TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cegah Penularan, Anak Usia 0-59 Bulan Wajib Vaksin Polio

Vaksin polio bisa didapatkan secara gratis di puskesmas maupun posyandu

Freepik/Tonefotografia

Setelah cukup lama bebas dari kasus polio, Indonesia kembali dikejutkan dengan berita seorang bayi di Aceh Tengah yang mengalami polio pada awal tahun yang lalu. Tak hanya Aceh, pada bulan Maret lalu sekitar tujuh balita di Purwakarta, Jawa Barat, ditemukan positif polio.

Temuan-temuan ini tentu saja membuat tim medis di setiap daerah di Indonesia mengambil langkah cepat untuk mengatasi penyebarannya di antara bayi-bayi di tanah air. Salah satu tindakan yang diambil yakni dengan mencanangkan Sub PIN Polio 2023.

Pada kegiatan ini nantinya setiap bayi akan mendapatkan jenis vaksin polio terbaru yang dapat memberikan manfaat lebih baik daripada vaksin sebelumnya.

Penjelasan lengkapnya, bisa Mama simak pada ulasan Popmama.com di bawah ini.

1. Kasus polio kembali terjadi di Indonesia setelah delapan tahun

Freepik/shurkin-son

Pada akhir tahun 2022, seorang anak di Kabupaten Pidie, Aceh, ditemukan mengalami polio di usia tujuh tahun. Kejadian ini akhirnya kembali menjadi kasus pertama polio di Indonesia setelah delapan tahun dinyatakan bebas polio.

Kabar tersebut sekaligus menjadi wake up call untuk setiap masyarakat Indonesia. Pasalnya, status bebas polio tersebut justru membuat banyak orang lengah. Bahkan, imunisasi polio mengalami penurunan setiap tahunnya.

Alhasil, virus ini berhasil kembali masuk dan menyerang bayi-bayi yang tidak mendapatkan imunisasi. Setelah ditelusuri, ternyata anak tersebut sama sekali tidak pernah mendapatkan imunisasi sejak bayi, termasuk polio.

2. Kembali ditemukan pertama kali di wilayah Aceh kemudian Purwakarta

Freepik/Jcomp

Selain anak berusia tujuh tahun, pada awal tahun 2023 lalu seorang bayi berusia empat bulan di Aceh Tengah ditemukan mengalami kelemahan anggota gerak yang mengarah pada penyakit polio.

Disusul pada Maret 2023 tenaga medis juga kembali menemukan kasus polio pada seorang balita perempuan di Kampung Cadas Bodas, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta.

Sejak penemuan kejadian luar biasa (KLB) ini, tim medis pun kembali melakukan pemeriksaan pada 30 anak tetangga di sekitarnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 7 dari 30 anak tersebut positif polio.

3. Tenaga medis imbau masyarakat agar bisa mendapatkan vaksin pada Sub PIN Polio

Freepik/benzoix

Dengan keberadaan kasus polio yang semakin banyak ditemukan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaksanakan pencanangan Sub PIN Polio atas rekomendasi dari World Health Organization (WHO).

Hal ini pun turut didukung oleh banyak tenaga medis melalui kampanye di media sosial. Beberapa di antaranya seperti pada akun dokter Citra, SpA, ICBLC, MKes di @citra_amelinda dan dokter Kanya Ayu, SpA di @momdoc.id.

"Polio merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen pada anak. Berhubung sempat pandemi, angka cakupan vaksin menurun. Oleh karena itu, sebelum virusnya menyebar kemana-mana, maka dilaksanakan vaksinasi masal polio kembali. Kegiatan ini disebut sebagai Sub PIN (pekan imunisasi nasional) polio," jelas dokter Citra.

Sedangkan dokter Kanya Ayu juga turut memberikan ajakan untuk para Mama agar bayinya bisa mendapatkan vaksin polio pada masa kegiatan Sub PIN ini.

"Yuk Momsis ikut kegiatan vaksin Sub-PIN di daerah tempat tinggal masing-masing.. Karena nanti kalau (naudzubillahiminzalik) kena sakit polio nggak bakal bisa joget-joget begini karena kaki anak dapat mengalami kelumpuhan, " tulisnya pada kolom keterangan unggahannya.

4. Wajib diberikan pada semua anak yang berusia 0-59 bulan

Freepik/valuavitaly

Dikutip dari unggahan dokter Citra, setiap bayi yang berusia 0-59 bulan atau di bawah usia lima tahun wajib mendapatkan vaksin polio. Terutama jenis vaksin polio yang disediakan pada periode Sub PIN polio 2023.

"Bulan April ini kembali dilaksanakan di Jawa Barat, untuk seluruh anak balita (usia 0-59 bulan), karena usia ini merupakan yang paling rentan tertular. Vaksinnya ditetes ke mulut, dilakukan 2x selang sebulan (April dan Mei). Untuk semua anak, walaupun sudah pernah divaksin polio," katanya.

Tak hanya Jawa Barat dan Aceh, beberapa daerah di Indonesia pun sudah melaksanakan Sub PIN polio ini. Di antaranya seperti wilayah Sumatera Utara, Jawa Timur, dan juga Riau.

5. Tipe vaksin polio yang diberikan adalah nOPV2

Freepik/ajerbazian_stockers

Pada Sub PIN polio 2023 setiap bayi yang sudah maupun yang belum pernah mendapatkan vaksin polio, akan diberikan kembali vaksin polio secara gratis. Sebab, vaksin yang diberikan pada kegiatan ini adalah vaksin polio jenis baru.

Vaksin tersebut adalah nOPV2. Dimana vaksin ini diketahui merupakan vaksin yang dapat melindungi bayi dari jenis virus polio terbaru, yaitu cVDPV2 atau virus polio tipe 2. Perlu diingat bahwa virus polio dapat menyerang siapa saja, terutama setiap anak usia di bawah lima tahun.

Nah, itulah tadi rangkuman tentang anak usia 0-59 bulan wajib vaksin polio. Yuk, cegah penularan polio bersama-sama, Ma! 

Baca juga:

The Latest