Janin Cegukan dalam Kandungan, Wajar atau Tidak Ya?

Cari tahu ada apa di balik cegukan pada janin

9 Agustus 2018

Janin Cegukan dalam Kandungan, Wajar atau Tidak Ya
Freepik

Selain tendangan, memasuki trimester ketiga biasanya Mama akan mulai merasakan si Kecil cegukan di dalam kandungan. Pergerakannya mirip seperti tendangan, namun lebih stabil dan lebih pelan.

Sebagian ibu hamil menganggap cegukan pada janin adalah hal yang wajar. Namun ada pula yang khawatir terjadi sesuatu pada si Kecil di dalam kandungan.

Cegukan pada janin mulai bisa Mama rasakan di usia kandungan 20 minggu, namun bisa juga lebih.

Ada beberapa faktor yang turut memengaruhi kapan Mama bisa merasakan pergerakan termasuk cegukan pada janin. Di antaranya yakni posisi plasenta dan berat badan Mama.

1. Penyebab janin cegukan

1. Penyebab janin cegukan
Freepik/Onlyyouqj

Pergerakan janin di dalam kandungan mulai bisa Mama rasakan mulai pada usia kandungan 20 minggu. Dimulai dari pergerakan kecil, tendangan, dorongan, hingga cegukan.

Sampai saat ini, para pakar kesehatan kandungan belum menemukan apa sebenarnya alasan di balik cegukan pada janin dalam kandungan.

Namun demikian, nyatanya tidak semua janin akan mengalami cegukan lho, Ma.

Sebagian teori menyebutkan bahwa cegukan yang terlalu sering menandakan adanya gangguan pada paru-paru janin. Sayangnya, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan teori tersebut.

2. Kapan janin mulai cegukan?

2. Kapan janin mulai cegukan
Freepik

Seperti disebutkan sebelumnya, Mama mulai bisa merasakan cegukan pada janin di usia kehamilan 6 bulan. Namun sama seperti pergerakan janin pada umumnya, waktu Mama untuk merasakannya juga berbeda-beda dan belum tentu sama.

Sebagian janin cegukan beberapa kali sehari, tapi ada juga yang jarang dan hanya beberapa kali saja dalam seminggu.

Meskipun cegukan pada janin sering dikaitkan dengan proses pematangan paru-paru, namun dalam banyak kasus cegukan pada janin dianggap sebagai salah satu proses normal kehamilan.

Yang perlu Mama ketahui, cegukan pada janin biasanya mulai jarang Mama rasakan saat memasuki usia kehamilan 8 bulan.

Apabila setelah itu Mama masih sering merasakannya, konsultasikan ke dokter.

Editors' Picks

3. Bagaimana cara membedakan cegukan dan tendangan?

3. Bagaimana cara membedakan cegukan tendangan
Pixabay/PublicDomainPictures

Mama sering kesulitan membedakan antara cegukan dan tendangan?

Coba lakukan perubahan posisi. Apabila gerakan tersebut berhenti, kemungkinan itu adalah tendangan si Kecil.

Saat berada dalam posisi yang kurang nyaman, bayi cenderung akan memberi tahu Mama lewat gerakan seperti tendangan. Begitu juga jika Mama makan makanan panas, dingin atau manis, yang semuanya dapat menstimulasi indra bayi.

Apabila setelah Mama berubah namun denyutan masih tetap ada, kemudian terasa konstan dan tidak terlalu keras, bisa jadi itu adalah cegukan. Ya, cegukan pada janin cenderung terasa berirama dan berlangsung cukup lama.

4. Apakah cegukan pada janin berbahaya?

4. Apakah cegukan janin berbahaya
Pexels/Rawpixel.com

Cegukan pada janin dianggap sebagai sebuah refleks normal dan tidak berbahaya bagi janin. Hampir sebagian besar ibu hamil merasakannya.

Namun apabila cegukan tersebut terjadi setiap waktu dan tidak berhenti, ada kemungkinan terjadi akibat hal lain.

Salah satunya adalah masalah pada tali pusar, misalnya janin terlilit atau ada kelainan lainnya. Kondisi ini dapat mengakibatkan suplai darah dan oksigen untuk janin terhambat. Biasanya kondisi semacam ini terjadi di minggu-minggu terakhir kehamilan atau bahkan jelang persalinan, Ma.

5. Kapan cegukan pada janin harus dicek ke dokter?

5. Kapan cegukan janin harus dicek ke dokter
Pixabay/MedicalPrudens

Setelah usia kehamilan mencapai 32 minggu, biasanya cegukan pada janin sudah jarang terjadi. Kalaupun memang ada, hanya beberapa kali saja dalam seminggu.

Apabila frekuensi cegukan terjadi masih cukup sering, misalnya lebih dari 4 kali per hari, maka Mama sebaiknya cek ke dokter.

Meskipun cegukan pada umumnya adalah hal yang normal, namun apabila terjadi di trimester ketiga dan cukup sering bisa menjadi pertanda gangguan tali pusar. Bisa saja terjadi prolaps atau ada tekanan pada tali pusar, yang berefek pada hambatan aliran oksigen dan darah untuk janin. Akibatnya, tekanan darah janin pun terus melambat.

Selain itu, gangguan pada tali pusar juga memicu kerusakan otak dan bahkan kematian pada janin. Jadi apabila Mama menemukan ada yang tak biasa pada pergerakan janin, jangan tunda untuk segera cek ke dokter ya, Ma.