Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

GERD Bisa Semakin Parah saat Hamil, Ini Penyebabnya Kata Dokter

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya sih...
  • Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat otot di bagian bawah kerongkongan lebih relaks, memicu naiknya asam lambung dan munculnya GERD.
  • Peningkatan tekanan rahim yang membesar saat hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks dan membuat gejala GERD semakin parah.
  • Tidak semua ibu hamil akan merasakan gejala GERD, tergantung pada sensitivitas tubuh dan pola makan mereka selama kehamilan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehamilan menghadirkan berbagai tantangan bagi tubuh mama. Salah satunya adalah keluhan GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease, kondisi ketika asam lambung naik berulang kali ke kerongkongan secara terus-menerus.

GERD dapat menimbulkan keluhan seperti heartburn, yaitu sensasi panas atau terbakar di bagian dada, hingga regurgitasi asam. Mama juga bisa merasakan mual yang datang secara tiba-tiba, disertai rasa pahit atau asam di mulut yang membuat makan dan minum menjadi kurang nyaman.

Bagi sebagian Mama, rasa tidak nyaman ini bisa datang lebih sering serta terasa lebih mengganggu dibanding sebelum hamil. Ya mama, GERD memang bisa semakin memburuk saat hamil. Kondisi ini tentu menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga Mama perlu lebih memperhatikan kesehatan.

Untuk menjelaskan mengapa GERD bisa semakin sering muncul atau bahkan memberat saat hamil, Dokter Kandungan Yusufa Farasyid membagikan penyebabnya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @yusfarasyid, pada 27 Januari 2026.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi terkait penyebab keluhan GERD bisa semakin parah saat hamil menurut dokter.

Table of Content

1. Perubahan hormon

1. Perubahan hormon

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selama kehamilan, kadar hormon progesteron meningkat secara signifikan untuk mendukung perkembangan janin. Salah satu efeknya adalah membuat otot di bagian bawah kerongkongan, atau sfingter esofagus bawah (LES), menjadi lebih relaks dari biasanya.

LES berfungsi sebagai pintu penghalang yang mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Saat otot ini mengendur, kemampuan penghalang menurun, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Kondisi inilah yang kemudian memicu munculnya GERD.

2. Gerakan lambung dan usus melambat

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penyebab GERD yang sering muncul saat hamil salah satunya adalah pengaruh hormon progesteron. Hormon ini tidak hanya membuat LES lebih relaks, tetapi juga memperlambat pengosongan lambung dan pergerakan usus.

Lambatnya proses ini terjadi karena progesteron menurunkan kontraksi otot polos di lambung dan usus, sehingga makanan dan asam lambung bergerak lebih lambat melalui saluran pencernaan.

Akibatnya, makanan dan asam lambung tertahan lebih lama di lambung, meningkatkan tekanan di dalamnya dan mempermudah terjadinya refluks. Tekanan yang meningkat ini memicu GERD.

3. Tekanan rahim yang membesar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim terus membesar dan mulai menekan lambung dari atas. Tekanan ini meningkatkan tekanan intraabdomen, yaitu tekanan di rongga perut yang memengaruhi organ-organ di sekitarnya.

Ketika tekanan meningkat, asam lambung lebih mudah terdorong naik ke kerongkongan, sehingga risiko terjadinya refluks menjadi lebih tinggi. Kondisi ini membuat gejala GERD semakin terasa parah, terutama pada trimester kedua dan ketiga, saat rahim mencapai ukuran yang lebih besar dan menekan lambung lebih kuat.

Kenapa Ada Ibu Hamil yang Tidak Merasakan GERD, padahal sebelum Hamil Punya GERD?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidak semua ibu hamil akan merasakan gejala GERD, meski tubuh mereka mengalami kondisi yang sama. Respons tubuh setiap individu berbeda-beda, tergantung pada sensitivitas sfingter esofagus bawah (LES), seberapa cepat lambung dan usus bergerak, serta kombinasi hormon yang bekerja selama kehamilan.

Selain faktor tubuh, pola makan juga memiliki peran penting. Ibu hamil yang makan dengan lebih teratur, membagi porsi kecil tapi sering, dan menghindari makanan yang bisa memicu refluks seperti pedas, kopi, atau gorengan, cenderung mengalami gejala yang lebih ringan atau bahkan tidak merasakannya sama sekali.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah stres dan kondisi psikosomatik. Beberapa Mama justru mengalami penurunan stres atau perubahan fokus tubuh selama kehamilan, sehingga gejala GERD tidak muncul atau malah membaik dibanding sebelumnya.

Ingat, Keluhan GERD Tidak Selalu Memburuk pada Semua Ibu Hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Keluhan GERD memang bisa jadi lebih menggangu saat hamil. Namun, ingat, GERD tidak selalu memburuk pada semua ibu hamil. Beberapa Mama mungkin merasakan gejalanya semakin berat, sementara sebagian lainnya tetap stabil, bahkan ada yang justru membaik. Hal ini terjadi karena intensitas dan frekuensi keluhan bisa sangat bervariasi antar individu.

Selain itu, GERD bersifat dinamis dan dapat naik-turun sesuai dengan kondisi tubuh serta aktivitas sehari-hari. Meskipun gejala bisa naik-turun, semua variasi ini masih tergolong normal selama kehamilan.

Jadi, keluhan GERD bisa semakin parah saat hamil menurut dokter. Namun, GERD saat hamil tidak selalu memburuk pada semua ibu hamik. Ada yang makin berat, ada yang tetap, bahkan ada yang membaik—dan semuanya masih dalam spektrum normal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

10 Rekomendasi Alat Pendengar Detak Jantung Janin, Mulai dari 100 Ribuan

28 Jan 2026, 11:20 WIBPregnancy