Diare saat Hamil Tua, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ketika memasuki trimester ketiga, Mama sering mengalami diare. Apakah ini normal?

19 September 2020

Diare saat Hamil Tua, Ini Penyebab Cara Mengatasinya
Freepik/Dragana_Gordic

Selain frekuensi buang air kecil meningkat, beberapa ibu hamil juga bisa mengalami diare, khususnya pada trimester ketiga. Berbahayakah ini?

Saat hamil, tubuh mama memang akan mengalami banyak perubahan. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan hormon. Selain itu, Mama mungkin mengalami beberapa ketidaknyamanan.

Memasuki trimester ketiga, selain frekuensi buang air kecil semakin meningkat, Mama juga mungkin mengalami diare. Hal ini tentu cukup mengganggu dan membuat khawatir karena diare berhubungan dengan masalah kesehatan. Apakah ini normal? Apakah diare saat hamil tua akan memengaruhi janin?

Popmama.com akan mengulas penyebab dan cara mengatasi diare saat hamil tua untuk Mama. Yuk, simak ulasan berikut ini.

Sering Diare di Trimester Ketiga, Normalkah?

Sering Diare Trimester Ketiga, Normalkah
Freepik/Comzeal

Perubahan hormon yang terjadi selama hamil dapat menyebabkan sistem pencernaan melambat sehingga Mama mungkin sering mengalami sembelit.

Tidak hanya itu, Mama juga mengalami percepatan sistem pencernaan. Ini yang menyebabkan Mama diare di trimester ketiga.

Jadi diare atau sering buang air kecil saat hamil tua tak melulu dipicu oleh infeksi virus atau bakteri.

Namun ketika Mama mendekati hari perkiraan lahir, maka diare yang dialami kemungkinan besar merupakan gejala pra-persalinan. Anggap saja ini adalah cara alami tubuh untuk membersihkan dan mempersiapkan kedatangan bayi. Tentu saja, jika gejala menjadi parah, Mama harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Diare parah yang terlambat ditangani juga dapat membahayakan mama dan janin sebab dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi.

Editors' Picks

Bagaimana Membedakan Diare Biasa dengan Mulas Gejala Pra-Persalinan?

Bagaimana Membedakan Diare Biasa Mulas Gejala Pra-Persalinan
Freepik/freeograph

Ketika usia kehamilan mama sudah mendekati hari perkiraan lahir, Mama mungkin merasa mulas hingga mengalami diare. Bagaimana mengetahui bahwa itu adalah gejala awal persalinan? Atau itu merupakan diare biasa?

Rasa mulas yang terjadi akibat kontraksi rahim, timbul akibat adanya penekanan pada rektum. sehingga memberi sensasi ke otak, seolah rektum penuh dan timbullah keinginan untuk mengejan.

Rasa  mulas ini disertai oleh mengerasnya seluruh perut yang ritmenya hilang-timbul secara progresif, artinya makin lama makin sakit dan sering, serta tentunya tidak akan hilang sebelum bayi dilahirkan.

Sedangkan mulas karena diare akan hilang setelah buang air besar dan biasanya dirasakan di seluruh perut.

Mengatasi Diare saat Hamil Tua

Mengatasi Diare saat Hamil Tua
Freepik/onlyyouqj

Cara mengatasi diare pada ibu hamil relatif sederhana. Hal yang perlu dilakukan adalah mencermati makanan yang dikonsumsi.

Menu yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil saat diare, antara lain makanan yang tinggi lemak, makanan yang digoreng, makanan pedas, susu, dan makanan yang tinggi serat.

Sampai kondisi kembali normal, tidak ada salahnya Mama menjaga pola makan dan menghindari makanan pemicunya. Selain itu, janga lupa untuk mengganti cairan yang hilang dengan perbanyak minum air putih.

Apabila harus mengonsumsi obat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Selain itu, apabila diare disebabkan oleh suplemen kehamilan, tunggu sampai tubuh beradaptasi. Jika diare tidak membaik, cari alternatif yang lain.

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan Harus ke Dokter
freepik.com/asmedvednikov

Jika dalam tiga hari Mama tidak mengalami perubahan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Diare yang tidak kunjung membaik setelah tiga hari mungkin adalah tanda infeksi virus atau efek samping vitamin prenatal yang dikonsumsi.

Vitamin prenatal memang baik untuk kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Tapi, hati-hati, vitamin ini juga dapat mengganggu saluran cerna dan memicu diare.

Nah, itulah penyebab dan cara mengatasi diare saat hamil tua. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.