjaga kesehatan pencernaan, imun tubuh, serta keseimbangan mikrobiota.

  • Ibu hamil disarankan memilih suplemen probiotik dengan dosis tepat dan telah teruji klinis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua bakteri itu jahat. Di dalam tubuh, khususnya pada sistem pencernaan, terdapat bakteri baik yang justru berperan penting dalam menjaga kesehatan. Bakteri ini dikenal sebagai probiotik, yaitu mikroorganisme yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus agar tetap optimal.

Manfaat probiotik ini turut dirasakan oleh ibu hamil. Konsumsi probiotik selama kehamilan, diketahui dapat membantu menjaga kesehatan ibu, mendukung tumbuh kembang bayi, bahkan berpotensi menurunkan risiko komplikasi selama kehamilan.

Untuk itu berikut Popmama.com rangkum informasi terkait konsumsi probiotik dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Yuk, simak, Ma!

Hasil Studi yang Membahas Konsumsi Probiotik

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Studi Kohort Ibu dan Anak Norwegia (MoBa) yang diluncurkan oleh Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia pada tahun 1999 meneliti hubungan antara konsumsi probiotik dan kesehatan kehamilan.

Dalam penelitian ini, ibu hamil diminta melaporkan riwayat kesehatan, pola makan, serta gaya hidup mereka pada usia kehamilan 15, 22, dan 30 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga peserta mengonsumsi susu yang mengandung probiotik pada awal kehamilan, hampir sepertiga pada akhir kehamilan, dan sekitar seperempat sudah mengonsumsinya sejak sebelum hamil.

Dari perbandingan data tersebut, diketahui bahwa konsumsi probiotik dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Pada akhir kehamilan, konsumsi probiotik berkaitan dengan penurunan risiko preeklamsia hingga 20%. Sementara itu, konsumsi probiotik sejak awal kehamilan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kelahiran prematur sekitar 11 hingga 27%.

Komplikasi yang Dapat Diturunkan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Beberapa komplikasi kehamilan yang risikonya dapat diturunkan dengan mengonsumsi probiotik adalah preeklampsia dan kelahiran prematur. Dilansir dari situs resmi kementerian Kesehatan RI, preeklamsia merupakan kondisi pada ibu hamil yang ditandai dengan tekanan darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu, dan dapat berdampak pada organ penting seperti ginjal, hati, otak, hingga plasenta.

Sementara itu, kelahiran prematur adalah kondisi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Bayi yang lahir terlalu dini umumnya belum berkembang sempurna, sehingga lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti masalah pernapasan, berat badan lahir rendah, hingga komplikasi serius lainnya.

Bakteri Probiotik yang Perlu Ibu Hamil Tahu

1. Lactobacillus

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Lactobacillus merupakan salah satu probiotik yang paling sering dikonsumsi ibu hamil. Bakteri baik ini banyak ditemukan dalam makanan fermentasi seperti yoghurt. Selama kehamilan, Lactobacillus dapat membantu mengatasi masalah pencernaan yang umum terjadi, seperti sembelit dan diare.

Selain itu, probiotik ini juga berperan dalam membantu penyerapan nutrisi penting, termasuk kalsium, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang janin. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa Lactobacillus dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri di area vagina, sehingga berpotensi menurunkan risiko infeksi yang bisa berdampak pada kehamilan.

2. Bifidobacterium

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bifidobacterium adalah probiotik yang banyak ditemukan dalam produk susu olahan seperti keju dan yoghurt. Probiotik ini sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan usus ibu hamil, terutama dalam mengatasi keluhan seperti perut kembung, sembelit, dan irritable bowel syndrome (IBS).

Selain itu, Bifidobacterium juga berperan dalam meningkatkan sistem imun ibu selama kehamilan. Dengan sistem imun yang lebih baik, tubuh mama menjadi lebih kuat dalam melawan infeksi yang berpotensi memengaruhi kesehatan janin.

3. Saccharomyces boulardii

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saccharomyces boulardii merupakan jenis probiotik dari kelompok ragi atau jamur yang dikenal efektif membantu mengatasi diare, baik akibat infeksi maupun penggunaan antibiotik. Probiotik ini umumnya tidak banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari, melainkan lebih sering tersedia dalam bentuk suplemen, seperti kapsul.

Jika dikonsumsi dengan tepat, Saccharomyces boulardii dapat membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di usus, meredakan peradangan pada saluran pencernaan, serta mempercepat pemulihan kondisi usus setelah diare. Meski demikian, ibu hamil perlu lebih berhati-hati karena keamanan probiotik ini belum banyak diteliti secara khusus pada kehamilan.

Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk tidak mengonsumsi Saccharomyces boulardii secara sembarangan. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum menggunakannya, mengingat belum ada penelitian yang benar-benar memastikan bahwa probiotik ini 100 persen aman bagi ibu hamil dan menyusui.

Tips Memilih Suplemen Probiotik yang Aman untuk Ibu Hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ibu hamil perlu lebih selektif dalam memilih Suplemen Probiotik. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah dosis. Pastikan suplemen yang dipilih mengandung jumlah bakteri baik yang cukup dan sesuai kebutuhan tubuh, karena menurut World Health Organization (WHO), probiotik adalah mikroorganisme hidup yang hanya dapat memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Selain itu, ibu hamil juga disarankan memilih produk yang sudah teruji secara klinis. Suplemen yang telah melalui uji klinis umumnya lebih terjamin keamanannya. Dengan memperhatikan kedua hal ini, ibu hamil dapat lebih aman dalam mengonsumsi probiotik untuk mendukung kesehatan selama masa kehamilan.

Nah, itu dia rangkuman terkait konsumsi probiotik dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Apakah Mama rutin mengonsumsi probiotik selama kehamilan?

Editorial Team