Berapa Persen Salicylic Acid yang Aman untuk Ibu Hamil?

Dokter dari RSUP Ben Mboi menjelaskan bahwa salicylic acid aman untuk ibu hamil bila digunakan topikal dengan konsentrasi rendah.
Bentuk oral salicylic acid tidak disarankan bagi ibu hamil karena berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan.
Ibu hamil dianjurkan membatasi frekuensi pemakaian, menghindari area luas, selalu memakai sunscreen, dan berkonsultasi dengan dokter.
Salicylic acid atau asam salisilat merupakan salah satu kandungan skincare yang termasuk dalam kelompok Beta Hydroxy Acid (BHA). Bahan ini kerap digunakan untuk membantu eksfoliasi kulit dengan mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, serta membantu mengatasi masalah jerawat.
Dalam talkshow “Bumil boleh pakai skincare nggak sih?” yang dibagikan Kementerian Kesehatan bersama RSUP Ben Mboi melalui akun Instagram @kemenkes_ri, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Stephanie Manuella Christianto dari RSUP Ben Mboi Kupang menjelaskan bahwa penggunaan BHA atau salicylic acid dalam kadar tinggi berpotensi memengaruhi perkembangan janin.
Karena itu, ibu hamil perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk skincare yang digunakan selama masa kehamilan. Lalu, berapa persen salicylic acid yang aman untuk bumil? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya. Yuk, simak!
Table of Content
1. Berapa persen salicylic acid yang aman untuk ibu hamil?

Produk skincare yang mengandung salicylic acid umumnya tersedia dalam berbagai konsentrasi, mulai dari 0,5% hingga lebih dari 20% yang biasanya digunakan untuk tindakan peeling di klinik kecantikan. Perbedaan kadar ini memengaruhi kekuatan eksfoliasi pada kulit, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Untuk ibu hamil, penggunaan salicylic acid dianjurkan dalam kadar rendah, yaitu maksimal 2% pada produk topikal seperti sabun wajah, toner, atau serum. Konsentrasi tersebut dinilai masih aman karena penyerapannya ke dalam tubuh relatif kecil jika digunakan secara terbatas dan tidak berlebihan.
2. Bentuk salicylic acid yang tidak aman

Perlu Mama ketahui, salicylic acid dalam bentuk oral atau diminum tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Penggunaan dalam bentuk ini diketahui berkaitan dengan risiko komplikasi kehamilan, seperti perdarahan hingga gangguan perkembangan janin.
Karena itu, ibu hamil sebaiknya menghindari produk atau obat yang mengandung salicylic acid. Jika ingin menggunakan salicylic acid selama kehamilan, pilihlah produk skincare yang digunakan secara topikal atau dioleskan ke kulit.
3. Hindari pemakaian di area luas

Ibu hamil dianjurkan untuk tidak mengoleskan produk yang mengandung salicylic acid pada area tubuh yang luas atau menggunakannya terlalu tebal. Penggunaan dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko penyerapan kandungan tersebut ke dalam aliran darah.
Semakin besar area kulit yang terkena produk, terutama dengan konsentrasi tinggi, maka kemungkinan zat aktif terserap oleh tubuh juga akan meningkat. Karena itu, penggunaan salicylic acid sebaiknya difokuskan hanya pada area tertentu yang membutuhkan, seperti bagian kulit yang berjerawat, serta digunakan secukupnya agar tetap aman.
4. Batasi frekuensi penggunaan

Ibu hamil disarankan untuk membatasi frekuensi penggunaan produk yang mengandung salicylic acid. Mama cukup menggunakannya satu kali sehari atau sekitar 2–3 kali dalam seminggu, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing.
Penggunaan BHA yang terlalu sering dapat membuat kulit ibu hamil menjadi lebih sensitif. Akibatnya, kulit bisa terasa kering, mudah iritasi, kemerahan, hingga mengelupas. Karena itu, penggunaan secara bertahap dan tidak berlebihan menjadi langkah yang lebih aman agar manfaat tetap didapat tanpa menimbulkan efek samping pada kulit.
5. Jangan lupa gunakan sunscreen

Salicylic acid termasuk kandungan BHA (Beta Hydroxy Acid) yang bekerja dengan cara mengeksfoliasi atau mengangkat sel kulit mati. Proses ini membuat lapisan kulit menjadi lebih tipis sementara waktu, sehingga kulit ibu hamil menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
Jika kulit yang sedang menggunakan salicylic acid terkena sinar UV tanpa perlindungan, risiko munculnya iritasi, kemerahan, kulit terbakar, hingga hiperpigmentasi atau flek hitam bisa meningkat. Kondisi ini juga lebih mudah terjadi pada ibu hamil karena perubahan hormon selama kehamilan membuat kulit cenderung lebih sensitif.
Karena itu, ibu hamil dianjurkan menggunakan sunscreen setiap pagi dan mengulang pemakaian bila beraktivitas di luar ruangan. Pilih sunscreen yang aman untuk ibu hamil dengan perlindungan minimal SPF 30.
6. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter

Pada dasarnya, setiap ibu hamil memiliki kondisi kulit yang berbeda-beda. Karena itu, reaksi terhadap penggunaan salicylic acid juga bisa berbeda pada tiap orang. Jika jerawat tergolong parah atau muncul tanda iritasi seperti kemerahan, perih, atau kulit terasa semakin sensitif setelah pemakaian, sebaiknya hentikan penggunaan terlebih dahulu.
Konsultasi dengan dokter kulit atau dokter kandungan menjadi langkah yang dianjurkan, terutama bagi ibu hamil yang memiliki riwayat kulit sensitif atau kondisi kesehatan tertentu. Melalui konsultasi, dokter dapat membantu menentukan apakah penggunaan salicylic acid masih aman serta memberikan rekomendasi perawatan kulit yang lebih sesuai selama masa kehamilan.
Nah itu dia penjelasan terkait berapa persen salicylic acid yang aman untuk ibu hamil. Semoga informasinya bermanfaat, Mama!


















