Salahkah jika Kecewa Jenis Kelamin Janin Tidak Sesuai dengan Harapan?

Apa yang harus dilakukan jika jenis kelamin janin tidak sesuai harapan?

27 Mei 2021

Salahkah jika Kecewa Jenis Kelamin Janin Tidak Sesuai Harapan
Pixabay/PublicDomainPictures

Saat hamil, normal jika orangtua memiliki harapan khusus pada jenis kelamin bayi yang sedang dikandung.

Meskipun Mama tahu orangtua "harus" bahagia dan menerima bayi yang sehat apapun jenis kelaminnya. Apakah ini normal? Apakah kecewa dengan jenis kelamin janin membuat Mama menjadi orangtua yang buruk?

Ini normal kok, Ma. Kekecewaan akan jenis kelamin itu nyata. Hidup bukanlah tentang "keharusan" namun tentang realitas apa adanya.

Mungkin Mama berasal dari keluarga besar laki-laki dan Mama menginginkan seorang putri kecil. Atau mungkin Mama sudah memiliki anak perempuan dan mengharapkan bayi laki-laki. Memiliki preferensi adalah hal yang normal.

Apa pun alasannya, ketika Mama merasakan kekecewaan akan jenis kelamin, itu adalah kehilangan yang perlu Mama proses. Jika dibiarkan berlarut-larut, akan berpengaruh pada si Kecil kelak.

Untuk itu, Popmama.com akan membahas soal mengatasi rasa kecewa akibat jenis kelamin janin yang tidak sesuai harapan.

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Kekecewaan Jenis Kelamin?

Bagaimana Cara Mencegah Terjadi Kekecewaan Jenis Kelamin
Freepik

Berkat teknologi ultrasound, prediksi jenis kelamin janin biasanya akurat. Namun, itu bukan jaminan. Salah satu opsi untuk mengurangi risiko salah prediksi adalah menunggu. Tetapi tentunya orangtua mungkin tergoda untuk mengetahui dengan segera mengenai jenis kelamin janin, terutama jika ini kehamilan pertama.

Tetapi ada juga orangtua yang memilih menunggu untuk mengetahui jenis kelamin sampai si Kecil lahir. Menunggu dapat menghindarkan orangtua dari perasaan kecewa jika prediksi awal salah.Sedih, kecewa, atau serangkaian emosi rumit lainnya yang mungkin bisa dihindari.

Memang, kekecewaan jenis kelamin bisa terjadi kapan saja, bahkan setelah lahir. Namun, menunggu sedikit lebih lama dapat mengurangi kekecewaan.

Nah, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah rasa kecewa dengan jenis kelamin janin:

Editors' Picks

1. Lupakan pesta gender reveal atau pengungkapan jenis kelamin

1. Lupakan pesta gender reveal atau pengungkapan jenis kelamin
Freepik/rolencino

Pilih untuk mengumumkan jenis kelamin calon bayi pada waktu yang dirasa tepat bagi Mama dan suami. Mama tidak harus melakukan apa yang dilakukan orang lain, misalnya membuat acara pengungkapan jenis kelamin bayi. Rasanya tidak enak untuk mengumumkan sesuatu yang belum Mama rangkul secara emosional secara publik.

Jika ada orang lain yang menunjukkan kekecewaan, hal itu pasti tidak akan menambah kenyamanan dengan jenis kelamin janin yang Mama kandung.

Mama berharap, tentu saja, semua orang akan mendukung dan menerima bayi sepenuhnya tidak peduli apakah itu laki-laki atau perempuan. Namun, orangtua juga bisa memiliki perasaan yang kuat tentang jenis kelamin tertentu dan mungkin perlu memproses perasaan mereka sendiri.

2. Beri waktu bagi diri sendiri untuk kecewa

2. Beri waktu bagi diri sendiri kecewa
Freepik/tirachardz
ilustrasi

Ketahuilah bahwa Mama bukan orangtua yang "buruk" karena merasakan kekecewaan jenis kelamin bahkan sebelum si Kecil lahir.

Beri diri sendiri waktu dan ruang untuk memproses kekecewaan jenis kelamin dengan cara mama sendiri. Terima kekecewaan, perjalanan menjadi orangtua mungkin menempuh jalur yang berbeda dari yang diharapkan. Mama berhak mendapatkan waktu untuk merawat kesehatan mental.

Jika berbicara dengan orang lain tentang kekecewaan mungkin bisa membantu, cari teman atau orang terdekat yang mau mendengarkan tanpa menghakimi. Bicaralah secara terbuka dengan mereka tentang keinginan mama untuk jenis kelamin tertentu. Temukan seseorang yang dapat mengingatkan bahwa perasaan mama tentang jenis kelamin tidak menentukan apakah Mama seorang ibu yang baik atau bukan.

Percayalah pada waktu dan proses. Kesedihan tidak membutuhkan pengampunan. Berduka itu normal dan Mama bukan orangtua yang buruk karena harus mengubah ekspektasi.

3. Cintai bayi apa adanya, Ma

3. Cintai bayi apa adanya, Ma
Freepik/jcomp

Yang tidak perlu Mama rasakan adalah rasa malu karena berharap segalanya berbeda. Semua yang Mama rasakan adalah valid. Jadi tidak ada rasa malu dalam merasakan perasaan mama.

Namun, Mama juga harus belajar mencintai si Kecil apapun jenis kelaminnya.

Persiapkan hati untuk bayi yang akan segera Mama gendong dan peluk. Percayalah pada kapasitas tak terbatas mama untuk mencintai dan merawat si Kecil, terlepas dari apapun jenis kelaminnya.

Menjadi kecewa adalah hal yang normal, terutama bila harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Namun jangan biarkan ini berlarut-larut ya, Ma! Si Kecil juga berhak mendapatkan cinta mama.

Apakah Mama juga pernah mengalami kekecewaan terhadap jenis kelamin janin? Apa yang Mama lakukan untuk mengatasinya?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.