Jelang Persalinan, Maya Septha Menemani Anak Ikut Child Dedication

Salut sekali Mama Maya Septa!

26 Februari 2019

Jelang Persalinan, Maya Septha Menemani Anak Ikut Child Dedication
Instagram.com/mayaseptha7

Usia kehamilan Maya Septha sudah memasuki 38 minggu. Usia yang dianggap sudah cukup untuk memasuki proses persalinan.

Sebentar lagi keluarga kecil Maya Septha dan Krisna Wardhana Sidarta akan kedatangan anggota baru. Melalui Instagram pribadinya, Mama dua orang anak ini kerap bercerita banyak hal mengenai masa-masa kehamilan anak ketiga. 

Namun, akhir pekan lalu Maya Septha sempat berbagi cerita mengenai anak pertamanya yang bernama Devon Sidarta. Saat itu Devon ditemani kedua orangtuanya untuk mengikut prosesi child dedication. 

Akhirnya hari ini bisa ikutan juga child dedication setelah Devon umurnya 5,5 tahun hahaha. 

Biasanya dari baby udah "diserahin" tapi berhubung dulu nggak sempat ikutan kelasnyalah, ketinggalanlah, lahiran Kathleenlah, kerja lagi dan seterusnya. Akhirnya nggak jadi-jadi. Kalau di Kristen, anak-anak nggak dibaptis. Tetapi hanya "diserahkan" aja (dedicated) karena menurut kepercayaan kami, untuk dibaptis anaknya harus udah cukup dewasa untuk minta sendiri dan milih sendiri. 

Today Devon and Kathleen is officially dedicated. (Meskipun dari dulu juga emang udah milik Tuhan dan kita didik sesuai yang Tuhan ajar juga sih. Ini ritual pengesahan aja secara gereja). Kathleen tadi (lagi-lagi) bobok jadi nggak kefoto haha. Dan sebetulnya tanggung nyerahin dua anak sekarang karena minggu depan udah muncul lagi satu. But most of the time, later becomes never, so i better do it now while i can.

Itulah cerita singkat tentang putra pertamanya yang akhir pekan lalu mengikut prosesi child dedication. 

Dilansir dari NDC Ministry, makna penyerahan anak ini secara lahiriah bahwa ia adalah milik Tuhan. Sedangkan secara rohani, anak itu menerima berkat pemeliharaan dan anugerah Tuhan dalam kehidupannya. Tanggung jawab orangtua selanjutnya adalah mendidik anak untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan. 

Untuk melakukan prosesi child dedication, orangtua harus bertemu dengan sekretariat gereja dengan mengisi formulir dan mengetahui beberapa persyaratan seperti: 

  • Usia anak di bawah 12 tahun.
  • Melampirkan fotocopy akte lahir anak.
  • Melampirkan fotocopy KTP kedua orangtua.
  • Melampirkan 2 lembar pas foto anak terbaru dengan ukuran 4x6.

Pada waktu prosesi child dedication atau penyerahan anak, orangtua (Papa dan Mama) harus membawa sendiri si Kecil ke dalam gereja tanpa diwakilkan oleh orang lain. 

Saat prosesi berlangsung, orangtua dipersilakan untuk membawa anaknya maju di depan mimbar gereja. Di hadapan sidang jemaat, pendeta “menyerahkan anak itu kepada Tuhan” dengan mengucap syukur dan menaikkan doa singkat untuk anak dan kedua orangtuanya.

Usai menjalani prosesi child dedication, peran orangtua tidak hanya berhenti sampai sini saja. Anak-anak perlu dituntun agar semakin mendekatkan diri kepada sang Pencipta sesuai dengan ajaran agama yang diyakini. 

Kali Popmama.com akan memberikan beberapa rutinitas yang bisa memicu si Kecil untuk semakin dekat dengan Tuhan. Disimak ya, Ma!

1. Membelikan Alkitab khusus anak-anak

1. Membelikan Alkitab khusus anak-anak
Unsplash/David Beale

Minat anak-anak dalam membaca Alkitab perlu dibangun sejak dini. Namun, tak jarang dirinya enggan membuka karena Alkitab karena hanya tulisan saja dan tidak bergambar. 

Untuk itu, Mama sepertinya perlu membelikan Alkitab khusus anak-anak agar anak mama merasa lebih tertarik. Apalagi anak-anak sangat menyukai aneka gambar dan warna. Cobalah mencari Alkitab yang memang dirancang khusus untuk menarik minat anak seusianya. 

Melalui Alkitab, si Kecil bisa semakin mengetahui berbagai kisah seperti kelahiran Tuhan Yesus hingga kisah-kisah para nabi. Lewat cerita-cerita menarik dari Alkitab, tanpa disadari si Kecil akan semakin dekat dan mengenal Tuhan. 

Baca juga: Ma, Ini Cara Memberikan Pemahaman Tentang Agama Pada Anak

Editors' Picks

2. Menyediakan waktu untuk berdoa bersama

2. Menyediakan waktu berdoa bersama
Unsplash/Patrick Fore

Ma, perlahan-lahan ingatkan si Kecil untuk menjadikan rutinitas berdoa sebagai sebuah kebiasaan positif. 

Hal ini sangat penting karena dapat membantu si Kecil dalam menyadarkan bahwa berdoa dapat mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Berdoa juga bisa menjadi cara untuk berkomunikasi dengan Tuhan. 

Katakan juga pada si Kecil bahwa Tuhan akan selalu mendengar segala kata-kata yang terselip pada setiap doanya. Perlu diingat kalau berdoa tidak hanya meminta kepada Tuhan saja mengenai berbagai hal baik, namun juga tetap mengucap syukut atas segala berkatNya. 

Untuk melatih si Kecil, Mama bisa mengajaknya untuk berdoa bersama di pagi hari, sebelum makan dan doa malam sebelum tidur setiap harinya. 

Baca juga: Selain Memperkuat Agama, 5 Hal Ini Melindungi Anak dari Aliran Sesat

3. Rutin membicarakan mengenai Tuhan

3. Rutin membicarakan mengenai Tuhan
Pixabay/Nastya_gepp

Selain rajin pergi ke Gereja setiap akhir pekan, Mama juga bisa membiasakan diri untuk selalu membicarakan apa saja mengenai Tuhan. 

Untuk membangun rasa ingin mengenal, cinta, percaya hingga perasaan sayangnya anak-anak kepada sang Pencipta perlu sekali sebuah minat dan keinginan kuat dari si Kecil. 

Mama atau keluarga bisa selalu membiasakan diri untuk membicarakan Tuhan dimanapun dan kapan saja saat ada kesempatan. Namun, perlu diingat untuk tetap berhati-hati agar si Kecil tidak merasa risih atau terkesan dipaksa. 

"Dek, lihat sana coba laut dan langitnya bagus banget. Ini semua Tuhan yang ciptakan, kamu harus rajin-rajin bersyukur karena bisa menikmati ini ya."

Kata-kata di atas bisa menjadi salah contoh ucapan untuk si Kecil agar dirinya semakin bersyukur atas nikmat Tuhan. 

Itulah beberapa kiat yang bisa diberikan agar anak mama selalu mengingat dan mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Semoga beberapa tips ini berguna ya, Ma! 

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!